//
archives

Archive for

Dasar-Dasar Pengenalan Microsoft Word

MICROSOFT WORD

 

Microsoft Word (MS Word) merupakan program pengolah kata yang banyak dipakai saat ini dibandingkan dengan program pengolah kata lainnya, seperti : Wordstar, Amiprom Word Perfect dan lain-lain. Hal ini dipengaruhi oleh faktor fasilitas yang tersedia, kemudahan dalam menggunakan hasil yang diperoleh, tampilan yang menarik, dan lain sebagainya.

Microsoft Word selanjutnya disebut Word 2000 merupakan pengembangan dari versi sebelumnya. Selain itu, program ini mempunyai kemampuan dalam membuat tabel, menyisipkan program lain ke program Microsoft Word dan fasilitas lainnya, telah menghantarkan Word 2000 sebagai program aplikasi pengolah kata yang mutakhir saat ini. Microsoft Word merupakan bagian dari program Microsoft Aoffice. Microsoft Word hadir dalam beberapa versi, diantaranya :

  1. Microsoft Word 97
  2. Microsoft Word 2000
  3. Microsoft Word XP, dan lain-lain

A. Pengertian Microsoft Word

Microsoft Word adalah salah satu program aplikasi dari suatu gabungan aplikasi yang dinakaman Microsoft Word yang dibuat oleh perusahaan Microsoft Corporation.

Adapun kegunaan dari Microsoft Word adalah digunakan untuk mengolah atau mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan naskah, misalnya untuk mengetik surat. Dengan demikian berkembangnya dunia internet, maka Microsoft Word dirancang untuk dapat berinteraksi dengan perkembangan dunia internet. Salah satu kemudahannya adalah : lembar dokumen yang telah diketikkan dapat langsung disimpan dalam format Web Page.

B. Memulai Mengetik Naskah

Setelah berada dalam jendela Microsoft Word, dapat untuk memulai mengetikkan naskah yang akan dibuat. Setiap mengetikkan kata dalam satu baris maka Microsoft Word akan melanjutkan penulisan ke baris berikutnya. Sedangkan apabila berkeinginan untuk menulis sebagai awal paragraf baru, maka tekan tombol Enter sebagai akhirnya (kursor pindah ke sebelah kiri bawah).

Alangkah baiknya apabila naskah yang telah selesai diketikkan diberi efek-efek khusus seperti : tebal, miring, garis bawah dan lain-lain. Bloklah naskah yang akan diberi efek khusus, kemudian klik salah satu icon dari toolbar pem-formatan sesuai yang diinginkan.

Mengedit Naskah

Kadangkala di saat mengetik naskah, ada teks yang akan dihapus, membuat salinan, mengganti jenis maupun ukuran huruf, membatalkan perintah yang telah dilakukan dan lainnya.

Menghapus (cut)

Untuk menghapus teks, baris teks, maupun paragraf dapat dilakukan dengan cara : blok naskah yang akan dihapus. Kemudian klik icon cut yang ada pada toolbar standar. Atau dapat dilakukan dengan menekan tombol delete pada keyboard.

Meng-copy

Membuat salinan (copy) dari teks, maupun paragraf dapat dilakukan dengan : blok naskah yang akan dicopy, kemudian klik copy pada toolbar standar. Setelah itu arahkan kursor ke tempat dimana hasil copy-an tersebut akan diletakkan dan klik icon paste.

Membatalkan Perintah

Saat kita melakukan suatu perintah akan tetapi perintah yang telah kita lakukan ternyata bukanlah perintah yang dimaksud sehingga hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Maka dapat dibatalkan dengan meng-klik undi pada toolbar standar.

C. Pengaturan Mistar (Rulers)

Ruller atau mistar adalah penentu batas sebelah kiri maupun batas sebelah kanan penulisan pada suatu lembar naskah. Oleh karena itu untuk menentukan batas sebelah kiri atau kanan dapat dilakukan dengan menggeser indent pada mistar.

Untuk menentukan batas awal penulisan naskah, gerakkanlah tan penanda awal naskah (first line indent) ke kanan atau ke kiri. Sedangkan untuk menentukan batas paragraf sebelah kiri gerakkanlah tab penanda batas kiri paragraf (left indent). Untuk menentukan batas margin sebelah kanan juga dapat dilakukan dengan menggeser penanda batas akhir penulisan naskah (right indent) yang terletak di sebelah kanan dari mistar (rules).

D. Menyimpan File

Apabila telah selesai dalam mengetikkan naskah, maka dapat menyimpan naskah tersebut dalam disket atau hard disk dan jika membutuhkan kembali naskah tersebut dapat dibuka. Klik icon save yang terletak pada toolbar standar, dan kemudian akan muncul jendela seperti di samping. Isilah kotak dialog file name dengan nama file yang dikehendaki, tentukan folder (sub directory) nama file tersebut akan disimpan.

E. Membuka File yang Tersimpan

File-file yang telah disimpan di dalam disket maupun di hard disk dapat dibuka kembali dengan meng-klik icon open dari toolbars standar. Setelah muncul jendela open seperti tampak pada gambar, tentukan di folder nama file tersebut disimpan dan kemudian apabila telah muncul nama file yang diinginkan, klik nama file tersebut kemudian klik open.

F. Menutup Lembar Kerja

Apabila telah selesai dalam mengetikkan naskah dan naskah tersebut sudah tidak diperlukan lagi atau ingin membuat naskah baru, sebaiknya lembar pengetikkan tersebut ditutup. Agar Microsoft Word tidak terlalu banyak membuat lembar kerja atau bila ingin keluar dari Microsoft Word dengan meng-klik fike pada baris menu disusul dengan klik close.

G. Keluar dari Microsoft Word

Untuk keluar dari Microsoft Word dengan meng-klik file pada baris menu diikuti dengan klik exit.

PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

A. Latar Belakang

Bahasa sangat pentintg dalam kehidupan. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan pendapat dan perasaan. Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui apa yang terjadi di dunia dan lingkungan sekitar. Setiap orang memiliki kemampuan berbahasa.

Seiring kita jumpai anak yang pandai bercerita dengan susunan kalimat yang benar sehingga orang yang mendengarkannya dapat menerima, memahami jalan cerita tersebut, ternyata anak tersebut belum sekolah.

Namun, ketika anak mulai sekolah dan mendapat pelajaran bahasa, keadaan menjadi terbalik. Bahasa yang semula merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan berubah menjadi pelajaran yang sulit (Goodman, 1986). Orang tua mengeluh tentang anaknya yang mendapat nilau kurang untuk pelajaran Bahasa Indonesia.

Pelajaran bahasa yang seharusnya menyenangkan dan mengasyikkan ternyata jauh dari harapan. Hal ini disebabkan karena di sekolah bahasa diajarkan secara terpisah-pisah. Terpisah maksudnya guru mengajarkan bahasa secara terpisah, misalnya membaca diajarkan pada jam yang berbeda dengan menulis, demikian dengan yang lainnya.

Di samping itu materi yang diajarkan terlihat artifilasi dan tidak relevan dengan kehidupan siswa, sehingga tidak menarik bagi siswa. Contoh pelajaran menulis, siswa diminta untuk menulis karangan tentang kehidupan di laut, padahal mereka belum pernah melihat laut, tentunya siswa akan kesulitan.

Untuk memperbaiki pengajaran bahasa di beberapa negara, seperti : Inggris, Australis, New Zealand, Kanada dan AS mulai menerapkan pendekatan Whole Language pada sekitar tahun 80-an (Routman, 1991). Whole Language adalah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh tidak terpisah-pisah. Para ahli Whole Language berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (Whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Oleh karena itu pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata bahasa dan kosa kata disajikan secara utuh bermakna dan dalam situasi nyata atau autentik.

B. Komponen-Komponen Whole Language

Whole Language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa, tentang pembelajaran dan tentang orang-orang yang terlibat dalam pembelajara. Orang-orang yang dimaksud adalah siswa dan guru. Whole Language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) diajarkan secara terpadu. Anda da[at mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponen-komponen yang tedapat dalam Whole Language.

Menurut Routman (1991) dan Froese (1991) ada delapan komponen Whole Language, yaitu :

  1. Reading aloud
  2. Journal writing
  3. Sustained silent reading
  4. Shared reading
  5. Guided reading
  6. Guided writing
  7. Independent reading
  8. Independent writing

Nah sekarang mari kita pelajari komponen Whole Language tersebut satu per satu. Mari kita mulai dengan reading aloud.

Reading aloud

Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya dengan suara keras dan intonasi yang baik sehingga setiap siswa dapat mendengarkan dan menikmati ceritanya. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama jika dilakukan di kelas rendah.

Manfaat yang didapat dari reading aloud, antara lain : meningkatkan keterampilan menyimak, memperkaya kosa kata, membantu meningkatkan membaca pemahaman, dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan minat baca pada siswa. Reading aloud juga dapat dilakukan dan baik dilakukan di kelas tinggi. Reading aloud dilakukan setiap hari saat mulai pelajaran.

Journal writing

Journal writing atau menulis jurnal. Bagi guru yang menerapkan Whole Language, menulis jurnal adalah komponen yang dapat dengan mudah diterapkan. Jurnal merupakan sarana yang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya, menceritakan kejadian di sekitarnya, membeberkan hasil belajarnya, dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan.

Menulis jurnal bukanlah tugas yang harus dinilai namun guru berkewajiban untuk membaca jurnal yang ditulis anak dan memberi komentar atau respons terhadap tulisan tersebut sehingga ada dialog antara guru dan siswa.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan menulis jurnal ini. Manfaat tersebut, antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan menulis. Dengan menulis jurnal siswa akan terbiasa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang kemudian membantunya untuk mengembangkan kemampuan menulis.
  2. Meningkatkan kemampuan membaca. Siswa secara spontan akan membaca hasil tulisannya sendiri setiap ia selesai menulis jurnal.
  3. Menumbuhkan keberanian menghadapi resiko. Menulis jurnal bukanlah kegiatan yang harus dinilai maka siswa tidak perlu takut untuk berbuat salah. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai sarana untuk bereksplorasi.
  4. Memberi kesempatan untuk membuat refleksi. Melalui jurnal siswa dapat merefleksi apa yang telag dipelajarinya atau dilakukannya.
  5. Memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi. Kejadian apa saja yang dialami oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat diungkapkan dalam jurnal. Dengan menghargai apa yang ditulis siswa akan membuat siswa merasa dihargai.
  6. Memberikan tempat yang akam dan rahasia untuk menulis. Terutama untuk siswa kelas tinggi, jurnal adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan pribadi. Jurnal ini sering disebut diary atau buku harian. Untuk jurnal jenis ini siswa boleh memilih apakah guru boleh membaca jurnalnya atau tidak.
  7. Meningkatkan kemampuan berpikir. Dengan meminta siswa menulis jurnal berarti melatih mereka melakukan proses berpikir, mereka berusaha mengingat kembali, memilih kejadian mana yang akan diceritakan, dan menyusun informasi yang dimiliki menjadi cerita yang dapat dipahami pembaca.
  8. Meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis. Melalui menulis jurnal siswa belajar tata cara menulis, seperti penggunaan huruf besar, tanda baca dan struktur kalimat (tata bahasa). Siswa juga mulia menulis dengan menggunakan topik, judul, halaman, dan subtopik. Mereka juga menggunakan bentuk tulisan yang berbeda, seperti dialog (percakapan) dan cerita bersambung. Semua ini diajarkan tidak secara formal.
  9. Menjadi alat evaluasi. Siswa dapat melihat kembali jurnal yang ditulisnya dan menilai sendiri kemampuan menulisnya. Mereka dapat melihat komentar atau respons guru atas kemajuannya.
  10. Menjadi dokumen tertulis. Journal writing dapat digunakan siswa sebagai dokumen tertulis mengenai perkembangan hidup atau pribadinya. Setelah mereka dewasa, mereka dapat melihat kembali hal-hal apa yang pernah anggap penting pada waktu dulu.

Sustained silent reading

Komponen Whole Language yang ketiga adalah sustained silent reading (SSR). SSR adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibavanya. Biarkan siswa untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut.

Guru dapat memberi contoh sikap membaca dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama. Pesan yang ingin disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah :

  1. Membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan.
  2. Membaca dapat dilakukan oleh siapapun.
  3. Membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut.
  4. Siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama.
  5. Guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca.
  6. Siswa dapat berbagi pengetahuan yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan SSR berakhir.

Shared reading

Komponen Whole Language yang keempat adalah shared reading. Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa dimana setiap orang mempunyai buku yang sedang dibacanya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini, yaitu :

  1. Guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah).
  2. Guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku.
  3. Siswa membaca bergiliran.

Maksud kegiatan ini adalah :

  1. Sambil melihat tulisan, siswa berkesempatan untuk memperhatikan guru membaca sebagai model.
  2. Memberikan kesempatan untuk memperlihatkan keterampilan membacanya.
  3. Siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar.

Dalam hal ini, anda telah melakukan shared reading. Sebaiknya anda meneruskan kegiatan ini dengan melibatkan keterampilan lain, seperti berbicara dan menulis agar kegiatan Anda menjadi kegiatan berbahasa yang utuh dan riel.

Guided reading

Komponen Whole Language yang kelima adalah guided reading. Tidak seperti pada shared reading, dimana guru lebih berperan sebagai model dalam membaca, dalam guided reading atau disebut juga membaca terbimbing, guru menjadi pengamat dan fasilitator. Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusikan buku yang sama. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan kritis, bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas.

Guided writing

Komponen Whole Language yang keenam adalah guided writing atau menulis terbimbing. Dalam menulis terbimbing peran guru adalah sebagai fasilitator, membantu siswa menemukan apa yang ingin ditulisnya dan bagaiman menulisnya dengan jelas, sistematis dan menarik. Guru bertindak sebagai pendorong bukan pengatur, sebagai pemberi saran bukan pemberi petunjuk. Dalam kegiatan ini proses writing, seperti memilih topik, membuat draft, memperbaiki, dan mengedit dilakukan sendiroi oleh siswa.

Independent reading

Komponen Whole Language yang ketujuh adalah independent reading. Independent reading atau membaca bebas adalah kegiatan membaca, dimana siswa berlesempatan untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya. Membaca bebas merupakan bagian integral dari Whole Language. Dalam independent reading siswa bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru pun berubah dari seorang pemrakarsa, model, dan pemberi tuntunan menjadi seorang pengamat, fasilitator, dan pemberi respons. Menurut penelitian yang dilakukan Anderson dkk (1988), membaca bebas yang diberikan secara rutin walaupun hanya 10 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa.

Dalam memperkenalkan buku, sebaiknya anda juga membahas tentang pengarang dan ilustrator yang biasanya tertuis di halaman akhir. Jika tidak ada keterangan tertulis tentang pengarang atau ilustrator, anda paling tidak dapat menyebutkan nama-nama mereka atau tambahkan sedikit informasi yang anda ketahui. Hal ini penting dilakukan agar siswa sadar, bahwa sesungguhnya buku itu ditulis oleh manusia bukan mesin.

Buku yang dibaca siswa untuk independent reading tidak selalu harus didapat dari perpustakaan sekolah atau kelas atau disiapkan guru. Siswa dapat saja mendapatkan buku daru berbagai sumber seperti perpustakaan kota/kabupaten, buku-buku yang ada di rumah, di toko buku, pinjam teman atau dari sumber lainnya.

Independent writing

Komponen Whole Language yang kedelapan adalah independen writing atau menulis bebas, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis, meningkatkan kebiasaan menulis, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dalam menulis bebas siswa mempunyai kesempatan untuk menulis tanpa ada intervensi dari guru. Siswa bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses menulis. Jenis menulis yang termasuk dalam independent writing antara laian menulis jurnal, dan menulis respons.

Jangan mencoba menerapkan semua komponen sekaligus karena akan membingungkan siswa. Contoh dengan satu komponen dulu dan perhatikan hasilnya. Jika siswa telah terbiasa menggunakan komponen tersebut kemudian mencoba lagi menerapkan komponen yang lain.

C. Ciri-Ciri Kelas Whole Language

Ada tujuh ciri yang menandakan kelas Whole Language. Pertama, kelas yang menerapkan Whole Language penuh dengan barang cetakan. Barang-barang tersebut tergantung di dinding, pintu, dan furniture. Label yang dibuat siswa ditempel pada meja, kabinet, dan sudut belajar. Poster hasil kerja siswa menghiasi dinding dan bulletin board. Karya tulis siswa dan chart yang dibuat siswa menggantikan bulletin board yang dibuat guru. Salah satu sudut kelas diubah menjadi perpustakaan yang dilengkapi berbagai jenis buku.

Kedua, di kelas Whole Language siswa belajar melalui model atau contoh. Guru dan siswa bersama-sama melakukan kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Over Head Projector (OHP) dan transparansi digunakan untuk memperagakan proses menulis. Siswa mendengarkan cerita melalui tape recorder untuk mendapatkan contoh membaca yang benar.

Ketiga, di kelas Whole Language siswa bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. Agar siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya maka di kelas tersedia buku dan materi yang menunjang.

Keempat, dikelas Whole Language siswa berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran. Peran guru di kelas Whole Language lebih sebagai fasilitator dan siswa mengambil alih beberapa tanggung jawab  yang biasanya dilakukan guru. Siswa membuat kumpulan kata (words banks), melakukan brainstorming dan mengumpulkan fakta. Pekerjaan siswa ditulis pada chart dan terpampang di seluruh ruangan. Siswa menjaga kebersihan dan kerapian kelas.

Kelima, di kelas Whole Language siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran bermakna. Siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang membantu mengembangkan rasa tanggung jawab dan tidak tergantung. Siswa terlibat dalam kegiatan kelompok kecil atau keinginan individual.

Keenam, di kelas Whole Language siswa berani mengambil resiko dan bebas bereksperimen. Guru di kelas Whole Language menyediakan kegiatan belajar dalam berbagai tingkat kemampuan sehingga semua siswa dapat berhasil. Hasil tulisan siswa dipajang tanpa ada tanda koreksi. Contoh hasil kerja setiap siswa terpampang di seputar ruang kelas.

Ketujuh, di kelas Whole Language siswa mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya. Ciri kelas Whole Language, bahwa pemberian feedback dilakukan dengan segera. Meja ditata berkelompok agar memungkinkan siswa berdiskusi, berkolaborasi, dan melakukan konferensi. Konferensi antara guru dan siswa memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri dan melihat perkembangan diri. Siswa yang mempresentasikan hasil tulisannya mendapatkan respons positif dari temannya. Hal ini dapat membangkitkan rasa percaya diri.

D. Penilaian dalam Kelas Whole Language

Di dalam kelas Whole Language, guru senantiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa. Secara informal, selama pembelajaran berlangsung, guru memperhatikan siswa menulis, mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ataupun diskusi kelas. Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru, penilaian juga dilakukan, bahkan guru juga memberikan penilaian saat siswa bermain selama waktu istirahat.

Kemudian, penilaian juga berlangsung ketika siswa dan guru mengadakan konferensi, guru memberikan penilaian pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain penilaian informal, penilaian juga dilakukan dengan menggunakan portofolio. Portofolio adalah kumpulan hasil kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. Dengan portofolio perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik.

Kisah 25 Nabi dan Rasul

SEJARAH SINGKAT

1. Nabi Adam AS.

Sesudah langit dan bumi, malaikat, jin dan iblis diciptakan maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi. Hal itu diutarakan kepada para malaikat, “Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di bumi”. Demikianlah Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat dan lumpur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh kedalamnya.

Adam merasa kesepian karena tidak memiliki pasangan. Allah maha tau, maka ketika Adam tertidur di bawah pohon yang teduh, Allah menciptakan manusia, yang berasal dari tulang rusuk Adam, yang bernama Hawa. Adam sangat terkejut, ketika terbangun, karena di sampingnya telah duduk seorang wanita cantik, indah dan menakjubkan. Wanita itu berkata bahwa ia akan mendampingi hidupnya. Mereka hidup bahagia di surga. Mereka boleh bersenang-senang sepuas hati, namun mereka dilarang untuk memakan buah khuldi.

Suatu ketika iblis berhasil masuk surga. Ia berusaha membujuk Adam dan Hawa untuk memakan buah khuldi, namun Adam dan Hawa tidak terbujuk rayuanya. Iblis tidak putus asa. Saat Adam dan Hawa baru berjalan-jalan keliling surga, mereka berdua kelelahan. Iblis mendekatinya dan menyuruh untuk memakan buah khuldi. Iblis berkata bila mereka memakan buah itu, maka akan hidup kekal tanpa mengalami kematian. Adam Hawa mulai mendengar perkataan iblis, iblis juga bersumpah atas nama Allah, kalau ia merasa kasihan dengan Adam Hawa. Kemudian Adam Hawa percaya dengan perkataan iblis dan kemudian mereka memakan buah tersebut. Allah mencela perbuatan mereka. Allah berkata jika syetan adalah mungsuh nyata mereka. Setelah makan buah itu, aurat mereka terbuka. Mereka menutup auratnya dengan daun yang ada di surga. Dengan tertunduk malu dan menyesal, mereka telah mengakui kesalahanya dan apabila Allah tidak mengampuni mereka dan memberi rahmat kepada mereka, maka mereka termasuk golongan orang yang merugi.

 

2. Nabi  Idris AS.

Nabi Idris adalah turunan keenam Nabi Adam. Menurut riwayat Nabi Idris bermukim di Mesir. Berdakwah untuk agama Allah. Serta memberi petunjuk kepada pengikutnya agar senantiasa menetapi kebenaran menyelamatkan diri dari siksan akhirat dan kehancuran serta kebinasaan dunia.

Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang yang pertama mengajarkan tentang menjahit, menata pakaian, ilmu falak, dan tulis menulis dengan pena. Menurut tafsir Ibnu Hatim, Nabi Idris wafat takala berada di langit ke 4 dan dibawa malaikat. Konon demikian cerdiknya Nabi Idris ini sehingga ia pernah melihat surga dan neraka.ia ingin menetap di surga itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak diperkenankan tinggal disana. Maka ia hendak kembali ke dunia. Nabi Idris tidak mau kembali ke dunia karena nyawanya telah dicabut maka ia memilih tinggal di langit.

 

3. Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh adalah orang cerdas dan sabar. Ia mengajak kaumnya melihat alam semesta ciptaan Allah. Langit dengan bulan bintang dan mataharinya, bumi dan kekayaan yang ada di dalamnya. Semua itu menjadi buti tanda kekuasaan dan keesaan Allah. Dakwah Nabi Nuh di lakukan dengan giatsiang dan malam.baik secara sembunyi dan terang-terangan. Nabi Nuh diangkat menjadi Nabi atau Rasul ketika usia 450 tahun dan wafat pada usia 950 tahun. Meski demikian pengikut Nabi Nuh hanya sedikit dan tidak lebih dari 100 orang. Pengikut Nabi Nuh kebanyakan hanya para kafir miskin para bangsawan, orang-orang kaya dan terpandang di masyarakat malah memusuhinya. Setelah dakwah disampaikan menemukan jalan buntu dan pengikutnya tidak bertambah maka Nabi Nuh mengadukan kaumnya itu kepada Tuhan dan berdoa. Allah mengabulkan doa Nabi Nuh dan memberi petunjuk agar Nabi Nuh membuat kapal yang sangat besar, dengan perahu itu Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman akan selamat, sedangkan kaumnya yang ingkar akan di tenggelamkan dengan banjir yang sangat besar sehingga tak seorangpun dari mereka ada yang selamat. Semua akan binasa.

 

4. Nabi Hud AS.

Nabi Hud adalah seseorang yang berlapang dada, berbudi tinggi, pengasuh, penyantun, sabar namun tegas dan cerdas. Beliau di utus ketengah-tengah kaumnya untuk menegakkan kebali ajaran yang benar. Mengembalikan umat yang tersesat dan begelimang dosa menuju jalan yang terang di bawah ampunan Allah. Tetapi ajakan Nabi Hud kepada kaumnya hanya di lecehkan. Bahkan mereka berani mencerca Nabi Hud dan perbuatanya makin keterlaluan, maksiat merajalela.

Allah menurunkan azab atas kedurhakaan mereka. Bangsa Add kemudian ditimpa musim kemarau panjang selama 3 tahun. Belum keadaan demikian Nabi Hud masih berkenaan memberikan peringatan kepada kaumnya. : “Hai kaumku, mohon ampunlah kamu kepada Allah, niscaya Allah akan menurunkan hujan yang deras atasmu dan menambah kekuatanmu dan berpalinglah dari dosa”

 

5. Nabi Shalih AS.

Nabi Shalih adalah keturunan Nabi Nuh AS. Menurut silsilah beliau adalah putra Ubaid bin Isamud bin Amir bin Iram bin Sam bin Nuh AS. Nabi Shalih diutus di tengah-tengah Tsamud, bekas reruntuhan kaum Add. Bangsa Tsamud ternyata lebih pandai dari kaum Add. Bangsa Tsamud mengerjakan dosa, kemaksiatan, kedurhakaan dan menyembah berhala. Nabi salih berkata pada kaumnya, agar kaumnya mau menyembah Allah, dan jangan menyembah selain Allah. Kaum Tsamud tak menghiraukan Nabi Shalih berdakwah tanpa mengharapkan upah dari kaumnya. Kaum Tsamud menuntut Nabi Shalih untuk mengeluarkan mukjizat. Nabi Shalih berdoa kepada Allah agar diberikan mukjzat dan Allah mengabulkan doanya. Orang-orang kafir terkejut melihat onta besar dan gemuk, Nabi Shalih berpesan supaya kaumnya memeras susu unta tersebut. Syaratnya jika hari ini unta minum air maka penduduk tidak boleh mengambil air sumur ataupun sebaliknya.

Suatu hari orang-orang kafir mengadakan sayembara, siapa yang dapat mebunuh unta tersebut maka berhak mendapat perempuan cantik. Ada 2 orang pemuda yang mengikuti sayembara tersebut dan berhasil membunuh onta tersebut. Nabi Shalih memberikan waktu 3 hari untuk bangsa Tsamud agar bertobat. Namun mereka tidak menghirokanya. Setelah 3 hari datanglah sebuah bencana yang amat besar.

 

6. Nabi Ibrahim AS.

Beliau adalah putra Aazar (Tarih) bin Jarih bin Tanur bin Siruj bin Ra’u bin Falij bin ‘Abir bin Syalh bin Arfaksyad bin Sam bin Nuh as.. Lahir di Faddam A’ran wilayah kerajaan Babilon, yang waktu itu di perintah raja bengis dan mempunyai kekuasaan absolut yaitu Namrudz sebelum lahir raja Namrudz bermimpi melihat seoarang anak lelaki dapat masuk ke dalam kamarnya lalu mencapai mahkota dan menghayutkanya. Ibrahim lahir dan dibesarkanya di goa. Suatu saat Ibrahim mencoba keluar dari goa ia sangat takjub. Nabi Ibrahim mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala. Ayah Ibrahim adalah pembuat berhala, dan Ibrahim mengajak ayahnya ikut dengan dia tapi ayahnya tidak mau. Nabi Ibrahim seorang Nabi yang cerdas dan ahli logika dan strategi yang ulung. Karena sudah merasa tidak aman Ibrahim dan istrinya memutuskan untuk pindah ke Syam (Palistina) Ibrahim dapat hidup tentram dan makmur dan harta yang berlimpah ruah.

 

7. Nabi Luth AS.

Anak dari saudara Nabi Ibrahim, ia ditugaskan di negeri Sadum (Sodom) penduduknya berkelakuan hina dan keji. Nabi Luth memberikan nasiahat padanyaagar mengingat adanya hari pembalasan dan ayazab allah yang sangat keji. Masarakatnya menentang Nabi Luth, para malaikat datang kerumah Nabi Luth dan menjelaskan kedatanganya, bahwa azab Allah akan datang pada kaum Luth, sebab itu Luth dan kaumnya pergi pada tengah malam. Kaum Nabi Luth yang durhaka itu dihujani dengan batu dari tanah yang terbakar.

 

8. Nabi Ismail AS.

Siti Hajar adalah ibu Nabi Ismail, karena perintah Allah Ibrahim neninggalkan Siti Hajar dan Ismail di Mekah yang saat itu tdak ada air dan tanaman.ketika bekal mereka habis, siti hajar berlari dari gunung Saffa dan gunung Marwa tetapi tak mendapatkan air, waktu kembali ke tempat anaknya, di tempat itulah keluar air. Saat Ismail dapat berlari dan berbicara, Allah memerintahkan untuk menyembelih ananknya, Ismail bersedia namun saat di sembelih Allah menggantikan Ismail dengan kambing besar. setelah besar Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim di perintahkan mendirikan Ka’bah. Setelah selesai mereka diperintahkan untuk mengajak kaumnya menunaikan Haji.

 

9. Nabi Ishak AS

Ishak adalah putra Ibrahim dari istrinya Sarah. Pada saat Ishak menjadi Nabi, umatnya bisa hidup dengan tenang dan rukun dan diberi rahmat kemakmuran yang melimpah ruah oleh Allah.

 

10. Nabi Ya’qub AS.

Dari pasangan Nabi Ishak dan Rifqah, lahirlah 20 orang putra pertama Ish dan kedua Ya’qub. Ish sangat disayangi ayahnya. Sedang Ya’qub disayangi ibunya.

Pada saat usia lanjut, Nabi Ishak tak dapat melihat. Ia sering dilayani oleh Ish. Ish pandai berburu dan sering mendapat kijang. Sedang Ya’qub senang berada di Ruah mempelajari ilmu-ilmu agama. Ish iri terhadap adiknya yang mendapat doa baik dari ayahnya, Ish mengancam akan membunuh Ya’qub maka Ishak memerintahkan pergi ke negeri Faddan Araam di Irak. Ia berjalan di malam hari karena sebab itu anak keturunanya anak Israil artinya berjalan malam.

Ia sampai di Irak dengan selamat, ia bertemu dengan pamanya. Pamanya berkata : kau boleh tinggal di sini, kau akan ku kawinkan dengan anakku, tapi syaratnya kau harus mengembalakan ternakku yang banyak selama 7 tahun inilah maharnya. Ya’qub setuju, setelah 7 tahun bekerja ia dikawinkan dengan putri pamanya yang bernama Layya. Kemudian mengembalakan kambing lagi selama 7 tahun dan dikawinkan dengan Rahil adik Laylya.

 

11. Nabi Yusuf AS.

Yusuf adalah putra Nabi Ya’qub. Diantara 12 orang anak-anak Ya’qub, Yusuf dan Bunyaminlah yang paling dicintai, hal ini menimbulkan iri hati saudara-saudaranya. Yusuf wajahnya sangat tampan dan lebih tampan dari saudara-saudaranya yang lain. Ketika ia di tinggal ibunya (meninggal) ia makin disayang oleh ayahnya. Pada suatu malam ia bermimpi, ia  melihat 11 bintang bulan dan matahari bersujut kepadanya esok harinya ia ceritakan hal itu kepada ayahnya. “11 bintang adalah saudara-saudaramu, matahari adalah ayahmu dan bulan adalah ibumu. Semua akan menghormatimu, kelak kau akan menjadi orang besar maka jangan sampai saudara-saudaramu tahu, jika saudaramu tahu maka ia akan mencelakakanmu. Namun tanpa sepengetahuan Yusuf dan ayahnya ada salah seorang saudaranya mengetahui pembicaraan ayahnya itu mereka makin membenci Yusuf  dan berusaha mencelakakannya. Pada suatu hari ia mengajak Yusuf untuk berburu. Mula-mula Nabi Yaqub tidak mengijinkan, tetapi setelah Ia mengajukan kesanggupannya untuk menjaga Yusuf, Ia tidak melarangnya lagi.

Di tengah hutan tiba-tiba mereka menyekap Yusuf dan memasukkan ke sumur, namun sebelum itu ia melepas bajunya dilumuri darah hewan buruannya, setelah pulang ia mengatakan kepadanya kalau Yusuf dimakan srigala hingga bajunya berlumuran darah. Nabi Ya’qub sangat sedih dan ia menangis sehingga matanya buta.

Tidak beberapa lama Yusuf di dalam sumur, ada serombongan kafilah yang hendak mengambil air, mereka menemukanya Yusuf, mereka akan menjual Yusuf kenegeri Mesir, sesampai di Mesir Yusuf benar-benar dijual sebagai budak, pembelinya adalah seorang mentri bernama Kitfir, kemudian diserahkan kepada istrinya yang bernama Zulaiha. Mereka tidak mempunyai anak, mereka bermaksud menjadikanya anak angkat. Kini Yusuf hidup di lingkungan istana dan dijadikan kepala pelayan di istana, setelah sang raja mengetehui kebenaran dan kesucian Yusuf, ia mengangkat Yusuf menjadi mentri ekonomi kerajaan Mesir.

 

12. Nabi Ayyub AS.

Ayyub adalah orang yang kaya raya. Allah memberi cobaan yang  dialaminya. Setelah menjadi orang yang kaya raya, Allah menjadikan orang yang miskin, anak-anaknya mati, selain itu Ayyub juga sakit kudis dan penyakit berbahaya, teman-temanpun menjauhinya dan Ayyub diusir oleh tetangganya. Istrinya semakin lama enggan bila di suruhnya. Karena marahnya Ayyub akan meukul istrinya seratus kali. Setelah sembuh nazar Nabi Ayyub tidak di perkenankan oleh Allah setelah itu Nabi Ayyub mengikat lidi yang berjumlah 100 dan dipukulkan satu kali ke istrinya.

 

13. Nabi Dzulkifli AS.

Dzulkifli adalah anak Nabi Ayyub. Seorang raja tua mengadakan sayembara, barang siapa yang dapat berpuasa pada waktu siang dan malam hari melaksanakan shalat dia akan menjadi penggantinya. Akhirnya Dzulkifli menjadi raja. Suatu hari datanglah syetan yang menyamar menjadi manusia, namun dia tetap sabar menghadapinya. Saat terjadi peperangan dan umatnya meminta jaminan atas keselamatan mereka Ia pun berdoa kepada Allah, Allah mengabulkanya.

 

14. Nabi Syuaib AS.

Walau dengan usaha keras, Syuaib menyampaikan nasihat dan peringatan. Namun mereka tidak pernah menghiraukan sama sekali. Sebagai balasan, Allah memberikan azab berupa sambaran petir dan gempa bumi. Setelah itu Syuaib berdakwah kepada kaum Ashabul Aikah dan mengajak mereka malah membantah. Tiba-tiba datang awan yang menaungi dengan awan hitam pekat dan guntur yang menghancurkan merka.

 

 

15. Nabi Musa AS.

Dahulu Mesir dipimpin oleh Fir’aun. Dahulu anak laki-laki harus dibunuh. Ibu Musa menghanyutkan ke dalam sungai Nil. Permaisuri Fir’aun melihat dan membawa ke istana. Karena rayuan permaisuri Fir’aun mau merawat bayi itu. Saat dewasa Musa membunuh kelompok Fir’aun dan karena itu ia dikejar-kejar dan ia pergi. Di jalan ia bertemu 2 wanita dan menolong mereka mengambilkan air. Mereka adalah putri Nabi Syuaib. Musa diambil menantu. Tidak berapa lama kemudian, Musa kembali ke Mesir. Di Mesir dia bertarung dengan para ahli sihir. Musa mengalahkan para tukang sihir itu. Musa mendapat wahyu agar pergi ke Palestina. Fir’aun mengetahui hal itu dan mengejarnya. Sampai di Laut Merah, Musa memukulkan tongkatnya. Seketika laut terbelah. Musa dan pengikutnya melewatinya, Fir’aun pun juga melewatinya. Setelah sampai di tepi, Nabi Musa kembali memukulkan tongkatnya. Fir’aun dan pengikutnyapun tenggelam saat Nabi Musa sampai di Palestina, Bani Istrael tidak mau memasuki palestina.

 

16. Nabi Harun AS.

Mengisahkan Nabi Harun tidak bisa lepas dari kisah Nabi Musa karena Ia adalah juru bicara Nabi Musa. Kini tibalah Nabi Musa menerima wahyu dari Allah. Ia telah memerintahkan Nabi Harun menjaga umatnya jangan mereka sampai kufur, lalu Nabi Musa naik ke gunung Thursina untuk ber khalwat. Di atas gunung lalu Ia memohon kepada Allah : Ya Tuhan dapatkah aku melihat Engkau. Allah berfirman : engkau tidak sanggup melihatKu tetapi cobalah lihat bukit itu, jika Ia dapat berdiri tegak maka kau akan dapat melihatku. Selanjutnya Allah menurunkan kitap Taurat yang berupa kepingan-kepingan batu, di dalamnya tertulis pedoman hidup dan penuntun ibadah kepada Allah SWT. Ketika Nabi Musa turun dari bukit Ia terkejut kaumnya telah tersesat mereka membuat patung anak sapi yang terbuat dari emas. Lalu Nabi Musa memerintahkan kaumnya untuk bertaubat kepada Allah. Diantara kaumnya diajak ke bukit Thursina untuk memohon ampun buat kaumnya. Setibanya di bukit datanglah awan tebal yang menyelimuti seluruh buklit, Nabi Musa dan kaumnya masuk ke dalam awan itu dan mereka segera bersujud. Selagi bersujud mereka mendengar percakapan Nabi Musa dengan Tuhannya. Pada saat itu timbulah dalam benak mereka untuk melihat Allah. Setelah Nabi Musa selesai bercakap-cakap dengan Allah, mereka berkata kepada Nabi Musa “kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami dapat melihat Allah dengan terang”. Sebagai kontan atas kelancangan mereka itu Allah mengirim halilintar yang menyambar dan merenggut nyawa mereka. Nabi Musa sedih melihat nasib mereka, karena mereka orang-orang terbaik yang di kumpulkan dari kaumnya. Ia memohon kepada Allah agar mereka di ampuni dosanya dan di hidupkan lagi, dan Allah mengabulkan doanya.Nabi Musa kemudian menyuruh orang-orang itu bersumpah untuk berpegang teguh dengan kitap Taurat sebagai pedoman hidup. Melaksanakan perintahnya dan menjahui larangannya.

 

17. Nabi Daud AS.

Sesudah Nabi Harun dan Nabi Musa wafat, kaum Bani Israel dipimpin oleh Yusya bin Wun. Mereka dapat menguasai tanah Palistina dan bertempat tinggal di istana. Namun setelah Yusya’ bin Nuh meninggal, mereka terpecah belah. Isi kitab taurot berani mereka rubah dan ditambah-tambah. Ahirnya hilanglah kesatuan persatuan mereka, tanah Palistina diserbu dan dikuasai bangsa lain. Bani Israel menjadi bangsa jajahan yang tertindas, mereka meridukan pemimipin yang tegas dan gagah berani melawan penjajah. Lalu Nabi Daud di angkat sebagai pemimpin perang, Ia selalu menang dan Ia diangkat sebagai raja. Nabi Daud diistimewakan Allah, yaitu dengan ditundukanya gunung-gunung supaya memuji Allah dan Nabi Daud pada waktu pagi siang dan malam, demikian pula burung-burung telah ditundukan kepada Daud untuk berkumpul memuji Allah dan Daud. Mukjiat Nabi Daud di antaranya besi dapat dilunakkan seperti lilin dan dapat dirubah seperti kehendaknya. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud adalah kitap Zabur yang berisikan pelajaran, peringatan dan nyanyian pujian kepada Tuhan.

 

18. Nabi Sulaiman AS.

Nabi Sulaiman adalah putra Nabi Daud, keistemewaan Nabi Sulaiman adalah dapat berbicara dengan binatang, menguasai jin dan setan.

Hampir tak seorangpun yang mengetahuinya kematian Nabi Sulaiman. Baik dari golongan jin maupun manusia. Nabi Sulaiman baru mengetahui setelah tongkatnya bersandar rapuh dimakan rayap dan beliau jatuh tersungkur di lantai. Doa Nabi Sulaiman dikabulkan oleh Allah agar tak seorangpun memiliki kerajaan besar kaya raya seperti kerajaan Nabi Sulaiman. Walaupun kaya raya Nabi Sulaiman tetap tunduk dan patuh kepada perintah Allah.

 

19. Nabi Ilyas AS.

Kaum Nabi Ilyas itu menyembah patung yang di sebut Ba’al. Nabi Ilyas mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala itu dan hanya kepada Allah saja, tetapi mereka tidak mau, mereka tetap membangkang dan mengejeknya. Mereka malah merencanakan akan membunuh Nabi Ilyas. Allah tidak membiarkan hambanya yang shaleh dan iklas beramal itu dianiaya orang-orang kafir. Kaum durhaka itu diazab dengan datangnya musim kemarau yang panjang beberapa tahun lamanya. Barulah mereka ingat Nabi Ilyas, mereka datang kepadanya mohon agar didoakan supaya hujan turun. Setelah hujan turun mereka melupakan Nabi Ilyas. Maka datanglah azab Allah. Mereka ditimpa gempa bumi yang dahsyat sehingga mati dan bergelimpangan. Sedang Nabi Ilyas dan para pengikutnya diselamatkan oleh Allah.

 

20. Nabi Ilyasa AS.

Seperti yang disebut dalam Al-Qur’an : “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli, semuanya termasuk orang-orang yang paling baik”. Nabi Ilyasa, adalah pengikut Nabi Ilyas. Sejak kecil beliau sudah taat kepada Allah. Setelah Nabi Ilyas wafat, maka beliau diangkat menjadi Nabi dan Rosul. Pada masa Nabi Ilyasa, penduduk Bani Israel hidup rukun, tentram dan makmur karena bertakwa dan berbakti kepada Allah. Setelah beberapa tahun kemudian Nabi Ilyasa, wafat. Kaum Bani Israel sangat sedih kehilangan beliau.

 

21. Nabi Yunus AS.

Nabi Yunus bin Mata termasuk orang yang salih, sejak sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rosul beliau memang seorang ahli ibadah yang tekun. Namun beliau ada kelemahanya yaitu mudah hilang harapan. Ia mengajak kaumnya meninggalkan berhala dan menyembah Allah, tetapi hanya 2 orang yang mau. Yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil seorang yang alim dan bijaksana, Tanuh seorang yang tenang dan sederhana.

Nabi Yunus mengacam kaumnya jika tidak mau insaf, beliau akan meninggalkan mereka dan Allah akan menurunkan siksa selama 40 hari. Setelah 40 hari tiba-tiba munculah awan gelap di pagi hari “Bertambah siang mereka melihat cahaya mereka seperti api hendak turun dari langit. Mereka ketakutan, berbondong-bondong mencari Nabi Yunus tetapi tidak ketemu. Mereka bertobat dan menjalankan ajaran Nabi yunus. Siksa tak jadi diturunkan”.

Tiba di tepi laut Nabi Yunus menumpang kapal. Di tengah laut kapalnya oleng di hantam ombak. Nahkoda memutuskan untuk melempar Nabi Yunus. Seekor ikan pus besar diperintahkan Allah menelan Nabi Yunus. Di dalam perut ikan itulah Nabi Yunus sadar akan kesalahanya telah meninggalkan kaumnya. Atas kesungguhanya dalam berdo’a dan karena rahmat Allah maka Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus. Ia tiba di tepi pantai dalam keadaan sakit dan lemah. Kaumnya menyambut kedatanganya dengan gembira. Tak kurang dari 100.000 orang telah diseru Nabi Yunus untuk menyembah Allah.

 

22. Nabi Zakaria AS.

Umur Nabi Zakaria dan istrinya sudah tua. Padahal sejak usia muda, mereka mendambakan seorang putra. Pekerjaan Nabi Zakaria adalah sebagai tukang kayu, tetapi dakwah yang dilakukan untuk membimbing umat lebih diutamakanya, siang malam ia berdoa bersama istrinya. Ahirnya doanya di kabulkan. Istrinya mengandung. Sesudah diberikan anak laki-laki di beri nama Yahya.

Sesudah dewasa Nabi Yahya beristri Isya binti Fakud bin Miyal. Isya mempunyai saudara perempuan bernama Hanah. Hanah diperistri oleh Imron. Dari pasangan Hanah dan Imron ini lahirlah Maryam, Ibu Nabi Isa. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya dikenal sebagai Nabi yang gigih memperjuangkan ajaran Allah.

 

23. Nabi Yahya AS.

Nabi Yahya adalah anak dari Nabi Zakaria. Nabi Yahya adalah Nabi yang bertakwa dan berbakti kepada orang tuanya.

 

24. Nabi Isa AS.

Isa lahir dari wanita suci yang tidak punya suami. Saat hamil Maryam mengasingkan diri. Setelah Isa lahir dan dibawa ke tengah masyarakat, Maryam mendapat berbagai tuduhan. Isa yang saat itu masih kecil dapat berbicara. Nabi isa wafat bukan karena dibunuh atau disalib, yang mereka salib adalah dari golongan mereka sendiri yang mirip dengan Nabi Isa as.

 

25. Nabi Muhammad SAW

Lahir dari ibu yang bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah. Pada 12 Rabiul Awal tahun gajah, pada usia 7 bulan di kandungan, ayahnya meninggal. Dan saat umur 6 tahun ibunya meninggal. Setelah itu nenek yang mengasuhnya meninggal dunia. Kemudian dia ikut pamannya, pada usia 11 tahun Muhammad ke Syam bersama pamannya dan bertemu pendeta. Pendeta itu menceritakan kerasulan Muhammad dan menasehati paman Muhammad untuk segera membawa Muhammad kembali ke Mekkah.

Saat usia 15 tahun Muhammad menyaksikan perang Fijar. Setelah dewasa ia berdagang untuk Siti Khodijah dan akhirnya menikah. Pada usia 40 tahun Muhammad mendapatkan wahyu yang pertama di gua Hira’. Muhammad menyiarkan agama secara sembunyi-sembunyi, karena penganiayaan maka Nabi Muhammad dan kaumnya hijrah ke Habsyah. Kaum quraisy melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Mutholib. Namun banyak yang menghentikan sehingga keadaan kembali ke semula. Karena kematian istrinya Siti Khodijah dan Abu Tholib, kaum Quraisy semakin menyakiti Nabi. Akhirnya Nabi pergi ke Thaif, Nabi Muhammad melakukan Ira’ Mi’raj pada malam 27 Rajab tahun ke-11 sesudah beliau diangkat menjadi rasul. Saat berhaji, Nabi melakukan perjanjian dengan orang Yasrik dan disebut dengan perjanjian Aqobah. Rasulullah Hijrah ke Madinah. Pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awal tahun 1 Hijriah Nabi tiba di Quba. Disana Nabi mendirikan masjid yang pertama. Pada tanggal 12 Rabiul Awal Nabi tida di Madinah dan disambut dengan meriah. Dalam enciptakan suasana tentram, damai dan aman.

Rasulullah mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan tanggal 17 tahun 2 Hijriah, yang dimenangkan oleh umat Islam. Perang uhud pada bulan Sya’ban tahun 3 Hijriah. Dimenangkan kaum Quraisy karena umat Islam tidak menghiraukan perintah Nabi untuk tetap bertahan diatas gunung. Selain itu masih banyak peperangan yang terjadi yaitu perang Khandaq, perang Mu’tah, perang Tabuk dan lain-lain. Perjanjian Huddaibiyah terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi dan kaum Quraisy dipimpin Abu Sofyan pada bulan Dzulhijjah 6 H. Tiga bulan sebelum Nabi Muhammad wafat, yang dikerjakan pada tanggal 25 Dzulqaidah 10 H diikuti 100.000 orang.

Beliau meninggalkan umatnya berupa Al Qur’an dan Hadits. Sebagaimana sabda Nabi yang pernah disampaikan dalam khotbah Jum’at di Masjid Namirah, yang artinya : Kutinggalkan untukmu dua perkara tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah Rasulullah (Al Hadits)”.

MEKANISME DEMOKRASI PANCASILA

A. Demokrasi Pancasila dan Pelaksanaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Demokrasi Pancasila adalah suatu paham demokrasi yang diintegrasikan (diliputi dan dijiwai) oleh sila-sila dalam Pancasila. Identitas demokrasi Pancasila adalah sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dalam demokrasi Pancasila terkandung 2 9dua) asas pokok, yakni asas kerakyatan dan asas musyawarah mufakat.

Musyawarah mufakat adalah asas atau dasar yang membedakan demokrasi Pancasila dengan demokrasi lainnya, seperti :

  1. Demokrasi liberal yang menganut sistem voting dan dominasi mayoritas.
  2. Demokrasi rakyat yang menganut pemusatan kekuasaan.

Sumber hukum demokrasi misalnya :

  1. Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4
  2. UUD 1945 pasal 1 ayat 2

Pedoman operasional demokrasi Pancasila adalah ketetapan-ketetapan MPRS/MPR. Unsur-unsur yang terkandung dalam demokrasi Pancasila :

  1. Kesadaran bereligius (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan menolak atheisme.
  2. Berpangkal kebenaran dan kecintaan kepada tanah air dan bangsa.
  3. Berlandaskan budi pekerti yang luhur dan berkepribadian Indonesia.
  4. Keseimbangan antara individu dan masyarakat, manusia dan lingkungannya serta manusia dengan Tuhannya.
  5. Berlandaskan tinjauan lahir dan batin.

Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi oleh semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan sehingga dapat dihindari adanya dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Sebagai contoh, dalam mengambil keputusan dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat sehingga semua pendapat dapat ditampung, dihargai, dan dibahas untuk kemudian diambil kata sepakat. Oleh karena itu, tidak ada pihak yang kalah atau menang, semua pihak akan merasa puas.

Musyawarah mufakat hendaknya dilakukan dengan :

  1. Semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengambil keputusan dengan seadil-adilnya.
  3. Tetap menjaga keselarasan, keserasian, dan kesimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghargai dan menghormati pendapat, pikiran atau gagasan orang lain.
  5. Semangat tolong-menolong dan kerjasama untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
  6. Berusaha bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam musyawarah mufakat adalah :

  1. Setipa peserta harus diberi kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk mengemukakan pendapat.
  2. Pendapat yang dikemukakan mempunyai kesediaan mendengar dan mempertimbangkan pendapat orang lain.
  3. Tiap peserta harus mempunyai kesediaan mendengar dan mempertimbangkan pendapat orang lain.
  4. Tujuan keputusan yang akan diambil haruslah untuk kepentingan bersama dengan memperhatikan kepentingan tiap-tiap anggota sehingga harus dicari keselarasan antara kepentingan bersama dan kepentingan individu.

B. Kehidupan yang Berasaskan Musyawarah Mufakat

Secara ideal konstitusional wajah demokrasi Pancasila bersumberkan pada tatanan nilai sosial dan budaya bangsa. Adapun identitas demokrasi Pancasila adalah pada sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, yang dijiwai oleh sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sila persatuan Indonesia dan menjiwai serta meliputi sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adapun di dalam sila keempat Pancasila itu terkandung makna bahwa untuk menyelesaikan persoalan atau masalah hendaknya ditempuh dengan jalan pembahasan bersama atau ditempuh dengan musyawarah mufakat. Untuk itu, rakyat Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah ini. Hal ini dapat dilihat dalam praktik kehidupan sejak jaman nenek moyang kita dulu bahwa manusia selalu hidup bersama, hidup dengan manusia lain, hidup dengan lingkungan alam, adat istiadat yang dapat mempengaruhi cara hidup manusia. Paham demokrasi bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, karena paham ini sesungguhnya telah mendarah daging pada rakyat Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan musyawarah adalah pengambilan keputusan secara bersama atas dasar saling menghormati, menghormati setiap pendapat yang dikemukakan. Singkatnya musyawarah adalah cara merumuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat. Hal tersebut sudah dipraktikkan sejak dahulu di kalangan adat bahkan sampai sekarang, dan merupakan anjuran untuk dilaksanakan dalam lembaga-lembaga pemerintahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan musyawarah sesuai dengan sifat dan sikap bangsa Indonesia.

C. Meningkatkan Pengalaman Demokrasi Pancasila dalam Berbagai Kegiatan

Demokrasi Pancasila tidak hanya diterapkan dalam kehidupan politik yang mengatur tentang masalah politik negara, tetapi juga mengatur masalah-masalah yang menyangkut kehidupan ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Hal itu berarti demokrasi Pancasila dapat dikembangkan dan diamalkan dalam berbagai kegiatan hidup, baik kegiatan di bidang kehidupan beragama, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Daliman, dkk. 1986. Tata Negara kelas 2, 3. Solo : Tiga serangkai.

Cerpen dan Drama (Mengenangmu)

ALUR CERITA

 

Kisah cinta antara Vano dan Shevy berawal ketika Shevy ditabrak Vano pada hari pertama masuk sekolah. Kian lama Vano menyukai Shevy. Saat di taman, Vano menyatakan perasaan sukanya pada Shevy. Tetapi Shevy belum memberi kepastian pada Vano. Kemudian Exi marah-marah dan menampar Shevy. Saat Vano mengetahui peristiwa itu, Vano menampar Exi.

Beberapa ahri kemudian, Vano kecelakaan dan lukanya sangat parah. Lalu Vano diajak tante Luna ke Singapura untuk operasi plastik. Setelah kembali ke Indonesia, Vano akan memberi kejutan pada Shevy. Akan tetapi setelah Vano tiba di rumah Shevy, Shevy sedang daam keadaan sakit. Shevy terkena penyakit kanker darah. Semua teman-teman Shevy datang ke rumahnya, termasuk Exi dan Naya. Kemudian Shevy menyatukan Vano dan Exi, meskipun Vano sangat kecewa sekali terhadap Shevy. Setelah menyatukan Vano dan Exi, Shevy menghembuskan nafas terakhirnya. Shevy pergi untuk selama-lamanya. Shevy meninggalkan sejuta kenangan.

ADEGAN I

Lembutnya belaian kasih sayang dari orang tua, memang tak akan pernah dirasakan oleh seorang Vano Ringga Ditya. Remaja yang baru menginjak 17 tahun ini, telah ditinggalkan orang tuanya sedari kecil. Entah kemana orang tuanya pergi, Vano takkan pernah tahu. Harta kekayaan yang melimpah ruah, takkan pernah sanggup untuk menepis kesepiannya. Hari demi hari telah dilaluinya tanpa kehadiran orang tua doi sisi Vano. Vano hanya diasuh dan dibesarkan oleh tantenya yang kebetulan tidak memiliki seorang anak. Maka dari itu, Vano menganggap tantenya itu seperti orang tuanya sendiri.

Pagi itu sang mentari telah memancarkan sinar indahnya ke alam semesta. Untuk hari pertama masuk sekolah di kelas XI SMA ini, Vano tidak ingin melakukan kegiatan seperti biasanya, yaitu terlambat masu kelas. Mulai sekarang, Vano ingin menjadi lebih baik lagi. Pagi ini Vano sangat terburu-buru sekali, arena sudah hampir pukul 07.00.

Vano             :   “Tante….!!! (berdiri di depan pintu sambil setengah berteriak) Vano berangkat duolu ya, Assalamu’alaikum….” (pergi begitu saja tanpa mendengar salam dari tanteny)

Tante Luna    :   (lari tergopoh-gopoh dari dapur, sambil membawa serbet piring di pundaknya) “Wa’alaikum salam…. hati-hati ya, nak…! (mengeluh) Dasar anak muda jaman sekarang, eblum dijawan salamnya ja, udah keburu pergi. Aaahhh… udah lah nggak pa-pa…” (pergi menuju dapur kembali

Sesampai di sekolahan, Vano disambut dua temennya yang sudah lengket sedari kecil. Siapa lagi kalau bukan Ncho dan Kevyn.

Vano             :   “Hai Kev….. Nyc……! Gimana liburannya, seru nggak…???” (sambil menjabat tangan kedua sohibnya itu secara bergantian)

Nycho           :   “Yoi, seruuu banget pastinya. Malahan tuh ya, kemarin itu aku ke Paris segala….” (berucap kagum)

Kevyn           :   “Yaa… biasalah, palingan juga aku ke Amrik. Sebenernya sih aku udah bosen kesana mlulu, abis tiap kali liburan pasti kesana….”

Nycho           :   “Wuihhhh…. canggih bener sih, Kev……??!!?”

Kevyn           :   “Ya, iyalah…. Siapa dulu dong, Kevyn…..” (tertawa lepas diikui Nyvho dan Vano)

Karena terlalu happy, Vano nggak melihat kalau ada 3 cewek di depannya. Alhasil, Vano menabrak salah satu di antara mereka (sebut saja Shevy) dan buku yang dibawa oleh Shevy tersebut berceceran menghiasi lantai. Dengan segera Vano membantu mengambilkan buku Shevy yang jatuh berceceran di lantai.

Vano             :   (sambil membantu Shevy mengambilkan buku) “Sorry ya….. aku tadi nggak sengaja….” (memberikan buku pada Shevy)

Shevy            :   (tersenyum dan menerima bukunya) “Ya, nggak pa-pa kok. Aku juga tau kalo kamu nggak sengaja nabraknya….”

Essa               :   (agak marah) “Makanya, kalo jalan pake mata dong….!! jangan pake mata kaki. Liat tuh gara-gara kecerobohan kamu itu, temen ku jadi jatuh, tau….??!!”

Ovi                :   (setengah berbisik di telinganya Essa) “Bukan Shevy yang jatuh, tapi bukunya….”

Essa               :   Oya sorry…. maaf, kliru, bukan temen aku ding yang jatuh, tapi bukunya, he…. he…. he……”

Nycho           :   “Makanya kalo ngomong yang bener, jangan asal ngomong aja….?!!”

Vano             :   (menahan tawa) “Ya maaf deh kalo gitu…. aku tadi kan ngggak sengaja, lagian temen kamu juga nggak luka parah kok, dan nggak perlu dibawa ke rumah sakit sehala kan…??”

Essa               :   “Tapi kan kalo tadi Shevy jatuh gimana? Terus kepalanya kebentur lantai, gimana? Terus kepalanya berdarah, lalu Shevy pingsang? Itu kan namanya luka parah….???!!”

Obi                :   (menggertak) “Essa….! Jangan gitu dong, kan Shevy udah nggak pa-pa….”

Nycho           :   “Vi… temen kamu kayaknya perlu diperiksain lagi, deh….!!??”

Kevyn           :   “Liat aja tuh, suhu kepalanya aja udah ncapai 180o Celcius. Kan bahaya banget tuh…??” (tertawa, diikuti yang lainnya kecuali Essa yang mulai ngambek)

Ovi                :   (merangkul pundak Essa) “jangan ngambek gitu dong, Sa…?? kan kita semua cuman bercanda….??”

Essa               :   “Iya bercanda…. tapi jangan kelewatan gitu dong…!???”

Shevy            :   “udah…. udah…. kalian nggak perlu ribut gitu dong, kan aku udah nggak pa-pa. Oya…. Vi… Sa….  kita ke kelas dulu, yuk…??! Kalo gitu aku duluan ya…. Makasih ya Van udah bantuin ambilin buku-buku ku…” (pergi meninggalkan dan melempar senyum kepada Vano)

Vano             :   “Sama-sama….” (membalas senyuman Shevy dan memandang cewek itu, hingga mereka bertiga memasuki kelasnya)

Vano             :   “Nyc… Nycho, siapa sih cewek tadi? Kok, kayaknya aku belum pernah liat dia deh…??”

Nycho           :   “Cewek yan gmana? Cewek yang tadi itu kan banyak banget….??”

Vano             :   “Itu tuh… yang abis aku tabrak tadi….!!”

Kevyn           :   “Oooooo….. kalo yang kamu tabrak itu namaya Shavy Ardila Prananda. Tapi manggilnya cukup Shevy aja. Dia anak IPS 3, emang sih dia jarang kelihatan, karena kegiatannya tuh di perpus mlulu kalo di sekolahan. Oya… dia tinggal sama kakaknya, namanya Kak Shiva….”

Nycho           :   “Kok kamu tau sih…???”

Kevyn           :   “Lhoh… aku kan tetangganya dia, jelas aja aku tau tentang dia….!!?”

Vano             :   “Pantesa aja kamu lancar critanya….”

Setelah itu mereka bertiga memasuki kelas barunya masing-masing di kelas XI.

 

ADEGAN 2

Sejak peristiwa itu, Vano memikirkan Shevy terus. Bayang-bayang Shevy selalu menghantui langkah-langkah Vano. Wajah kalem Shevy nampak melintasi alam pikirnya. Vano tidak bisa melenyapkan bayang-bayang wajah Shevy dari pikirannya. Rupanya Shevylah yang membuat hidupnya yang jadi tak tentram.

Kian lama, Vano tidak dapat memendam rasa ini pada Shevy. Akhirnya setelah berunding dengan Nycho, Kevyn dan Tante Luna, Vano memutuskan untuk melepaskan panah asmaranya kepada Shevy. Keputusan Vano sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Vano telah mengatur waktu dan kondisi yang tepat untuk mengutarakan maksudnya kepada Shevy.

Keesokan harinya, saat Shevy sedang baca buku sendirian di taman, Vano datang membawa seuntai bunga mawar yang disembunyikan di balik punggungnya.

Vano             :   (mendekati Shevy) “Ehmm…. boleh duduk, nggak…???”

Shevy            :   (tanpa memperhatikan Vano) “Silakan aja, nggak ada yang nglarang kok….??”

Vano             :   (duduk di sebelah Shevy) “Serius amat sih bacanya…???”

Shevy            :   (cuek, dan tetep konsen sama bukunya) “Ya nggak pa-pa kan…???”

Vano             :   (ragu-ragu) “Aku boleh ngomong sesuatu nggak???”

Shevy            :   (tetep nggak menghiraukan Vano) “Ngomong aja…. emang dari tadi kamu nggak nyadar ya, kalo kamu udah ngomong? Disini juga nggak terpampang poster “dilarang ngomong” kan? Ya… jadi ngomong aja….”

Vano             :   (agak jengkel) “Kamu jutek banget sih….??”

Shevy            :   (masih konsen sama buku) “Emang kalo jutek kenapa?”

Vano             :   (mulai marah) “Shev…. aku ini Vano. Vano yang dulu nabrak kamu. Masak kamu lupa sih….???”

Shevy            :   (tersentak kaget) “Vano….??!?!? Ya ampun….. sorry ya, Van Aku nggak tau kalo yang di sebelah aku itu kamu. Sorry ya, Van…..??”

Vano             :   (tersenyum) “Nggak pa-pa kok, biasa aja lagi…..”

Shevy            :   “Oya…. katanya kamu tadi mau ngomong sama aku. Mau ngomong apa…???”

Vano             :   “Tapi janji ya… kamu nggak akan marah…???!”

Shevy            :   “Ya tergantung…. kalo ngomongnya nyakitin, pasti aku marah dong…. Tapi kalo kamu nggak nyakitin aku, aku nggak bakal marah…..”

Vano             :   (diam sesaat) “Gimana ya…. mungkin ini akan menjadi kejutan buat kamu. Tapi, kalo aku pendam lama-lama aku bisa stress sendiri….”

Shevy            :   (penasaran) “Ngomong apa sih, kok kayaknya serius banget…???”

Vano             :   “Ehmm… jadi gini (hening sesaat) Aku akan coba crita dikit aja sama kamu, nggak banyak-banyak amat kok. Eeee… aku ini suka sama seorang cewek, itu cewek sangat cantik, baik, ramah, dan kalem banget. Dia adalah cewek pertama yang bisa luluhin hati aku….”

Shevy            :   “Trus, gimana dengan tuh cewek? Apa dia juga udah tau kalo kamu suka sama dia…???”

Vano             :   “Nah… itu masalahnya, aku juga nggak tau itu cewek juga suka sama aku atau nggak? Aku bingung nih…..??!?”

Shevy            :   (menghela nafas) “Andai aja tuh cewek ada disini, pasti udah aku kasih tau dia….”

Vano             :   “Nggak perlu kecewa gitu dong! Kan tu cewek nggak jauh-jauh amat dariku. Tuh cewek udah ada di hadapan aku sekarang ini, yaitu kamu Sehvy…. udah lama banget aku suka sama kamu, Shev…..”

Shevy            :   (kaget setengah mati) “Apaa…..??? Apa kau bilang? Kamu suka sama aku??!! Kamu nggak gila kan….???”

Vano             :   “Aku akan lebih gila lagi kalo aku slalu jauh darimu, Shev. Shev…. gimana Shev…? Kamu mau nggak nerima ……” (duduk menyembah Shevy, dan menyerahkan bunga mawar itu pada Shevy)

Shevy            :   (cemas dan bingung) “Aduuh…. nggak usah gitu deh…. berdiri aja, kan malu dilihat temen-temen…??”

Vano             :   (berdiri) Ok, sekarang aku udah berdiri. Trus gimana Shev, kamu mau nerima aku nggak???” kalo kamu nerima, ambilah bunga ini. Tapi kalo kamu nolak, buanglah bunga ini….!”

Shevy            :   “Aduuhhh gimana ya…??? (merenung) Ok deh, aku pilih salah satu dari pernyataan kamu itu…” (Shevy mengambil bunga mawar itu dari tangannya Vano, dan bahagialah Vano…)

Shevy            :   “Tapi kamu jangan seneng dulu….??? Bukan berarti aku nerima kamu. Aku akan bawa bunga ini dulu. Kalau aku nerima kamu, aku nggak akan balikin bunga ini. Tapi kalau aku nolak kamu, aku akan balikin bunga ini. Gimana setuju, nggak…..???”

Vano             :   “Ok, Shev….. aku akan slalu setia nunggu kamu sampai kapanpun. Aku nggak akan nyerah gitu aja, Shev…..”

Setelah Vano selesai bicara, Shevy segera pergi dari tempat itu. Ternyata harapan Vano tak seindah apa yang dibayangkannya. Namun Vano cekup seneng juga, karena Shevy sudah mau menerima bunganya. Kini tinggal Vano yang harus menunggu dan terus menunggu jawaban dari Shevy.

ADEGAN 3

Di sekolahan, sedang gempar-gemparnya kabar Vano nembak Shevy. Hal itu membuat si Exi, musuh utama Shevy panas seketika. Exi memang suka sama Vano sejak dulu, tetapi Vano tidak pernah mau tahu akan hal itu. Makanya Exi sudah nggak tahan lagi mendengar kabar buruk itu.

Exi                :   (marah-marah) “Sialan banget tuh cewek….!!! brani-braninya dia ngrebut Vano ku……??!!”

Naya             :   “Iya.. ya… kalo dipikir-pikir, masih mendingan kamu, deh Xi….”

Exi                :   “Ya iya lah…. Mana ada cewek yang dapet nandingin aku. Exi gitu loch….??!?!”

Naya             :   “Xi…. gimana kalo ita hajar aja tuh cewek…???”

Exi                :   “Boleh…. tapi gimana dong, caranya…??!?”

Naya             :   “Gampang aja, nggak susah-susah amat kok. Kita kasih pelajaran yang ringan-ringan aja dulu. Baru kalo dia udah ngganggu Vano lagi, kita hajar habis-habisan dia….???”

Exi                :   “Ok juga ide kamu….. jadinya aku nggak percuma punya temen kayak kamu…..??!?!”

Naya             :   “Ya iya dong….”

Exi                :   “Sekarang kita tinggal mikir waktu yang tepat untuk nglaksanain ide kamu itu…?!”

Naya             :   “Kenapa harus mikir…..? sekarang aja bisa kok…”

Exi                :   “Apa nggak terlalu cepet..???”

Naya             :   “Malahan semakin cepet kita bertindak, semakin baik pula hasilnya..”

Exi                :   “Baik…. kalo gitu kita samperin aja tuh cewek sekarang juga….!!!”

Naya             :   “Ok, siapa takut…..”

Mereka berdua kemudian pergi menuju ke kelasnya Shevy. Ternyata Shevy sedang duduk sendirian di kelas. Ini kesempatan emas bagi Exi dan Naya.

Exi                :   (mendekati Shevy) “Heh… jelek…!!! Brani banget sih kamu deketin cowok ku…??!! Kamu nggak tau ya siapa aku…..! Kasian banget sih…..”

Shevy            :   (marah) “Maksud kamu apa…??? Datang kesini marah-marah…..??!”

Naya             :   (narik rambut Shevy) “Maksudnya tu ya, kamu nggak boleh deketin Bano, ngerti……??!!!”

Shevy            :   (Mencoba menarik rambutnya) “Apa hak kamu nglarang aku deket sama Vano????”

Exi                :   “Bego banget sin…..!!” (bersiap untuk memukul Shevy)

Shevy            :   “Emang kalo aku bego kenapa?”

Exi                :   “Plaaakkk…..” (Exi menampar Shevy dengan tangan kanannya)

Shevy            :   (memegangi pipi kirinya, sambil mengaduh kesakitan) “Aduuuh…. keterlaluan banget sih, kamu!”

Exi                :   Kenapa kalo aku keterlaluan? Kamu nggak suka….??? Sana panggil Vano tersayang mu….!!”

Tiba-tiba aja Vano Cs muncul, rupanya Exi dan Naya takut juga sama mereka.

Vano             :   (marah-marah) “Heh…. kamu ngapain Xi……??? Beraninya dua lawan satu…..!!”

Naya             :   “Siapa yang ngelawan Shevy….??? Kita kan cuman ngasih pelajaran aja sama dia….????”

Exi                :   “Lagian dia dulu kok yang salah…..??!?!”

Nycho           :   “Hallaaaah….. nggak usah muna, deh….. ngaku aja. Mana mungkin ngasih pelajaran sampai pipi Shevy memar gitu….????”

Kevyn           :   “Udah Van…. hajar aja dia…??!!”

Vano             :   “Plaakkkk……” (Vano maampar Exi rupanya. Tak kuasa menahan sakit, Exi langsung nangis)

Exi                :   (terisak-isak) “Jahat banget sih kamu, Van……”

Vano             :   “Kenapa? Sakit ya…… emang enak ditampar…???”

Nycho           :   “Sukurin……. gimana rasanya ditampar sama Vano…???”

Kevyn           :   “Rasanya… pait, asem, manis, atau pedes. Ha….. ha……ha…… (tertawa diikuti Nycho). Gitu aja nagis, cengeng banget sih…..???”

Vano             :   “Biarin aja dia nangis, biar dia rasakan gimana enaknya ditampar….”

Exi                :   “Kenapa sih Van…. kamu benci banget sama aku..??? Aku kan ngga benci sama kamu…???”

Vano             :   “Kamu mau tau kenapa aku benci kamu….. (diam sesaat) Pikir aja sendiri….??!?!”

Naya             :   (marah) “Keterlaluan banget sih kalian semya….!! Ayo Xi…. kita pergi aja dari sini…!!! udah muak aku ngeliat tampang-tampang mereka….” (menarik tangan Exi dan mengajaknya pergi)

Vano             :   “Shev…. kamu nggak pa-pa kan…??” (cemas)

Shevy            :   “Nggak pa-pa kok, cuman pusing dikit aja, paling juga ntar sembuh sendiri…..”

Vano             :   “Syukur deh kalo gitu, aku cukup seneng ngedengernya…..”

Nycho           :   (meledek) “Ceile….. yang lagi kasmaran nih yee……”

Kevyn           :   “Udah, Shev…. kamu trima aja Vano…!!! Dia kan nggak jahat-jahat banget sama kamu…..!!”

Shevy            :   (hanya membalas dengan senyuman, dan kemudian pergi meninggalkan mereka)

Setelah itu Vano diikuti Kevyn dan Nycho, juga ikutan pergi dari tempat itu.

ADEGAN 4

Dua hari kemudian, setelah Vano menampar Exi, terdengar kabar bahwa Vano terkena kecelakaan saat mengenarai mobilnya. Lukanya sangat parah, Vano masih bisa bertahan untuk hidup. Vano sangat bahagia sekali, ketika bisa melihat dunia lagi. Namun, kebahagiaan itu hanyalah sekejap saja, ternyata Vano harus menerima kenyataan, bahwa ia harus memiliki wajah yang cacat

Tante Luna    :   (memegang tangan Shevy dan hampir menangis) “Doakan kami ya, nak agar operasinya Vano nanti dapat berhasil…….”

Shevy            :   (matanya berkaca-kaca) “Tante….. kami semua tidak akan pernah berhenti untuk doain Tante ataupun Vano. Kami semua sayang sama Vano…..” (menitikkan air mata)

Nycho           :   “Iya tante… kami semua tidak akan henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan Vano. Kami pengin Vano cepet dioperasi dan cepet sembuh, lalu kembali kesini lagi.

Essa               :   (hampir menitikkan air mata) “Tante…. tante nggak usah sedih..??? kan kita semua jadi ikut sedih…???”

Ovi                :   “Iya tante…. tante nggak usah nangis, kita nggak ingin liat tante nagis. Kita ingin tante tetep tersenyum.”

Tante Luna    :   “Makasih ya, nak…. Kalian semua memang temen Vano yang paling perhatian..” (menghapus air mata)

Vano             :   (tersenyum, agar tidak terlalu sedih) “Makasih ya, temen-temen….. kalian semua telah memberi support, kalian semua my best friend. Oya Shev…. (memandang Shevy) Aku akan slalu nunggu jawaban dari kamu sampai kapanpun juga….”

Tante Luna    :   “Ya udah…. yuk Van, kita segera berangkat!!”

Kevyn           :   “Tunggu Van…. kita semua pengin ngasih kamu kenang-kenangan. Emang nggak begitu berharga banget buat kamu, tapi ini akan mengingatkan kamu pada kita semua (memberikan sebuah bingkisan pada Vano) Cepet sembuh ya, Van….?!?”

Vano             :   “Makasih ya, Kev….. Aku akan slalu inget sama kalian semua. Jangan lupain aku ya temen-temen… dan jangan lupa doain aku. Aku pergi dulu ya……” (melambaikan tangan)

Semuanya membalas lambaian tangan Vano, dan air matalah yang mengiringi kepergiannya. Setelah Vano dan Tante Luna pergi, Shevy, Nycho, Essa, Kevyn, dan Obi juga ikutan pergi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahunpun ikut berganti. Tak terasa sudah satu tahun lamanya Vano dan Tante Luna di Singapura. Hari ini Vano akan pulang ke Indonesia sendirian, karena Tante Luna akan disana dulu. Tiba di Indonesia, Vano langsung menuju ke rumahnya.

Shevy            :   “Rencananya Vano akan memberi kejutan pada Shevy….!?!”

Vano             :   (mengetuk pintu) “Assalamu’alaikum……….”

Kak Shiva     :   “Wa’aikum salam………..” (membukakan pintu)

Vano             :   “Maaf…… apa benar ini rumahnya Shevy Ardila Prananda…??”

Kak Shiva     :   “Iya benar ini rumahnya Shevy, mari silahkan masuk…..”

Vano             :   “Kalau boleh tau, mbak ini siapa ya…???”

Kak Shiva     :   (duduk di kursi) “Mari silahkan duduk dulu…! Ehm…. saya ini kakaknya Shevy, kalo adik ini siapa ya…???”

Vano             :   “Saya temennya Shevy  yang di Singapura itu lho, Mbak…??”

Kak Shiva     :   “Oooo……. kamu pasti Vano ya…… Soalnya Shevy itu sering crita ke Mbak soal temennya yang di Singapura itu. Oya….. akhir-akhir ini Shevy sering mengigau nyebutin nama kamu terus, mungkin Shevy udah kangen sama kamu……”

Vano             :   “Masak sih, mbak….????”

Kak Shiva     :   “Yaaa…. mungkin aja. Oya…. saya buatkan minuman dulu ya? Sebentar, kamu disitu dulu aja….” (pergi menuju dapur)

Vano             :   “Nggak usah repot-repot, Mbak…. saya belum haus kok…??”

Kak Shiva     :   “Udah… nggak pa-pa kok….”

Setelah itu Kak Shiva menuju ke dapur. Sementara itu, Shevy datang menuju ke tempat duduknya Vano.

Vano             :   (berdiri, sambil menyalami Shevy) “Shevy, ya……..”

Shevy            :   (tersenyum) “Kok tau…..???”

Vano             :   “Masak kamu lupa sih sama aku…?? Aku Vano…. Vano Ringga Ditya, inget kan…???”

Shevy            :   (belum percaya) “Masak sih kamu Vao…?? Aku nggak yakin kalo kamu Vano, kecuali kamu nunjukin buktinya…. Lagian Vano kan di Singpura???”

Vano             :   “Iya….. aku baru aja pulang dari Singapura. Tapi kalo kamu masih belum percaya, ini buktinya…” (mengambil sebuah bingkisan yang dulu pernah diberikan Kevyn sebelum pergi ke Singapura, yaitu berupa foto antara Vano dan temen-temennya dulu, lalu memberikannya pada Shevy)

Shevy            :   (kaget) Ya ampun…. ini bener-bener kamu, Van???!? Kamu beda banget… sampai aku aja nggak kenal kamu. Oya Van…. berarti operasi plastik kami berhasil, dong…??”

Vano             :   “Yaaa.. gitu deh! Sorry ya aku nggak ngasih tau kamu dulu kalau aku mau balik kesini. Rencananya sih aku mau ngasih kejutan dan akhirnya berhasil juga….”

Shevy            :   “Ya ampun sampai segitunya kamu Van………..”

Tiba-tiba mereka berdua dikejutkan oleh Kak Shiva, yang tidak membawa minuman melainkan membawa Nycho, Kevyn, Essa, Ovi, Exi, dan Naya. Mereka semua segera melepas kerinduan mereka kepada Vano yang sudah setahun di Singapura.

Kak Shiva     :   “Sorry ya Van, Mbak nggak jadi buatin minuman katanya tadi kamu nggak haus, akhirnya mbak putusin untuk ngundang temen-temen kamu kesini…….”

Shevy            :   (tersenyum) “Tenang aja Kak…. Shevy nggak pa-pa. Shevy nggak bakalan pergi ninggalin mbak….?!?!”

Kak Shiva     :   (menagis terharu) “Shev…… Shevy nggak boleh ngomong kayak gitu… Mbak janji, mbak akan slalu jagain kamu……”

Shevy            :   “Makasih ya, Mbak….. Mbak emang kakak Shevy yang paliiiiiing baik……!!?!?”

Vano             :   “Mbak…… Shevy kenapa…..????!?!”

Shevy            :   “Mbak… aku mohon Mbak… jngan ceritain ke semua orang….!!!”

Kak Shiva     :   (diam sesaat) “Ehmmm…. jadi gini. Shevy itu udah lama banget mengidap penyakit yang mematikan. Shevy nggak pernah mau cerita sama mbak, Shevy tertutup banget tentang masalah penyakitnya itu. Baru kemarin malem dia mengeluh, kalo dia mengidap penyakit kanker darah…..” (tak kuasa menahan air matanya keluar)

Exi                :   “Ya ampun, Shev….. Kenapa kamu nggak pernah mau cerita sama aku….?? Emang sih aku dulu pernah jahatin kamu…..”

Shevy            :   (tersenyum) “Nggak pa-pa kok, Xi, yang penting kamu udah mau jadi sahabat ku. Oya, mbak…. tolong ambilin bunga mawar yang di kamarku itu dong, Mbak….??”

Kak Shiva     :   “Tungu bentar ya Shev…. mbak ambilin dulu…..”

Setelah itu Kak Shiva pergi ke kamarnya Shevy, dan tak lama kemudian muncul dengan membawa bunga.

Kak Shiva     :   (memberikan bunganya pada Shevy) “Ini Shev……..”

Shevy            :   (berdiri, walaupun masih belum seimbang) “Van…. pada hari ini, aku akan pilih salh satu dari pilihanmu itu. Aku memutuskan bahwa aku terima bunga itu, tapi bukan aku yang akan menjadi milikmu. Exil lah yang pantas menjadi pasangan hidupmu……”

Vano             :   (kaget, kecewa) “Tapi Shev…. kenapa mesti Exi? Aku kan nggak suka sama dia. Aku cuma suka sama kamu….!???”

Shevy            :   “Sorry Van…. aku nggak bisa. Aku merasa hidupku nggak akan lama lagi….”

Essa               :   Shev…. kamu nggak boleh ngomong gitu dong, kita semua nggak mau kehilangan kamu….!!”

Ovi                :   “Kamu harus kuat, Shev…!! Kamu nggak boleh nyerah…!!”

Naya             :   “Kamu harus semangat, Shev…. kamu nggak boleh putus asa…..”

Shevy            :   “Makasih, ya temen-temen atas dukungannya. Tapi aku udah nggak kuat lagi. Oya, Van…. suka nggak suka kamu harus nerima Exi. Dia udah lama banget suka sama kamu. Mulai sekrang kalian udah menjadi sepasang kekasih. Van…… jika kamu pengin aku pergi dengan tenang, bahagiakanlah Exi…. kamu jangan pernah membuat Exi sedih…. ya….!!???’

Vano             :   (agak jengkel) :Shev….. kamu ngomong apa sih? Aku nggak ngerti deh….!!?”

Shevy            :   (duduk) “Udah, nggak perlu ada yang dimengerti lagi, semuanya udah jelas. Oya… buat Essa, Naya, Ovi, Kevyn, dan Nycho… kalian semua jangan pernah musuhan…. Ciptakanlah persahabatan. Buat Kak Shiva, jangan sedih ya bila Shevy udah nggak ada. Mbak harus tabah dalam menghadapi kenyataan ini… Mbak nggak boleh terlarut dalam kesedihan. Mungkin ini adalah akhir dari sebuah kebahagiaanku………….”

Setelah itu, Shevy jatuh tergeletak ke pangkuannya Kak Shiva. Shevy telah menghembuskan nafas terakhirnya, setelah menyatukan Vano dan Exi. Shevy akan pergi untuk selama-lamanya, namun Shevy masih akan tetap hidup di dalam hati kita. Deraian air mata telah mengiringi kepergian Shevy meninggalkan sejuta kenangan terhadap orang-orang yang ditinggalkan. Terlebih-lebih Vano yang sangat amat mengharapkan Shevy berada di sisinya. Mengenangmu, ialah sebuah kata yang pantas untuk diucapkan Vano. Selamat tinggal Shevy….. selamat jalan sobat…….

Cerpen dan Drama (Kugapai Cintaku)

RINGKASAN CERITA

Keyla, gadis yang beranjak dewasa itu mulai tertarik sama cowok. Dia mempunyai tiga sahabat yang sangat care sama dia. Lita, ketua genk-nya yang bijaksana, Abel yang lemot alias tulalit tapi asyik, dan Erlitha yang alim dan care sama sahabatnya itu. Mereka sekolah di Tunas Bangsa. Sedangkan Reno, kakak Lila sekolah di Tunas Cendikia, kakak beradik yang hanya terpaut satu tahun itu tampak akur.

Pagi hari, Keyla melihat Aretha dan Valen yang sedang ngobrol berdua, kakak beradik itu menampakkan keakraban pada Keyla. Keyla menghampiri Aretha sejak pertemuan itu, si ganteng Valen tetapi playboy sekaligus pengedar dan pemakai narkoba suka sama Keyla. Valen menyuruh Aretha untuk dikenalin sama Keyla. Tapi tak disangka, ternyata Sheera anak kelas sebelah suka sama Valen. Ketika Aretha mengenalkan kakaknya sama Keyla, ternyata Keyla juga suka sama Valen, mereka pun jadian.

Suatu hari Keyla ingin mengenalkan Valen sama teman-temannya, Lila, abel, Erlitha dan Ergi. Ketika sudah berkenalan. Abel dan Erlita setuju kalau Keyla jadian sama Valen. Tetapi Ergi dan Lila tidak setuju, karena Lila merasa aneh dan curiga pada Valen, dan ingin menyelidiki siapa Valen sebenarnya. Lila lebih mudah menyelidiki Valen karena Valen seklah di SMU Tunas Cendikia sama dengan Reno kakaknya.

Lila terkejut ketika dugaannya selama ini tentang Valen benar, setelah ia mengetahuinya dari Reno. Ia ingin memberitahukannya kepada Keyla dan teman-temannya. Tapi diluar dugaannya, Lila dituduh memfitnah Valen. Keyla tidak percaya apa yang dikatakan Lila begitu juga dengan Abel dan Erlita.

Suatu hari Keyla memergoki Valen dan Sheera sedang bermesraan di taman. Saat itu Keyla sadar bahwa dia telah diduakan sama Sheera. Saat itu juga Keyla putus sama Valen. Keyla lari sekuat tenaga, tapi tak disangka di depannya ada cowok tegap yang sedang membawa setumpuk buku dia tabrak. Keyla minta maaf sama cowok tadi dan mencoba memunguti bukunya. Ternyata cowok itu Reno kakak Lila. Sewaktu Keyla beranjak pergi, kakinya terkilir. Reno mencoba membantunya. Tiba-tiba Lila datang dari WC. Lila kaget Keyla yang kesakitan. Mereka membawa Keyla ke rumahnya. Keyla minta maaf sama Lila, begitu pula Abel dan Erlita juga meminta maaf. Di saat itu Lila mengenalkan Reno kepada Keyla. Mereka ngobrol bareng, saat itu tumbuhlah benih-benih cinta di antara mereka. Saat itu mereka sering jalan bareng.

Reno merasa waktu yang tepat untuk menyatakan cintanya pada Keyla. Reno pergi ke rumah Keyla dengan membawa bunga mawar. Dengan dukungan Lila, Ergi, Abel dan Erlita. Keyla menerima Reno, mereka punjadian.

Di tengah kebahagiaan itu datang Sheera, ia ingin minta maaf sama Keyla. Sheera mengetahui siapa sebenarnya Valen dan Aretha. Aretha mengetahui kalau Valen membuat itu semua sebagai pelampiasan karena ia tak tahan dengan orang tuanya yang hampir broken home, Keyla memaafkan Sheera.

Sesaat itu tampaknya Aretha dan Valen datang. Valen ingin meminta maaf sama Keyla dan teman-temannya. Mereka memaafkan Valen, tetapi dengan syarat ia mau berubah dan mau menjadi anak baik-baik, Valen menyetujuinya.

Akhirnya dengan rasa senang, Reno jadian sama Keyla, Lila yang setia sama Ergi. Sedangkan Valen dengan dukungan keluarganya dia mau ke pusat rehabilitasi.

DIALOG

EPISODE 1

Hari Senin terlihat suasana yang damai, langit bersinar terang. Awan terlihat putih, jam menunjukkan pukul 06.45, terlihat Lila dan Reno terburu-buru berangkat ke sekolah masing-masing. Lila ke Tunas Bangsa dan Reno ke Tunas cendikia. Kakak beradik yang hanya terpaut satu tahun itu tampak tergesa-gesa.

Reno             :   “Cepetan dong, udah siang nih…!!!” (dengan nada marah-marah)

Lila                :   “Iya…. iya…. nggak sabaran banget sih jadi orang…!!”

Reno             :   “Buruan….! Kuhitung sampe lima kalau nggak cepetan aku tinggal ya…?? Satu…. dua…… tiga……”

Lila                :   “Yap…. Aku udah siap! Ayo berangkat….. let’s go kakakku yang ganteng…..!”

Reno             :   “Uh…. kalau ada maunya aja muji-muji, dasar klemer….!!!!”

Lila                :   “Biarin, klemar-klemer gini tapi punya cowok nggak kayak kakak, katanya ganteng..?? Tapi kok sampe hari ini masih jomblo.” (Lila PD)

Reno             :   “Mulai deh sombongnya, mentang-mentang udah punya cowok…”

Lila                :   “Biarin.. Weee……”

 

ADEGAN 2

Di jalan dekat SMA Tunas Bangsa tampak Keyla yang sedang berjalan tergesa-gesa.

Keyla            :   “Aduh…. udah masuk belum yah, kok sepi banget?”

Di sisi lain terlihat Aretha bersama seorang laki-laki

Keyla            :   “Hayo pada ngapain, udah mau masuk kok masih pacaran…?”

Aretha           :   “Eh… Kak Aya…?”

Valen            :   “Eh… itu siapa dik?”

Aretha           :   “Kak Keyla, kakak kelasku.”

Valen            :   “Wow…. kakak kelas kamu, kenalin dong sama kakak.”

Aretha           :   “Ih… kakak apa-apaan sih? Masa mau kenalan sama cewek aja nyuruh aku?”

Valen            :   “Ya udah, kalo kamu berhasil ngenalin kakak sama dia, kakak akan ngasih kamu hadiah.”

Aretha           :   “Hadiah….??!? Bener nih kak?”

Valen            :   “Bener dong……..”

Aretha           :   “Ya udah, besok kakak anterin aku lagi, tapi agak pagan, biar bisa ketemu kak Aya.”

Valen            :   “Lho kamu bilang namanya Keyla, kok kamu panggilnya Aya?”

Aretha           :   “Kakak….. Aya itu nama panggilan dia. Udah ah, sna kakak berangkat ntar kesiangan lagi!!”

Valen            :   “Iya… iya…. tapi janji lho, besok kamu harus kenalin kakak sama Keyla.”

 

ADEGAN 3

Di kelas Keyla terlihat teman-temannya yang sedang asyik ngobrol.

Keyla            :   “Pagi temen-temen, lagi pada ngapain nih?”

Lila                :   “Pagi juga Keyla, biasa kita lagi gosip nih.”

Keyla            :   “Eh… aku juga punya gosip lho….”

Erlita             :   “Gosip apaan…??”

Abel              :   “Iya Key, gosip apaan?”

Keyla            :   “Gosip tentang Aretha, adik kelas kita yang pendiem itu.”

Lila                :   “Emang kenapa sama Aretha?”

Keyla            :   “Ternyata Aretha yang pendiem itu, udah punya cowok.”

Erlita             :   “Masak sih! Cowoknya ganteng nggak?”

Keyla            :   “Nah itu dia, aku nggak nyangka kalo cowoknya Aretha ganteng banget. Kayaknya dia cewek paling beruntung deh, soalnya dia bisa dapetin tuh cowok.”

Abel              :   “Laho katanya ganteng, tapi kok buntung sih? Emang apanya yang buntung, kakinya???”

Erlita             :   “Bukan buntung Abel, tapi beruntung……!!”

Ergi               :   “Lila…….” (panggil Egi)

Lila                :   “Eh Ergi, ada apa?”

Ergi               :   “Kamu udah makan belum?”

Keyla            :   “Ehem…. ehemmm….”

Lila                :   “Ih…… apaan sih kamu?”

Abel              :   “Key, kamu kenapa batuk-batuk, keselek ya?”

Keyla            :   “Iya nih, keselek.” (jawab Keyl kesal)

 

ADEGAN 4

Esok harinya di SMU Tunas Bangsa

Keyla            :   “Eh Aretha udah berangkat nih, biar pacarannya bisa lama yah?”

Aretha           :   “Ih kakak, apa-apaan sih. Dia buka pacarku, tapi dia kakakku.”

Keyla            :   “Oooo….. kakak kamu, aku pikir pacar kamu?”

Aretha           :   “Ya udah, kak Aya mendingan kesini aja sekalian. Aku kenalin sama kakakku.” (menarik tangan Keyla)

Valen            :   “Hai…. aku Valen.” (sambil mengulurkan tangan)

Keyla            :   “Keyla……..” (membalas uluran tangan Valen)

Aretha           :   “Eh…. aku ke kelas dulu yah, kalian ngobrol aja berdua.”

Keyla            :   “Eh….. jangan tinggalin aku dong!!!”

Valen            :   “Key…. kapan-kapan kita jalan berdua yuk?”

Keyla            :   “Berdua….???”

Valen            :   “Iya… aku sama kamu.”

Keyla            :   “Kemana……?”

Valen            :   “Terserah kamu aja.”

Keyla            :   “Gimana ya….. aku pikir-pikir dulu deh.”

Valen            :   “Oke, aku tnggu.”

Valen pun pergi meninggalkan Keyla.

Sheera           :   “Key, tadi siapa?”

Keyla            :   “Eh Sheera, dia Valen temenku.”

Sheera           :   “anak sekolah mana?”

Keyla            :   “Tunas Cendikia….”

Sheera           :   “Eh…. dia udah punya cewek belum yah?”

Keyla            :   “Emang kenapa….?”

Sheera           :   “Eee…. kayaknya aku suka deh sama dia.”

Keyla            :   “Ooo….. gitu…..”

Ergi               :   “Key….. Lila mana?”

Keyla            :   “Eh Ergi, mungkin Lila di kelas.”

Ergi               :   “Ya udah, makasih ya aku duluan.”

Sheera           :   “Key….! Aku kenalin dong sama Valen??!?!”

Keyla            :   “Kamu minta tolong aja sama Aretha, soalnya Valen itu kakaknya Aretha.”

Sheera           :   “Bener Key, ya udah makasih ya, aku ke kelas duluan.”

 

ADEGAN 5

Di kelas Keyla tampak Abel, Erlita dan Lila

Keyla            :   “Hai semua…..”

Erlita             :   “Hai juga, kok kayaknya kamu lagi seneng deh, hayo ada apa?”

Keyla            :   “Ternyata cowok kemarin itu kakakny Aretha, bukan cowoknya.”

Lila                :   “Lha terus hubungannya sama kamu apa?”

Keyla            :   “Hubungannya, gini tadi kakaknya Aretha si Vlen ngajak aku pergi.”

Abel              :   “Wah seneng dong….?

Keyla            :   “Ya, gitu deh…..”

Erlita             :   “Ya udah, tak doain ngedate kamu sama dia suk bizz…”

Abel              :   “Emang Valen nggak punya motor yah, kok ngedatenya naik bis?”

Lila                :   “Abel….. maksud Erlita itu sukses abis……”

Erlita             :   “Makanya jadi orang jangan tulalit, kebanyakan baca buku sih…. jadinya kutu buku deh.”

Abel              :   “Eh Ta……. emang bukuku banyak kutunya yah?”

Erlita dkk      :   “Ihhh…. capek deh…!!!”

Lila                :   “Key….. ntar kalo udah jadian, jangan lupa kenalin ke kita.”

Erlita             :   “Iya Key………”

Keyla            :   “Iya…. kalian tenang aja, pasti aku akan kenalin Valen sama kalian.”

 

ADEGAN 6

Akhirnya Keyla dan Valen pun resmi jadian, Keyla menepati janjinya pada temen-temannya untuk mengenalkan Valen dengan mereka. Mereka berempat janjian di suatu tempat.

Lila                :   “Eh….. udah pada dateng yah? Sory aku telat, soalnya tadi nunggu Ergi lama banget.”

Ergi               :   “Iya….. maafin aku juga, soalnya aku tadi harus nganterin ibuku ke tempat nenek.”

Abel              :   “Iya…. iya… nggak pa-pa kok.”

Erlita             :   “Udah hampir setengah jam nungguin, kok Keyla belum dateng juga ya? Atau jangan-jangan dia lupa. La, kamu kan ketua genk, ngingetin Keyla untuk disiplin dong!”

Abel              :   “Iya dong La…. Keyla disuruh compalin dong….!!”

Erlita             :   “Disiplin, bukanya complain…!!”

Abel              :   “Iya…. iya…. disiplin.”

Erlita             :   “Uhh… dasar tulalit!”

Lila                :   “Udah deh, kalian berdua jangan ribut terus, capek nih dengerinnya. Panas nih kuping ku….”

Abel              :   “La, kuping kamu kok panas? Emang habis jemuran dimana?”

Erlita             :   “Abelll…………..!!”

Lila                :   “Udah, biarin aja.”

Ergi               :   “Iya Ta….. biarin aja.”

Tak lama kemudian Keyla datang.

Keyla            :   “Sory yah aku telat, maklum hrus nunggin cowokku dulu.”

Ergi               :   “Nggak pa-pa kok Key, aku sm Lila jug baru dateng.”

Lila                :   “Iya Key, nggak pa-pa kok, cowok kamu mana?”

Keyla            :   “Tuh lagi ke WC, bias setoran….”

Abel              :   “Key, cowok kamu setoran sama rentenir ya? Emang di WC ada rentenir?”

Erlita             :   “Udah den Bel, kalo nggak tau mendingan diem aja, ya…??”

Keyla            :   “Udah Ta, Abel bener kok.” (sambil cekikikan)

Abel              :   “Tuh kan bener…. kamunya aj yang sewot.”

Erlita             :   “Ugghhhh…….”

Keyla            :   “Tuh, dia dateng….”

Abel              :   “Key, ganteng ya, kalo gantengnya kayak gini artis-artis kalah dong?”

Lila                :   “Biasa aja deh kalian, cowoknya Keyla lumayan.” (meremehkan)

Keyla            :   “Sini honey, aku kenali sama temen-temenku.”

Valen            :   “Halo semuanya, kenalin aku Valen pacarnya Keyla.”

Mereka berbincang-bincang tentang pengalaman mereka masing-masing. Erlita dan Abel suka dengan penampilan Valen. Sedangkan Lila dan Ergi merasa nggak suka sama Valen. Lila bertekad ingin menyelidiki sipa Valen sebenarnya.

 

ADEGAN 7

Di rumah Lila, terlihat Reno sedang asyik membaca bukunya.

Lila                :   “Kakakku yang ganteng, lagi ngapain nih?”

Reno             :   “Nggak liat apa aku lagi baca buku…!!”

Lila                :   “Duh galaknya…. pantes aja nggak punya cewek.”

Reno             :   “Udah deh, mau ngapain…..? langsung aja, to the point….”

Lila                :   “Nggak mau apa-apa kok, cuma………..”

Reno             :   “Cuma….cuma…. cuma apaan…???”

Lila                :   “Ih…. kakak mas pelit banget dimintain tolong adiknya yang cantik ini…!!”

Reno             :   “Ya udah…. apaan?”

Lila                :   “Gini kak, kakak kan sekolah di SMA Tunas Cendikia, kakak kenal nggak sama Valen?”

Reno             :   “Valen Calvin Indrawan?”

Lila                :   “Iya kak, kakak kenal ya?”

Reno             :   “Darimana kamu kenal Valen? Dia kan anak nggak bener…”

Lila                :   “Nggak bener gimana maksud kakak?”

Reno             :   “Valen itu pengedar sekaligus pemakai, alias junkie….”

Lila                :   “Apa….. dia junkie? Aku nggak nyangka, padahal kalau dilihat dari luar dia oke banget…”

Reno             :   “Oke sih oke, tapi kalu penampilannya doang yang oke, difatnya jelek, gimana?”

Lila                :   “Aku juga udah duga sih kak, dia bukan anak baik-baik, kasian Keyla…”

Reno             :   “Siapa tuh Keyla??”

Lila                :   “Temenku kak…. pcarnya Valen…”

Reno             :   “Mendingan kamu kasih tau si Keyla, supaya jangan deket-deket sma Valen. Selain junkie dia juga playboy lho….”

Lila                :   “Ya udah kak, makasih ya….”

Reno             :   “Eit… ada imbalannya, bikinin jus jeruk sana…!!”

Lila                :   “Uh maunya, ya deh sekali-kali nggak pa-pa….”

Reno             :   “Nah gitu dong, sebelumnya makasih yah…”

 

ADEGAN 8

Di kelas Lila,terlihat temen-temenny yang selalu ngumpul-ngumpul.

Abel              :   “Key… cowok kamu tuh siapa? Valen? Iya Valen, dia ganteng ya..??”

Erlita             :   “Iya Key, dia ganteng banget.”

Keyla            :   Iya dong, siap dulu Keyla pertama aku liat dia aja aku udah langsung suka, tapi kayaknya Sheera anak kelas sebelah juga suka den sama dia….”

Erlita             :   “Biarin aja dia suka sama Valen, kan sekarang Valen udah jadi milik kamu…”

Lila tiba-tiba datang dengan muka ditekuk.

Lila                :   “Halo semuanya……..”

Keyla            :   “La… kamu kenapa? Muka kamu ditekuk gitu….”

Lila                :   “Aku mau ngomong sesuatu sama kalian, tapi kalian jangan marah ya… terutama kamu Key.”

Keyla            :   “Aku……. emang ada apa sih?”

Erlita             :   “Iya….. kayaknya serius banget….”

Lila                :   “Aku mau ngasih tau tentang Valen….”

Abel              :   “Valen sowok Keyla maksud kamu?”

Lila                :   “Iya…! siapa lagi?”

Keyla            :   “Emang kenapa sama Valen…??”

Lila                :   “Ternyata cowok kamu tuh, cowok nggak bener. Dia sebenernya pengedar sekaligus junkie…!!”

Erlita             :   “Junkie…? Mksud kamu pemakai narkoba gitu??!?!?”

Lila                :   “Iya…..”

Keyla            :   “Nggak mungkin La…. aku tahu siapa Valen, aku nggak nyangka sahabatku sendiri tega fitnah cowokku.” (beranjak meninggalkan Lila)

Lila                :   “Keyla…. dengerin dulu dong!!”

Erlita             :   “La….. kamu slah kali…?!?”

Abel              :   “Iya…. kamu salah kali….” (Abel dan Erlita meninggalkan Lila sendiri)

Lila                :   “Temen-temen…. dengerin aku dulu dong….!!”

Ergi               :   “Keyla…. Lila mana kok nggak ikut kalian sih?”

Keyla            :   “Nggak tau…..”

Ergi               :   “Lhoh…. kok jawabnya ketus gitu sih? Emang ada ap sama kalian?”

Keyla            :   “Mendingan kamu tanya aja sama Lila….”

Ergi bergegas menemui Lila yang sedang termenung sendiri di kelas.

Ergi               :   “La…. sebenernya apa sih yang terjadi antara kamu dan temen-temen?”

Lila                :   “Ergi….. aku harus gimana….? Aku tuh bingung….”

Ergi               :   ‘Bingung kenapa? Cerita dong mungkin aku bisa bantu kamu…..”

Lila                :   “Kamu inget sama Valen cowok Keyla…???”

Ergi               :   “Iya aku inget, emang kenapa sama Valen?”

Lila                :   “Dia itu sebenernya pemakai narkoba, udah gitu dia playboy lagi….”

Ergi               :   “La… kamu tau dari mana tentang Valen?”

Lila                :   “Aku tau dari Kak Reno.”

Ergi               :   “Berarti Keyla kasian dong, kita harus bilang sama dia.”

Lila                :   “Aku tadi udah bilang sama Keyla, tapi dia nggak percaya, dia malah nuduh aku fitnah Valen…”

Ergi               :   “Ya udah….. ntar aku bantuin ngomong ke Keyla….”

Lila                :   “Makasih ya….”

Pagi harinya, tanpa disengaja Keyla melihat Valen sedang asyik ngobrol dengan Sheera. Saat Sheera pergi ke kelas untuk meletakkan tas, Keyla segera menghampiri Valen.

Keyla            :   “Ohh… jadi kamu sekarang udah duain aku sama Sheera…??”

Valen            :   “Enggak Key, aku nggak duain kamu….”

Keyla            :   “Udah deh… kamu nggak usah ngeles, buktinya kamu asyik ngobrol sama Sheera, sampe aku dateng aja kamu nggak tau….!”

Valen            :   “Aku cuma tanya kamu udah berangkat belum, tapi Sheera malah ngajak ngobrol….”

Keyla            :   “Sheera tuh suka sama kamu, jadi dia pasti memanfaatkan waktu buat deketin kamu….”

Valen            :   “Biarin ja dia suka sama aku, yang penting aku Cuma suka sama kamu.”

Keyla            :   “Ih… gombal banget sih! Eh… aku ke kelas dulu yah.”

Valen            :   “Huh… hampir aja ketahuan kalu aku duain dia sama Sheera.”

Sheera datang menghampiri Valen.

Sheera           :   “Yank… Keyla ngapain nyamperin kamu?”

Valen            :   “ah nggak pa-pa….”

Sheera           :   “Jngan-jangan kamu cowoknya Keyla ya…??”

Valen            :   “Emang sih, aku dulu cowoknya Keyla tapi sekarang kami udah putus. Kan aku udah nemuin kamu, cewek yang lebih sempurna dari Keyla.”

Sheera           :   “Eh kayaknya udah mau masuk deh… aku ke kelas dulu yah….??”

Valen            :   “Ohe honey, hati-hati yah…”

Bel pulang pun berdentang, anak-anak segera meninggalkan kelas masing-masing.

Ergi               :   “Key… tunggu dong! Ada yang mau aku omongin sama kamu.”

Keyla            :   “Ada apa sih Gi? Kok kayaknya serius banget….”

Ergi               :   “Ini masalah kesalahpahaman antara kamu dan Lila….”

Keyla            :   “Sorry aku nggak ada waktu buat dengerin itu semua.” (meninggalkan Ergi)

Ergi               :   “Key…. dengerin dulu dong!!!”

Keyla tidak menghiraukan panggilan Ergi dan bergegas pulang ke rumahnya.

 

ADEGAN 9

Saat perjalanan pulang, Keyla melihat seorang laki-laki yang sudah ia kenal. Dia adalah Valen, tapi di sisi Valen tampak Sheera, mereka sedang asyik ngobrol. Keyla mengamati mereka dari kejauhan.

Valen            :   “Sayang…. tau nggak sih, aku tuh sayang banget sama kamu. Kecantikanmu bagai bidadari….”

Sheera           :   “Ah… sayang. Biasa aja deh….”

Valen            :   “Bener deh, aku nggan bo’ong… suer….”

Sheera           :   “Bener nih….? sayang, besok kita jalan yuk?”

Valen            :   “Ayuk…. buat sayangku yang satu ini, apa sih yang nggak?”

Keyla menghampiri mereka berdua

Keyla            :   “Ow…. jadi gini kelakuan kamu di belakangku, ngakunya mau nganterin Aretha ke toko buku tapi ternyata kamu malah mesra-mesraan sama Sheera…!!!”

Sheera           :   “Eh Keyla…. kamu apa-apaan sih? Trima dong kenyataan kalau kamu itu udah putus sama Valen…”

Keyla            :   “Apa….. putus…..??”

Sheera           :   “Iya putus….! Valen sudah crita kok sama aku. Kalau Valen sama kamu udah putus….!”

Keyla            :   “Valen… kamu kok tega banget! Nggak nganggep aku cewek kamu, padahal demi kamu, aku rela musuhin Lila sahabat aku sendiri….!!”

Valen            :   “Key… dengerin penjelasanku dulu.”

Keyla            :   “Udah… nggak ada yang perlu dijelasin. Semua udah jelas, sekarang lebih baik kita putus seperti apa yang kamu mau….!!”

Valen            :   “Key… please dengerin aku dulu….”

Keyla            :   “Aku nggak butuh penjelasan dari kamu….!!” (lari meninggalkan Valen dengan Sheera)

Sheera           :   “Valen… sebenernya ada apa sih??”

Valen            :   “Udah… udah…. nggak ada apa-apa kok…”

 

ADEGAN 10

Reno membawa setumpuk buku yang ia pinjam dari perpustakaan bersama Lila. Reno terlihat sendiri karena Lila mampir ke WC. Saat Reno menengok ke belakang, tak disangka ia menabrak Keyla. Keyla terjatuh, dia segera memunguti buku-buku Reno. Tapi saat dia ingin berdiri, kakinya terasa sakit, sehingga dia tidak dapat berjalan.

Keyla            :   “Ow….. soru kak, nggak sengaja…” (memunguti buku Reno)

Reno             :   “Nggak pa-pa kok, saya juga salah.”

Keyla            :   “Saya yang salah kok.” (sambil bangun dari jatuhnya)

Reno             :   “Sini saya bantu berdiri….” (Reno menarik tangan Keyla)

Keyla            :   “Aw…. skit banget kakiku, aku nggak kuat jalan nih….”

Reno             :   “Mana yang sakit, sebelah mana…???”

Tiba-tiba Lila datang dari belakang

Lila                :   “Lho… kak! Ada apa sih?”

Reno             :   “Ini ada cewek, kakinya terkilir….”

Lila                :   :Keyla…. ya udah, lebih baik kita bawa dia ke rumah kita, kak…”

Lila memapah Keyla ke rumahnya.

Keyla            :   “La.. maafin aku yah. Ternyata dugaan kamu tentang Valen benar….”

Lila                :   “Iya… iya…. dari dulu aku nggk pernah marah sama kamu kok. Eh… tadi aku udah telepon Abel sama Erlita, mereka aku suruh kesini….”

Tak lama kemudian Abel sama Erlita datang

Erlita             :   “La…. gimana keadaan Keyla?”

Lila                :   “Keyla udah baikan kok….”

Abel              :   “La… aku sama Erlita minta maaf ya, karena udah nggak percaya sama kamu, trus kami malh musuhin kamu.”

Lila                :   “Iya…iya…. aku udah dari dulu maafin kalian.”

Reno             :   “Udah-udah, sedih-sedihnya kayak di film aja….!”

Keyla            :   “La…. dia siapa kamu? Kok dia ada disini???”

Lila                :   “Dia kakakku, kak Reno.”

Keyla            :   “Eh kak… maafin aku yah, tadi udah nabrak kakak.”

Reno             :   “Ah, nggak pa-pa… biasa aja kali….”

 

ADEGAN 11

Sejak pertemuan Reno dan Keyla, mereka jadoi sering pergi berdua. Reno suka dengan Keyla, begitu juga sebaliknya. Suatu hari Reno ingin menyatakan cintanya ke Keyla.

Reno             :   “Assalamu’alaikum…..” (Reno menyembunyikan bunga mawarnya)

Keyla            :   “Wa’alaikum salam, eh…. kak Reno, sendirian aja kak?”

Reno             :   “Iya nih…..”

Keyla            :   “Masuk kak… Silahkan duduk.”

Lila                :   “Keyla……..!”

Erlita             :   “Key………..”

Abel              :   “Keyla, ada di rumah nggak?”

Keyla            :   “Bentar yah kak, aku liat dulu siapa yang dateng. Iya…..iya… bentar!”

Lila                :   “Cepeten dong………!”

Keyla            :   Eh…. kalian. Ayo masuk….!”

Lila                :   “Kak Reno…!!! Ngapain disini???”

Reno             :   “Ah….nggak pa-pa cuma maen doang.”

Lila                :   “Hayo jangan bo’ong, maen pa maen….??”

Abel              :   “Iya mas, bohon itu dosa lho…”

Erlita             :   “Tumben tulalitnya ilang, bisa nyambung juga kamu, Bel….”

Abel              :   “Ah kamu…. ngeledek aku terus kerjaannya.”

Erlita             :   “Biarin….”

Lila                :   “Udah deh, kalian berdua tuh akur kenapa sih?”

Erlita             :   “Ah… aku kan cuma bercanda, gini-gini sebenernya aku sayang lho sama Abel…”

Lila                :   Nah…. gitu dong…”

Reno             :   “Mumpung kalian semua ada disini, aku mau terus terang sama Keyla.”

Abel              :   “Cieeee……..”

Erlita             :   “Sssttttt……”

Reno             :   “Key… sejak pertama kali aku ketemu sama kamu dan jalan beberapa hari ini. Aku ngerasa kalau ada yang lain sama kamu, Key aku suka sam kamu, aku sayang banget sama kamu….”

Keyla            :   “Sebenernya sejak pertama aku ketemu sama Kak Reno, aku udah simpati, sebenernya aku juga sayang sama Kak Reno.”

Reno             :   “Jadi… kamu mau jadi pacarku…???”

Keyla            :   “Gimana ya…?”

Reno             :   “Jika kamu trima aku berarti kami trima bunga ini.”

Abel              :   “Trima Key….”

Erlita             :   “Trima….. trima…..”

Lila                :   “Trima aja Key….??!!”

Keyla            :   (sambil menerima bunga dari Reno) “Aku mau kok jadi pacar kamu….”

Abel              :   “Hore….. jangan lupa traktirannya ya, Key?”

Keyla            :   “Ah…. kalian maunya aja, tapi beres deh….”

Di sela-sela kebahagiaan mereka tiba-tiba dari luar terdengar suara.

Sheera           :   “Permisi……..”

Keyla            :   “Eh Sheera…. ada apa kesini? Sini masuk……!”

Sheera           :   “Aku kesini cuma ingin minta maaf sama kamu, karena aku udah ngrebut Valen dari kamu.”

Kayla            :   “Ooo…. soal itu aku udah maafin kamu kok, malahan aku mau kasih tau sam kami kalau Valen itu……….” (perkataannya terputus)

Sheera           :   “Aku udah tau kok siapa itu Valen…..”

Lila                :   “Emang kamu tau dari mana, Sheer??”

Sheera           :   “Aku tau dari Aretha, adiknya.”

Ergi               :   “Emang kamu nggak takut sama dia, Sheer?”

Sheera           :   “Valen itu emang pemakai dan pengedar tapi sebenarnya dia itu baik kok.”

Erlita             :   “Alasan dia gituan apa an?”

Abel              :   “Gituan apaan sih maksudnya?”

Ergi               :   “Bel, kalau nggak mudeng diam aja deh! Lagi seius nih….”

Erlita             :   “Iya Bel, diam aja deh….!!!”

Abel              :   “Iya…. iya……”

Sheera           :   “Sebenernya dia itu kayak gitu karena si Valen itu nggak tahan sama ortunya yang sering berantem gitu….. dan ia ngerasa itulah satu-satunya pelarian dari masalah itu.”

Abel              :   “Oooo….. gitu ya?!?!”

Erlita             :   “Gita…. gitu…. emang kamu tau?”

Abel              :   “Tau dong……..!”

Dari luar terdengar suara memanggil-manggil

Aretha           :   “Assalamu’alaikum………”

Lila                :   “Biar aku aja yang liat….”

Aretha           :   “Kak Lila? Kak, Keylanya ada nggak?”

Lila                :   “Ngapain kamu kesini sama kakak kamu???”

Valen            :   “Lil, aku kesini cuma mau minta maaf sama Keyla.”

Lila                :   “Masuk deh….”

Aretha           :   “Makasih……”

Valen            :   “Key, aku kesini mau minta maaf terutama ama kamu dan temen-temen kamu. Ergi, Lila, Erlita, abel, Sheera maafin aku yah…??” (menunduk)

Keyla            :   “Udah deh Len. Kita maafin kamu kok. Kami Cuma berharap kamu bisa berubah dan nggak akan ngelakuin itu lagi….”

Valen            :   “Makasih ya semua, aku janji aku nggak akan ngelakuin ini lagi dan aku ingin menjadi nak baik-baik.”

Ergi               :   “Ya syukur deh kalau gitu……..”

Valen            :   “Eh…. ini siapa?”

Abel              :   “Ini tuh kak Reno, kakak Lila sekaligus……”

Erlita             :   “Pacarnya Keyla.”

Valen            :   “Selamay ya Key. Eh.. siapa nama kamu? Reno…  kuharap kamu dapat ngejaga Keyla dengan baik.”

Reno             :   “Ok bos, aku akan jaga Keyla dengan baik.”

Ergi               :   “Udah jangan sedih, ini saatnya happy….. happy gitu, ya kan???”

Erlitha           :   “Tul… tuh kata Ergi, ni saatnya happy….”

Abel              :   “Emang siapa yang lagi ulang tahun?”

Keyla dkk     :   “Abel…….????” (menjitak Abel)

Akhirnya Reno dan Keyla jadian, Lila setia sama Ergi. Sedangkan Valen pergi ke pusat rehabilitasi dan berjanji akan menjadi anak baik-baik dengan dukungan keluarga dan teman-temannya.

THE END

PERKEMBANGAN INDUSTRI DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN

Jika kita mau melihat sejarah perekonomian Indonesia, kita harus melihat seperti apa dan bagaimana ekonomi Indonesia pada masa lampau. Industri belum menjadi sesuatu yang penting, karena berbagai keterbatasan dan kekurangan. Perekonomian hanya terfokus pada pertanian, baru sejak pemerintah Orde Baru bergulir, industri mulai digolongkan menski mendatangkan tenaga ahli dari luar.

Kota-kota di Indonesia waktu itu mulai berkembang dang kegiatan-kegiatan perdagangan mulai pesat. Ketika permintaan bahan-bahan pokok di psaran melonjak pada dekade 70-an, mau tidak mau hal itu mendorong bangsa Indonesia untuk terjun dalam bidang industri. Pemerintah merasa dengan perindustrian, distribusi barang semakin cepat. Selain itu, produksi barang meningkat.

Berbeda dengan industrialisasi di Eropa, mereka tidak maju dan berkembang jauh lebih lama dari kita. Sejak revolusi industri di Inggris, mereka berkembang pesat. Banyak perubahan di Eropa, baik dari segi politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami banyak kemajuan. Bahkan negara-negara di Eropa pun telah mengembangkan industri, dengan kata lain jangkauan mereka lebih luas.

Untuk saat ini, pengembangan industri di Indonesia cukup baik. Telah ada kerja sama yang terorganisir dengan baik dengan pihak luar. Mereka (pihak asing) banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi asing itu membantu kelanjutan ekonomi dan perdagangan serta industrinya. Baik indutri di bidang manufaktur ataupun industri-industri lain, seperti industri pariwisata, industri pertambangan/penggalian, dan lain-lain.

Dalam pemahaman disini, akan kita bahas bagaimana dan seperti apa industri di Indonesia. Karena, setiap negara berbeda-beda dalam menangani industri dalam perekonomiannya. Dengan demikian, nantinya kita akan mengetahui perkembangan industri dalam negeri.

II. PEMBAHASAN

Setelah Indonesia merdeka, beberapa usaha dilakukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Beberapa pusat penelitian yang telah adapun, sejak pemerintahan kolonial masih ada dan terus dikembangkan, antara lain : Sekolah Tinggi Teknik (THS) di Bandung, Sekolah pertanian (LHS) di Bogor, Sekolah Tinggi Hukum (RHS) di Jakarta, dan lain-lain.

Sekolah-sekolah tersebut dibentuk guna tujuan merumuskan, mengganti, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan riset dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal itu guna menunjang industri di Indonesia.

Pengertian Industri di Indonesia

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.

Sebagai negara agraris, peranan industri dalam perekonomian Indonesia dengan sejarah perkembangannya tidaklah begitu amat berarti. Di zaman dahulu, kalaupun beberapa penduduk menggunakan industri kerajinan sebagai salah satu mata pencaharian. Peranannya hanya sekedar untuk tambahan penghasilan atau pekerjaan sambilan. Biasanya malah lebih berupa kerajinan yang bertendensi artistik daripada kewiraswastaan; atau lebih berupa aspek kerja budaya daripada komersial.

Jadi, hal itu sangat berbeda dari saat ini atau masa sekarang. Pertanian justru tidak mendapat respek yang mendalam, namun maufakturinglah yang diunggulkan. Padahal, kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat. Maka seharusnyalah kita tidak mengesampingkan peran pertanian di Indonesia. Apalagi lahan di Indonesiapun terpampang luas di seluruh Nusantara.

Pembagian Industri di Indonesia

Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional.

Perindustrian dapat dibagi menurut jumlah tenaga kerja, tingkat produksi dan jenis kegiatannya.

Penggolongan industri menurut jumlah tenaga kerja

(a)    Industri kecil

Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10 orang, misalnya industri rumah tangga.

(b)    Industri menengah

Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja antara 10 – 50 orang. Modal usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.

(c)    Industri besar

Yaitu industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara pemimpin perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh lebih besar dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.

Penggolongan industri menurut tingkat produksi

(a)    Industri berat

Yaitu penggunaan mesin untuk produksi alat-alat berat.

(b)    Industri ringan

Penggunaan mesin untuk memproduksi barang jadi.

(c)    Industri dasar

Industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan baku atau bahan pendukung bagi indutri lainnya.

(d)   Industri rumah tangga

Industri yang menghasilkan kerajinan tangan.

Penggolongan industri menurut jenis kegiatannya.

(a)    Aneka industri

Industri yang menghasilkan macam-macam barang keperluan masyarakat.

(b)    Industri logam dasar

Mengolah logam dan produksi dasar.

(c)    Industri kimia dasar

Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

(d)   Industri kecil

Industri dengan jumlah tenaga kerja dan modal sedikit dengan teknologi sederhana.

Perkembangan dan Penerapan Industri di Indonesia

Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan

Aneka Industri

Bidang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya : industri besi, baja, pemintalan, dan lain-lain. Sedangkan industri hilir adalah industri yang memakai bahan dasar dari hasil industri hulu untuk memproduksi baran yang siap dipakai konsumen.

Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berghasil memproduksi barang ekspor.

Industri Logam Dasar

Perkembangan industri ini berkembang pesat. Kenyataan ini menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup besar dalam proses industrialisasi.

Industri Non Manufakturing

Industri-industri yang bergerak di bidang ini ialah industri pariwisata, industri pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan lain-lain. Dalam hal ini, berarti industri-industri seperti itu juga akan mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara. Karena hasilnya pun dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh karenanya, industri ini menjadi sangat penting, bahkan memiliki peranan yang sangat berarti bagi perekonomian negara. Namun, banyak negara juga tidak memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan dan pertanian menjadi sub terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani (negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri di Indonesia semakin beragam.

Industrialisasi dan Perekonomian di Indonesia

Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor industrialisasi.

Globalisasi dirasa lebih menguntungkan negara-negara maju. Karena di negara-negara majulah berbaai bidang termasuk industri mengalami kemajuan, berbeda dengan di negara berkembang. Mungkin dari segi kualitas dan kuantitas hasil produksinya saja jauh lebih baik dari negara maju. Menurut Robert Hutton, ia mengatakan industri adalah bagian terpenting bagi perekonomian di Eropa. Jepang misalnya, produksi otomotif dan elektroniknya mampu menembus pasaran dunia, begitu juga Korea dan Cina. Mereka berkembang menjadi negara industri.

Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara berkembang mulai mengikutsertakan diri dalam aspek tersebut. Tidak hanya ekonomi yang dibangun dari sektor non industri, tapi mereka telah jauh melangkah mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel. Dalam arti mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Sehingga negara berkembang pun tidak dengan mudah mengikuti arus global saja. Namun, mereka mampu berkompetisi dengan baik.

Lalu bagaimana bangsa kita dalam merespon hal tersebut. Apakah bangsa Indonesia juga telah mempersiapkan dengan matang segala sesuatu yang berkenaan dengan perekonomian bangsa? Bila kita melihat di masa Orde Baru terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, bahkan rentetannya sampai pada krisis multidimesional. Sehingga krisis ini mampu menjadikan ekonomi bangsa tidak stabil. Sebenarnya itu adalah masalah yang perlu dibahas dan dicari solusinya.

Saat ini adalah masa-masa sulit bagi bangsa kita untuk melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin membuka kebebasan negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di Indonesia, sehingga bila bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka justru akan memperparah situasi ekonomi dan industri dalam negeri.

Sejauh ini pengembangan sektor industri makin marak, itu sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di Indonesia, kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu. Namun, ada banyak industri pula di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah ahasil investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan industri yang secara mutlak berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka (investor), hanya akan menuai keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga, disini dijelaskan bahwa yang menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani pihak pribumi, mengapa bisa demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap keuangan negara atau swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan biaya pengembangan untuk industri (defisit).

Sebagai contoh saja, industri otomotif sepertai Astra, Indomobil, New Armada. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan itu hanya merakit dan kemudian menjualnya ke masyarakat. Berarti hal itu dapat dikatakan bukan hasil karya anak negeri, melainkan modal asing yang ada di Indonesia.

Untuk itulah, seharusnya bangsa ini lebih dalam untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM termasuk menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa dengan baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hendro Pupito, DC, Pengertian Industri, Penerbit Yayasan Kanisius, BPK Gunung Mulia, Yogyakarta, 1984.

Soedjono Prawiro, Pengembangan Industri di Indonesia, Penerbit CV. Yasaguna, Jakarta, 1976.

Suhendra HS, Industri di Indonesia dalam Dinamika Ekonomi 1971 – 1980, Penerbit Dua Dimensi, Yogyakarta, 1985.

Soekandar Triatmadja, Industrialisasi dan Perekonomian Indonesia, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta, 1987.

Putri Ulat Sutra

RINGKASAN CERITA

Dipinggir sebuah desa, berdirilah sebuah gubuk yang sederhana. Dalam gubuk itu, hiduplah seorang gadis yang bernama Rara Telasih yang hidup sebatang kara. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Tak jauh dari rumah Rara Telasih berdirilah sebuah rumah. Disana tinggallah sebuah keluarga yang kikir dan sombong. Dalam rumah itu ada 2 orang anak dan satu ibu, anak itu bernama Dea dan Mita, sedang ibunya bernama Romlah.

Pada suatu siang dihutan Rara Telasih bertemu dengan seorang kakek tua yang berpakaian compang-camping. Kakek itu tampaknya sedang kehausan, lalu Rara pun menolong kakek itu. Ketika kakek itu selesai makan Rara Talasih diberi seekor ulat sutra, setelah itu Rara pun hidup dengan seekor ulat sutra itu.

Hingga 3 bulan telah berlalu. Rara kaget ketika melihat seekor ulat sutra itu mengeluarkan sesuatu yang mengkilat dari tubuhnya, lalu Rara pun memintainya dan merajutnya hingga menjadi sebedah selendang. Pada waktu di jalan Rara bertemu dengan Mita dan Dea. Mereka mengingini selendang Rara. Paginya Rara pergi kesungai untuk mengambil air, tapi tanpa sengaja selendang itu jatuh terbawa arus air sungai hingga selendang itu akhirnya ditemukan oleh Pangeran, lalu Pangeran itu membawa selendang ke kerajaan. Lalu setelah hari itu pangeran terus mencari siapa pemilik selendang itu. Setelah tahu bahwa yang mempunyai seorang perempuan, maka Pangeran pun berniat untuk mempersunting Rara Telasih. Setelah itu mereka pun hidup bahagia.

Episode I

Di pinggir desa berdirilah sebuah gubuk yang sederhana. Disana tinggallah seorang gadis desa yang sangat cantik dan baik hati, namanya Rara Telasih. Dia hidup sebatang kara dan orang tuannya sudah meninggal.

Tidak jauh dari rumah Rara Telasih itu, juga tinggallah sebuah keluarga yang berisikan 2 orang anak bernama Mita dan Dea, dan ibu yang bernama Rusti. Dia tinggal dirumah yang lebih megah peninggalan dari mantan suami bu Rusti, tapi sayang keluarga itu kikir dan sombong.

Pagi yang cerah itu ditengah jalan menuju hutan, Rara Telasih yang ingin mencari kayu bakar untuk dijual dan hasilnya sebagai kebutuhan hidupnya, tetapi secara tiba-tiba Rara Telasih bertemu dengan Dea dan Mita.

Mita : Hai, anak miskin! Mau kemana loe?
Rara : Siapa yang kalian tanya, rasa-rasa di tempat ini tidak ada yang bernama anak miskin.
Dea : Aduh-aduh kamu itu bodoh sekali ya? Yang aku anak miskin itu kamu? Masa kayu sih.
Mita : Capecx deh? Ditanya kok malah diam, pakai ngeles lagi, dasar anak miskin!
Rara : (Dengan sabar menjawab), aku mau pergi kehutan mencari kayu bakar untuk dijual.
Dea : Oh, cari kayu bakar? Kasihan banget sih. Hidup Cuma 1 kali kok, menderita.
Mita : Udah, deh de’ gak ada manfaatnya ngomong sama anak miskin! (sambil berjalan pulang).
Siang itu dihutan dibawah pohon yang rindang Rara sedang beristirahat. Tiba-tiba ada seorang kakek tua, dia berpakaian compang-camping, kakek itu tampak lelah dan haus, dia mendatangi Rara yang sedang istirahat.
Kakek : Permisi cu?
Rara : Ya kakek, ada apa?
Kakek : Cu kasihanilah kakek, kakek kehausan dan kelelahan.
Rara : Oh ya kek, mari duduk dahulu. Kek, kebetulan saya bawa air minum, tapi saya tidak bawa makanan.
Kakek : Oh, gak apa-apa cu, minuman ini sudah lebih dari cukup buat kakek untuk melepas haus dan lelah. 

Permisi cu, semoga amalmu diterima oleh yang kuasa? Kakek pergi dulu ya?.

Rara : Ya kek, hati-hati dijalan ya kek?
Kakek : Ya cucuku?
Setelah itu Rara pulang. 

Seminggu setelah kejadian itu. Kakek mandatangi rumah megah itu. Dirumah itu ada keluarga yang sombong dan kikir. Di teras rumah ada Mita dan Dea yang sedang bermain-main. Kemudian kakek itu datang masih seperti pada waktu bertemu Rara, pakaian kakek itu masih compang-camping.

Kakek : Permisi Nak!
Dea : Ada apa kek! Mencari siapa? Rasanya kami tidak kenal dengan kakek.
Kakek : (Dengan nada memelas) kasihanilah kakek, sudah 3 hari kakek tidak makan, perut kakek lapar nak! To ……….
Belum selesai bicara Mita menyahut!
Mita : Apa kamu bilang, kasihan, emng kamu siapa saya, keluarga bukankan, kita juga mau makan susah, malah disuruh ngasih kakek maka! Udah sana pergi-pergi!
Lalu Ibu Romlah pun datang!
Ibu Romlah : Ada apa kok ribut-ribut?
Dea : Ini bu ada pengemis.
Mita : Ya bu, pengemis ini mau minta makanan sama kita!
Ibu Romlah : Oh, kakek mau minta makan, gak ada. Disini nggak ada makanan! Sudah sana pergi jauh-jauh dari rumahku (sambil mendorong tubuh kakek itu).
Kakek itupun pergi, tapi dalam hatinya berkata “Ya Allah ternyata didunia ini masih ada saja orang yang pelit dan sombong, jauhkanlah hambamu ini dari orang-orang  yang seperti itu”. 

Lalu kakek itupun meneruskan perjalanan. Ternyata kakek itu berjalan menuju rumah Rara. Tiba didepan pintu, kakek itu berkata.

Kakek : Permisi? (sembari mengetuk pintu).
Rara : Oh, kakek ada apa? Tunggu kek, kayaknya saya pernah bertemu dengan kakek, tapi dimana?
Kakek : Apa iya nak! Kakek lupa!
Rara : Sebentar kek, saya ingat-ingat dulu …… O ya kek, bukankah kakek yang meminta air minum di hutan 1 minggu yang lalu bukan?
Kakek : Oh ya, kakek ingat, kamu anak yang baik hati itu kan? Maafkan kakek, yang kedua kalinya, kakek sydah 3 hari tidak makan, badan kakek rasanya lemas sekali.
Rara : Mari kek singgah kedalam, masih ada sedikit nasi yang bisa dimakan, silahkan dimakan kek dan istirahatlah dulu digubug saya.
Kakek : Terima kasih nak.
Rara : Sama-sama kek!
Rara Telasih mempersiapkan hidangan untuk kakek. Dengan lahap kakek itu menyantap hidangan hingga habis. Setelah kenyang kakek itu berkata
Kakek : Terima kasih nak, kakek akan melanjtkan perjalanan. Kakek tak bisa membalas kebaikanmu, kakek hanya punya seekor ulat sutra ini, peliharalah dengan baik.
Rara : Terima kasih kek, saya akan memelihara ulat ini dengan baik. 

Kakek boleh mampir ke gubuk saya kapan saja.

Kakek : Ya terima kasih.
Episode 2
Kemudian kakek itu pergi. Setelah hari itu, rara hidup dengan ulat sutra itu, ulat itu diplihara dengan baik. 3 bulan kemudian tanpa sengaja Rara melihat sesuatu yang mengkilat dari tubuh ulat itu.
Rara : Apa ini, saya tarik saja ah?
Lalu Rara menarik benang itu.lalu memintalnya dan merajutnya hingga menjadi sebedah selendang dan kemanapun dia pergi selendangnya selalu dibawa. Di sore yang cerah itu Rara pergi jalan-jalan, dia bertemu dengan Mita dan Dea.
Dea : Wow, si miskin mau kemana loe? Dan apa yang kau bawa.
Mita : (Sambil mendekati Rara). Bagus banget, darimana kamu dapat selendang itu, kamu pasti mencuri ya!
Rara : Ampun Dea, Mita ini hanya selendang murahan yang saya beli di pasar.
Mita : Dari mana kamu dapat uang!
Dea : Iya, kamu kan hanya jual kayu bakar, mana cukup uangmu untuk beli selendang sebagus itu!
Rara : Sumpah, demi Allah, ini hanya selendang murahan, tolong biarkan saya pergi!
Mita : Apa! Kamu bilang mau pergi, tunggu……tunggu……enak saja kamu mau pergi, serahkan dulu selendang mu!
Tanpa bicara apa-apa Rara langsung pergi begitu saja.
Dea : Eh, mau kemana kamu! Jangan pergi!
Mita : Kak Dea, aku mau selendang itu.
Dea : Aku juga mau, masak selendang sebagus itu aku tidak mau.
Mita : Kak kalau begitu, bagaimana kalau kita mintakan selendang itu kepada ibu pasti Rara mau memberikannya, Rara kan takut pada ibu.
Kemudian dia menceritakan semua perihal selendang itu pada ibunya, dan ibunya pun menyetujuinya. Tetapi pagi itu Rara pergi ke sungai hendak mengambil air, tetapi secara tiba-tiba angin kencang berhembus dan melayangkan selendang Rara hingga jatuh kealiran sungai.
Rara : Aduh, selandangku! Bagaimana ya? Saya tidak bisa mengambilnya.
Dengan perasaan sedih dan kecewa, akhirnya Rara pun pulang. Tetapi sampai dirumah, Ibu Romlah sudah ada didepan rumah Rara.
Ibu Romlah : Hai anak miskin, mana selendangmu? Anakku menginginkan selendangmu.
Rara : Maaf bu, selendangnya tidak ada!
Ibu Romlah : Alah, jangan pura-pura pasti kamu sembunyikan.
Rara : Tidak bu, selendang itu hilang terbawa arus sungai yang mengalir pada waktu aku mau mengambil air.
Episode 3
Ibu itu tidak percaya. Namun akhirnya pergi jua, tetapi dipinggir sungai lewatlah Pangeran bersama pengawal pulang dari berburu.
Pangeran : Wow apa itu yang berkilaun di air.
Pengawal : Mana Pangeran! Saya tidak melihat.
Pangeran : Itu yang ada di air dekat batu!
Pengawal : Oh itu mungkin baju putih Pangeran!
Pangeran : Bukan, tolong pengawal ambilkan benda itu!
Pengawal : Oh ya Pangeran, akan saya ambilkan.
Ternyata setelah diambil betapa indahnya selendang ini!
Pangeran : Selendang ini milik siapa? Indah sekali.
Pengawal : Mungkin milik Permaisuri Raja yang sedang lewat sini pangeran? 

Mungkin jatuh saat ada angin dan dia tidak mengetahuinya.

Sampai di istana, hati Pangeran gelisah memikirkan selendang itu dan diapun menghadap Ayahandanya dan Ibunya.
Pangeran : Ayahanda, saya menemukan selendang ini disungai waktu berburu.
Ayahanda : Memang milik siapa selendang itu? Indah sekali, mungkin itu milik Permaisuri Raja yang jatuh.
Pangeran : Justru itu Bunda, saya kesini mau memohon kepada Ayah untuk mengumumkan perihal selendang ini.
Ayahanda : Coba, kesini saya lihat? Wow indah sekali.
pangeran : Ya Ayahanda, selendang itu indah sekali. Tolong umumkanlah siapa pemilik selendang ini.
Ayahanda : Atas dasar apa kamu ingin mengumumkan perihal siapa pemilik selendang ini anakku?
Pangeran : Karena selendang ini bukan milikku dan aku akan mengembalikan selendang ini kepada yang punya. Jika yang punya ini seorang laki-laki akan kujadikan keluarga, tetapi jika yang punya perempuan akan saya persunting.
Ibunda : Sungguh mulia hatimu anakku. Ibu bangga mempunyai anak sepertimu?
Pangeran : Terima kasih Bunda.
Ayahanda : Baiklah anakku, karena niatmu mulia, Ayah akan mengabulkan permintaanmu.
Pangeran : Terima kasih Ayah?
Ayahanda : Ya, sama-sama anakku.
2 jam setelah itu, Raja memerintahkan pengawalnya untuk mengumumkan perihal selendang iut.
Ayahanda : Pengawal!!!
Pengawal : Ya Raja, ada apa memanggil saya.
Ayahanda : Umumkanlah kepada rakyat tentang siapa pemilik selendang ini dan seluruh rakyat untuk datang ke depan istana.
Pengawal : Baik Raja!
Episode 4
Pagi harinya didepan Istana sudah banyak masyarakat yang datang banyak sekali yang mengaku-aku sebagai pemilik selendang itu, itu membuat Pangeran bingung. Ayahanda dan Pangeran didepan istana.
Pangeran : Ayah, sesungguhnya siapa pemilik selendang itu.
Ayahanda : Sabar anakku, kita tunggu saja dulu.
Karena Pangeran bingung, akhirnya acara itu dibubarkan. 

Pada suatu malam Pangeran bermimpi bertemu dengan seorang kakek tua. Kakek tua itu memberi petunjuk, jika Pangeran mampu mengumpulkan 1000 pengemis yang ada di Negara Kartapura, sang Pangeran akan dapat menemukan pemilik selendang itu?

Pagi hari di istana sang Pangeran pun menemui Ayahnya.

Pangeran : Ayahanda, semalam saya bermimpi, saya didatangi seorang kakek tua. Kakek itu mengatakan bahwa jika aku dapat mengumpulkan 1000 pengemis, aku akan dapat menemukan siapa pemilik selendang itu.
Ayahanda : Lalu apa yang akan kau lakukan anakku?
Pangeran : Aku akan menuruti apa yang menjadi perintah dari mimpiku tadi malam, apakah Ayah menyetujuinya.
Ayahanda : Terserah kamu anakku.
Pagi harinya sudah terkumpul 1000 pengemis di depan Istana, yang telah diperintahkan pengawal. Setelah itu Istana menjamu 1000 pengemis dengan makanan enak-enak dan Pangeran pun mengutarakan maksudnya. Ia menceritakan mimpinya dihadapan para pengemis. Setelah itu tampak lelaki tua maju dan menghadap Pangeran, dia membisikkan sesuatu kepada Pangeran.
Pengemis : Ampun Pangeran, saya telah mengganggu Pangeran, saya ingin bicara kepada Pangeran!
Pangeran : Bukaknkah kakek yang hadir dalam mimpi saya semalam.
Pengemis : Benar Pangeran, saya minta tolong kumpulkan masyarakat lagi, nanti Pangeran akan menemukan siapa pemilik selendang itu.
Pangeran : Apa kakek tidak bohong.
Pengemis : Tidak Pangeran, jika saya berbohong maka hukumlah saya.
Dan Pangeran pun mempercayai omongan pengemis itu. Pagi harinya terkumpullah seluruh masyarakat desa dan banyak masyarakat desa yang mengaku-aku sebagai pemilik selendang itu, termasuk 3 permpuan yang kikir dan sombong itu, tapi Pangeran tidak puas akan jawaban masyarakat. Hingga ada peserta terakhir yang ragu-ragu.
Pangeran : Siapa namamu? Kau tampaknya peserta terakhir. Apakah kau dapat membuktikan jika selendang sutra ini milikmu? 

(sambil memperlihatkan selendang).

Rara : (Dengan ragu-ragu) Ampun Pangeran nama saya Rara Telasih, sebenarnya yang berhak memiliki selendang itu adalah seorang kakek pengemis, karena dari dia saya bisa membuat selendang itu.
Entah ada angin apa yang menghampiri Pangeran, sehingga Pangeran mempercayai dan tertarik dengan kata-kata Rara. 

Kemudian Rara mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya!

Pangeran : Apa yang kamu bawa itu, Rara?
Rara : Ampun Pangeran, ini adalah seekor ulat sutra pemberian dari seorang kakek. (sambil memberikan ulat itu ke Pangeran).
Dan Pangeran percaya bahwa Rara adalah pemilik selendang itu dan dia akan menepati janjinya yang pernah ia katakan.
Pangeran : Jadi kamu yang mempunyai ulat itu?
Rara : Iya, Pangeran.
pangeran : Sesuai dengan janjiku, jika selendang itu milik laki-laki akan aku jadikan saudaraku, tapi kalau perempuan akan kujadikan permaisuri, maukah kamu menjadi istriku? Rara Telasih.
Rara : Dengan senang hati Pangeran. Tapi saya orang miskin sedangkan Pangeran anak dari penguasa negeri ini.
Pangeran : Saya tidak ingin membedakan yang miskin atau kaya, yang terpenting ialah orang yang mempunyai selendang itu. Jadi apakah kamu mau menjadi permaisuriku?
Rara : Dengan senang hati Pangeran, aku mendampingi Pangeran.

PEMANASAN GLOBAL, NUKLIR DAN BAHAN BERBAHAYA (B3)

A. PEMANASAN GLOBAL, NUKLIR DAN BAHAN BERBAHAYA (B3)

Ribuan mobil baru yang tiap tahun diluncurkan bisa jadi cuma memberi kenyamanan semu bagi orang berduit. Di dalam kabin nan sejuk, mereka memang bisa tiduran nyaman sambil menikmati musik di tengah kemacetan lalu lintas. Tapi, apakah mereka peduli kalau asap dari knalpot mobilnya menebar racun ke udara, menyusup ke paru-paru seluruh warga kota, dan menabung efek buruk jangka panjang yang mengerikan?

Karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) yang dihasilkan mesin kendaraan diketahui sebagai gas beracun yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, bahkan dapat membunuh seketika. Gas-gas itu juga jadi masalah global karena meningkatkan efek rumah kaca dengan dampak meningkatnya suhu bumi. Unsur lain dari buangan asap kendaraan yang tak kalah berbahaya adalah timbal, alias timah hitam, alias plumbum (Pb).

Timbal kini dianggap sebagai ancaman serius karena diketahui telah menyusup ke dalam darah warga kota, termasuk anak-anak. Logam pencemar dari kendaraan dengan bahan bakar bensin bertimbal itu bisa terakumulasi dalam tubuh, menyerang organ-organ penting, bahkan merusak kualitas keturunan. Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa timbal bisa menurunkan tingkat inteligensia.

Berbagai seminar digelar untuk mengingatkan ihwal bahaya timbal seraya mencari solusinya. Terakhir, seminar bertema “Jejak Langkah Menuju Bensin Tanpa Timbal 2005″ yang digelar Komite Penghapusan Bensin Bertimbal dan ASEAN Clean Fuel Association, di Jakarta, Desember lalu.

Para peneliti timbal dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Puji Lestari, Budi Haryanto, Asrom Hamonangan, dan Darmadi Goenarso, mendesak pemerintah agar menghapus bensin bertimbal. Tentu saja, sistem transportasi kota harus pula dibenahi, untuk mengatasi kemacetan yang kian parah.

Budi Haryanto mengatakan, anak-anak terutama yang berusia kurang dari enam tahun adalah kelompok paling rentan tercemar timbal. “Anak-anak lebih mudah menyerap timbal karena sistem penolakan tubuhnya terhadap bahan asing belum sempurna,” kata Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), itu.

Doktor Puji Lestari dari Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) memaparkan hasil penelitiannya yang mencemaskan. “Unsur timbal sudah masuk darah anak-anak sekolah di Bandung,” ujar doktor bidang polusi udara lulusan Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat, itu.

Puji melakukan penelitian yang disponsori SIDA (Swedish International Development and Cooperation Agency) di Bandung sepanjang 1994-2004. Ia memeriksa kondisi udara dan mengambil sampel darah anak-anak, polisi lalu lintas, tukang parkir, pedagang kaki lima, dan sopir angkutan umum.

Hasilnya menunjukkan, dari sampel darah 62 anak, 21 di antaranya mengandung timbal di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ambang batas WHO untuk timbal pada darah anak-anak adalah 10 mikrogram/desiliter (ug/dl), dan pada darah orang dewasa 25 ug/dl.

Pencemaran udara di daerah padat lalu lintas di Bandung, seperti di Alun-alun, Jalan Braga, Merdeka, Asia Afrika, dan Pasteur, pun sudah melampaui ambang batas. Di Alun-alun, konsentrasi timbal di udaranya 0,6 – 2,4 ug/m3. Sedangkan di Jalan Merdeka dan Jalan Ganesha 1.57 ug/m3 dan 0.97 ug/m3. Ambang batas timbal di udara yang ditetapkan WHO adalah 0,5 ug/m3. “Udara Bandung terjebak dan sudah teracuni,” kata Puji.

Hasil yang lebih mengkhawatirkan diperoleh Survei Ekologi Kesehatan di Bandung pada 2001 yang dilakukan Profesor Dr. Otto Soemarwoto, guru besar ilmu lingkungan Universitas Padjadjaran. Pada sampel darah rata-rata anggota polisi lalu lintas ditemukan timbal 30,66 ug/dl, dan pada sampel darah sopir angkutan kota 25,23 ug/dl. Sedangkan pada darah warga biasa 12,28 ug/dl.

Otto menyimpulkan, semua warga Bandung sudah tercemari timbal. “Darah gubernur, wali kota, dan ketua DPRD pun pasti mengandung timbal di atas ambang batas,” katanya. Otto sendiri mengatakan bahwa darahnya mengandung timbal dengan kadar 34 ug/dl. “Bandung terletak dalam cekungan, sehingga pencemaran udara dengan tingkat yang sama dengan kota-kota besar lainnya berdampak lebih buruk,” kata Otto Soemarwoto.

Bagaimana dengan Jakarta? Sama, mencemaskan. Lihat saja hasil penelitian Center for Desease Control and Prevention, bekerja sama dengan UI, pada 2001. Dari sampel darah 397 anak usia 6-12 tahun, 62% mengandung timbal di atas ambang batas WHO. Rinciannya: 35% sampel mengandung timbal berkadar 11 ug/dl, 25% sampel berkadar timbal 14 ug/dl, dan 2,4% lainnya mengandung timbal lebih dari 20 ug/dl.

Hasil penelitian Kantor Pengendalian dan Pemantauan Lingkungan Hidup serta Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pada 1997 menunjukkan, kualitas udara Jakarta memang payah. Kawasan perempatan Cawang, misalnya, memiliki kadar rata-rata timbal dalam debu udara lebih dari 30 ug/m3. Udara Tomang dicemari timbal dengan kadar 25/m3, Lebak Bulus sekitar 23 ug/m3, Kampung Rambutan 21 ug/m3, Senen 3 ug/m3, dan Pulogadung 1 ug/m3.

Bersyukur, pada 2001 pemerintah mencanangkan program bebas timbal di Jakarta. Bensin yang dijual di seluruh pompa bensin di Ibu Kota sudah tidak mengandung timbal. Hasilnya mulai terlihat pada penelitian yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI sejak awal Januari lalu.

Budi Haryanto, koordinator penelitian itu, mengatakan bahwa timnya sudah mengambil 160 dari target 200 sampel darah anak sekolah dasar di beberapa kawasan di Jakarta dan sekitarnya. Hasil sementara menunjukkan, kadar timbal pada darah anak-anak sudah menurun dibandingkan dengan hasil penelitian pada 2001.

Dari semua sampel darah yang sudah diperiksa, hanya 25% yang mengandung timbal di atas ambang batas WHO. Rata-rata kadar timbal pada tiap sampel darah “cuma” 4,6 ug/dl. Bandingkan dengan rata-rata kadar timbal hasil penelitian 2001 yang mencapai 8,6 ug/dl.

“Program bebas timbal di Jakarta hasilnya signifikan,” kata Budi Haryanto, yang menyempatkan datang ke Gedung Gatra, Selasa lalu, untuk menjelaskan hasil sementara penelitiannya. Kandidat doktor bidang epidemilogi itu mendesak pemerintah agar menghapuskan bensin bertimbal di seluruh wilayah Indonesia.

Kampanye itulah yang sekarang terus digeber Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB). “Kita sudah ketinggalan oleh negara-negara lain, bahkan oleh para tetangga,” kata Ahmad Safrudin, Koordinator KPBB. Safrudin memaparkan bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sudah menghapuskan timbal pada bensin sejak awal 1980-an. Singapura dan Malaysia sudah menghilangkan timbal pada 1990, serta Thailand dan Filipina menyusul setahun kemudian.

Menurut Safrudin, penghapusan bensin bertimbal di Jakarta tak berpengaruh banyak dalam mengurangi pencemaran. “Siapa yang menjamin semua mobil yang beredar di Jakarta membeli bensinnya di Jakarta?” katanya. Padahal, pompa-pompa bensin di luar Jakarta masih menjual bensin bertimbal. Dan, sebagian besar mobil yang berseliweran di Jakarta berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Muhamad Rudi Wahyono dari Pusat Informasi Timbal Indonesia (Indonesia Lead Information Center) mengatakan, 70% polutan timbal di Jakarta diperkirakan berasal dari asap kendaraan. Saat ini, jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota mencapai 4.150.000 unit. Tingkat pertumbuhannya rata-rata di atas 5% per tahun.

“Kondisi itu diperparah dengan upaya perawatan kendaraan yang tidak memadai,” ujar Rudi. Pemeriksaan emisi kendaraan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi membuktikan, sekitar 60% kendaraan yang diperiksa tidak memenuhi ambang batas emisi gas buang.

Menteri Lingkungan Hidup telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 141 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Emisi Kendaraan Tipe Baru. Dalam keputusan itu dinyatakan, mulai Januari 2005 setiap kendaraan dengan tipe baru wajib mematuhi standar emisi EURO 2. Sedangkan tipe lama yang sudah terjual diberi kesempatan melakukan penyesuaian hingga 2007. Dengan demikian, mulai 2007 setiap kendaraan yang dijual di Indonesia harus memenuhi standar EURO 2.

Standar baru itu menetapkan ambang batas emisi gas buang yang disemprotkan kendaraan bermotor. Untuk emisi karbon monoksida (CO), misalnya, ditetapkan maksimal 2,2 gram per kilometer, diukur selama kendaraan beroperasi di jalan. Patokan ini lebih rendah dibandingkan dengan standar Euro 1 yang 2,72 gram per kilometer untuk gas yang sama.

Regulasi ramah lingkungan untuk menekan bahan pencemar udara itu disepakati negara-negara Eropa sejak 1991, dengan kesepakatan EURO 1. Selanjutnya, pada 1996, mereka melangkah ke kesepakatan EURO 2 dengan menekan emisi gas buang kendaraan bermotor hingga 30%.

Ahmad Safrudin mengingatkan, Indonesia akan semakin tertinggal jika tidak segera melaksanakan ketetapan EURO 2. Sebab negara lain sudah melangkah ke ketetapan EURO 3 yang dibuat tahun 2000, dengan pengurangan emisi partikel debu sampai di bawah 20%. Berikutnya, mereka akan menyongsong ketetapan EURO 4, dengan target emisi partikel menjadi di bawah 10%.

Ketetapan EURO dilaksanakan dengan melakukan perbaikan mutu bahan bakar dan teknologi mesin kendaraan. Di negara-negara yang sudah menghapus bensin bertimbal, mesin kendaraan dilengkapi peranti bernama catalitic coverter. Alat ini berfungsi menyaring gas-gas pencemar hasil pembakaran, sehingga asap yang keluar dari knalpot sudah ramah lingkungan.

Tapi alat itu akan rusak jika digunakan pada kendaraan yang masih menggunakan bensin bertimbal. Keruan saja, asap yang disemburkan mesin-mesin kendaraan di kota-kota besar Indonesia akan kian mengganas seiring kondisi lalu lintas yang makin macet.

Pemecahan masalah pencemaran udara terutama oleh timbal sudah saatnya dipikirkan bersama. Timbal kini diketahui sebagai bahan pencemar yang dapat menyebabkan tragedi sosial akibat penurunan kecerdasan anak-anak. Kemampuan akademis mereka bisa menurun, dan secara nasional bisa menjatuhkan kualitas bangsa di masa datang. Itu berarti sebuah kehilangan generasi penerus.

Pencemaran udara memberi akibat kerugian berantai. Laporan studi Mitra Emisi Bersih yang dilansir Oktober 2004 menyebutkan, masyarakat Jakarta harus menanggung sekitar US$ 180 juta tiap tahun akibat polusi udara. Diprediksi, biaya itu akan naik dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

Biaya itu sebagian besar dibayarkan untuk berobat, akibat berjangkitnya berbagai penyakit. Bahan polutan yang mencemari udara memang secara langsung menggerogoti daya tahan tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Kerugian lainnya adalah hilangannya pendapatan karena warga kota tidak dapat bekerja gara-gara sakit. Menurut studi Mitra Emisi Bersih, gangguan polusi udara menyebabkan rata-rata warga kota kehilangan 24 hari kerja pada 2004. Kasus kematian akibat polusi tercatat mencapai 6.400 di kota-kota besar seluruh Indonesia.

Paul Butarbutar, Senior Program Officer Clean Air Project Swisscontact Jakarta, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk serius menangani persoalan lingkungan. Menurut dia, ada empat hal yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah. Pertama, penerapan standar emisi kendaraan yang lebih ketat. Kedua, meningkatkan kualitas bahan bakar yang ramah lingkungan. Ketiga, peningkatan upaya perawatan kendaraan, dan keempat penataan transportasi.
Upaya mengatasi ancaman polusi udara jangan sampai menunggu dampaknya yang lebih gawat. Kata orang bijak, lebih baik mencegah daripada mengobati.

 

B. DAUR ULANG

1. Pengelolaan Persampahan: Menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste)

Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat.

Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari.  Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.

2. Jenis Sampah

Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sapah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami.

Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam meminimasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuag di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.

3. Alternatif Pengelolaan Sampah

Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat  atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.

Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.

Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.

Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.

Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.

4. Tanggung Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah

Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility – EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah.

Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator. Banyak komunitas yang telah mampu mengurangi 50% penggunaan landfill atau insinerator dan bahkan lebih, dan malah beberapa sudah mulai mengubah pandangan mereka untuk menerapkan “Zero Waste” atau “Bebas Sampah”.

5. Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)

Sampah atau limbah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan merupakan suatu faktor penting dari sejumlah sampah yang dihasilkan, beberapa diantaranya mahal biaya penanganannya. Namun demikian tidak semua sampah medis berpotensi menular dan berbahaya. Sejumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas medis hampir serupa dengan sampah domestik atau sampah kota pada umumnya. Pemilahan sampah di sumber merupakan hal yang paling tepat dilakukan agar potensi penularan penyakit dan berbahaya dari sampah yang umum.

Sampah yang secara potensial menularkan penyakit memerlukan penanganan dan pembuangan, dan beberapa teknologi non-insinerator mampu mendisinfeksi sampah medis ini. Teknologi-teknologi ini biasanya lebih murah, secara teknis tidak rumit dan rendah pencemarannya bila dibandingkan dengan insinerator.

Banyak jenis sampah yang secara kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan. Sampah-sampah tersebut tidak sesuai diinsinerasi. Beberapa, seperti merkuri, harus dihilangkan dengan cara merubah pembelian bahan-bahan; bahan lainnya dapat didaur-ulang; selebihnya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya. Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai tempat, seperti di sebuah klinik bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika.

Sampah hasil proses industri biasanya tidak terlalu banyak variasinya seperti sampah domestik atau medis, tetapi kebanyakan merupakan sampah yang berbahaya secara kimia.

6. Produksi Bersih dan Prinsip 4R

Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah:

Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:

  • Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
  • Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
  • Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
  • Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.

Sekolah Untuk “Orang Miskin”

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTglnHNNvgxC0wP78bjAGE3Qm5i8yCKcv4E6MCgfh0AEpAIkvdrTopik ini merupakan salah satu kecaman besar saya kepada dunia pendidikan kita, khususnya terhadap paradigma berpikir yang mengistimewakan “fakir-miskin” dan “yatim-piatu” dalam pendidikan. Bukan karena saya anti kepada orang miskin atau yatim-piatu, tetapi selama ini kita sering salah kaprah.

Banyak yayasan, lembaga sosial, perusahaan, instansi, BUMN, dll. memberikan fasilitas istimewa kepada kaum fakir-miskin dan yatim-piatu. Mereka diberi beasiswa, kesempatan sekolah, tunjangan, fasilitas, dan sebagainya. Begitu istimewanya kaum fakir-miskin dan yatim-piatu, sehingga ada anak-anak dari keluarga “agak mampu” yang membayangkan keluarganya menjadi miskin, atau ayah-ibunya wafat, agar mereka mendapat fasilitas istimewa dalam pendidikan.

Pendidikan Berbasis “Rasa Kasihan”. 

Sebenarnya, pendidikan bagi fakir-miskin dan yatim-piatu itu sudah menjadi KEWAJIBAN NEGARA untuk melayani mereka sebaik-baiknya. Bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, fasilitas hidup, dll. Dimana saja ada masyarakat fakir-miskin dan yatim-piatu, sudah menjadi KEWAJIBAN negara untuk memperbaiki kehidupan mereka. Hal ini bersifat wajib, tidak ada toleransi lagi. Seperti dalam UUD disebutkan, “Fakir-miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.” Jadi, amat sangat telat kalau kita baru sadar bahwa fakir-miskin dan yatim-piatu itu harus ditolong sebaik-baiknya.

Kalau dalam praktik ternyata fakir-miskin dan yatim-piatu diterlantarkan oleh negara, seharusnya para pemimpin itu diajukan ke pengadilan, karena telah melanggar hak-hak rakyat lemah yang seharusnya dibantu, ditolong, dan dientaskan dari penderitaan mereka. Hanya saja, pernahkah di Indonesia ada seorang pejabat diadili karena menerlantarkan fakir-miskin dan yatim-piatu? Tidak pernah ada, dan tidak ada pula yang mau mengajukan tuntutan.

Adapun soal pendidikan, itu masalah berbeda. Ketika bicara tentang pendidikan, pikiran kita harus segera menuju agenda besar, yaitu pemberdayaan SDM. Dalam konteks pemberdayaan SDM, paradigma-nya jangan kepedulian sosial untuk menolong fakir-miskin dan yatim-piatu. Jelas harus dipisahkan antara keinginan membentuk SDM yang kuat dengan kewajiban melayani fakir-miskin dan yatim-piatu. Dua hal tersebut sangat berbeda. Pembentukan SDM terkait dengan missi Departemen Pendidikan, sementara menolong fakir-miskin dan yatim-piatu berkaitan dengan missi Departemen Sosial. Ini dua hal berbeda, jangan dicampur-aduk.

Kalau mau membentuk SDM yang handal, ya bentuklah sebaik-baiknya. Cari manusia-manusia berbakat, komitmen belajar tinggi, motivasi kuat, bermoral luhur, dan sebagainya, lalu berikan bantuan kepadanya sebaik-baiknya. Tidak peduli, dia anak konglomerat atau pengusaha sekalipun. Dimana saja ada bakat-bakat yang kuat di bidang SDM, bantu mereka, didik mereka sebaik mungkin, agar terlahir tenaga-tenaga SDM yang handal.

Bakat dalam belajar, motivasi kuat, bermoral luhur, semua itu sangat dibutuhkan untuk melahirkan manusia-manusia kuat. Dimanapun bakat-bakat itu ada dan ditemukan, apakah di golongan fakir-miskin, golongan menengah, bahkan golongan elit sekalipun, bantu mereka untuk mendapat pendidikan sebaik-baiknya, seluas-luasnya. Setelah itu, kita bisa berharap mereka akan menjadi manusia-manusia handal yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat luas.

Selama ini, ada rasa sedih di hati ketika menyaksikan begitu banyaknya fasilitas kemudahan bagi fakir-miskin dan yatim-piatu. Sementara golongan lain, yaitu anak-anak dari klas “menengah ke bawah”, mereka sebenarnya juga sangat membutuhkan dukungan itu. Hanya karena mereka tidak masuk kriteria “orang miskin” dan “yatim-piatu”, akhirnya mereka diabaikan. Hal ini seringkali berakibat membunuh potensi-potensi besar yang seharusnya lahir di tengah masyarakat kita. Banyak sekali anak-anak yang mampu, berprestasi, motivasi tinggi, rajin ke masjid, patuh kepada orangtua, menghargai kaum wanita; hanya karena mereka “bukan miskin” dan “tidak yatim-piatu”, mereka tidak dibantu sama sekali dalam belajar. Akibatnya, potensi mereka tidak berkembang baik. Bagaimana akan berkembang, wong mereka tidak memiliki biaya cukup untuk mengakses fasilitas-fasilitas pendidikan?

Salah satu contoh, program Dompet Dhuafa Republika. DD Republika memiliki suatu paradigma untuk memberikan fasilitas pendidikan yang istimewa kepada anak-anak miskin yang berprestasi. Tujuan mereka, “Untuk mengentaskan mereka, agar bisa memutus rantai kemiskinan yang membelenggu keluarga mereka.” Sekilas pintas, pemikiran seperti ini benar. Tapi kalau kita kaji lebih dalam, pemikiran seperti ini justru semakin memperpanjang riwayat kemiskinan itu sendiri.

Lho, bagaimana logikanya sehingga pemikiran seperti itu malah disebut memperpanjang riwayat kemiskinan?

Begini penjelasannya. Kalau kita memberi beasiswa kepada 10 anak yang berprestasi dari keluarga fakir-miskin dan yatim-piatu, sehingga mereka diberi kemudahan sekolah sampai lulus sarjana. Lalu mereka berhasil bekerja di suatu instansi tertentu. Jika tercapai harapan ini, paling yang akan diuntungkan oleh 10 orang itu adalah diri dan keluarga mereka sendiri. Sebab sejak awal mind set anak-anak itu telah terdoktrin dengan sangat kuat untuk lepas dari kemiskinan dan membantu keluarga. Lalu kapan mereka akan memikirkan masyarakat luas, bangsa, atau kepentingan Ummat? Nah, disini ada masalah serius.

Anak-anak yang terdidik dari kalangan fakir-miskin atau yatim-piatu, mereka tidak disalahkan kalau setelah lulus studi mereka lebih memikirkan keluarga mereka sendiri. Tidak bisa disalahkan. Karena tujuan awal pendidikan yang dirancang untuk mereka memang seperti itu. Lagi pula, bagaimana akan membebani mereka dengan beban besar, membantu masyarakat luas atau Ummat, sementara kondisi keluarga mereka sendiri sangat butuh bantuan?

Sementara, kalau kita mendidik 1 (satu) orang anak dari keluarga biasa-biasa saja, kita didik baik-baik, diberi fasilitas yang cukup. Dengan syarat, anak itu memiliki semangat belajar tinggi, mau kerja keras, bermoral luhur. [Indikasi moral luhur paling mudah: Rajin ke masjid, patuh kepada orangtua, dan menghargai kaum wanita]. Jika anak seperti itu diberdayakan secara maksimal, dia bisa menjadi seorang doktor, teknokrat, atau manager yang handal. Lalu dampak dari keberhasilannya akan berpengaruh luas bagi masyarakat. Bukan hanya bagi diri mereka sendiri.

Lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, lembaga-lembaga sosial keagamaan, dan lain-lain, mereka harus BERTAUBAT dari sikap mengabaikan potensi anak-anak berbakat dari kalangan keluarga biasa-biasa (menengah ke bawah). Sikap mengabaikan itu nyata-nyata telah membunuh berjuta-juta potensi SDM besar yang seharusnya bisa dibina agar menjadi manusia-manusia kuat.

Dari keluarga-keluarga biasa kerap muncul anak-anak berbakat. Tetapi karena ekonomi keluarga mereka “dianggap mampu”, lalu anak-anak itu diabaikan. Padahal sejujurnya mereka membutuhkan dukungan juga. Inilah keadaan golongan “serba terjepit”. Disebut mampu, mereka tidak bisa menyediakan fasilitas belajar yang baik bagi anak-anaknya; tetapi disebut tidak mampu, mereka ternyata tidak berhak mendapat bantuan pendidikan.

Kalau ingin membangun negara, bangunlah SDM! Untuk membangun SDM, lepaskan dulu dikotomi “kaya-miskin”, “yatim-tidak yatim”. Siapa saja yang berbakat, punya motivasi kuat, pekerja keras, dan bermoral, layak diberi dukungan fasilitas pendidikan. Bahkan sekalipun, di sekolah anak seperti itu tidak pernah menjadi “juara kelas”. Tidak ada suatu jaminan yang menjelaskan, bahwa: “Kalau mau menjadi manusia sukses, harus menjadi juara kelas.” Banyak tokoh-tokoh dunia yang lahir bukan dari barisan “juara kelas”. Bahkan ada postulat baru yang semakin diyakini banyak orang, bahwa faktor EQ (emotional quotient) lebih utama dari factor IQ (intelligence quotient). Artinya, nilai akademik di sekolah tidak menjadi jaminan keberhasilan hidup seseorang.

Bukan berarti, masalah akademik itu harus dibuang sama sekali. Tidak demikian. Tetapi ia dianggap sebagai satu faktor penentu, sedangkan faktor-faktor lain perlu dipertimbangkan. Jika paradigma pendidikan kita sampai saat ini selalu bertolak dari pemikiran “kepedulian sosial”, yakinlah tujuan membangun SDM yang tangguh itu akan gatot alias gagal total.

Untuk menjadi manusia kuat tidak hanya dibutuhkan nilai rapot, hasil Ujian Nasional, atau IPK. Tetapi juga dibutuhkan karakter, motivasi yang kuat, semangat juang, idealisme, moralitas, serta kekuatan spiritual. Nah, anak-anak dari keluarga fakir-miskin dan yatim-piatu, jalan pikirannya kerap didominasi oleh semangat untuk “keluar dari penderitaan” saja. Di sisi lain, mereka kurang berpikir tentang idealism, cita-cita tinggi, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas. Kesulitan ekonomi yang mereka hadapi, membuatnya lebih berpikir pendek.

Ke depan, kalau ingin mensukseskan missi pemberdayaan SDM, kita jangan hanya memberikan fasilitas kepada anak-anak dari kalangan fakir-miskin, yatim-piatu. Tetapi berikan juga kepada anak-anak berbakat dari keluarga sederhana, keluarga biasa, keluarga PNS, atau keluarga klas “menengah ke bawah”. Cari anak-anak yang senang membaca, motivasi tinggi, berpikir kreatif, pekerja keras, dan bermoral luhur. Nilai akademik boleh dipertimbangkan, tapi bukan satu-satunya penentu. Harus dicatat dengan baik, sebenarnya yang membutuhkan fasilitas belajar itu banyak, bukan hanya fakir-miskin, yatim-piatu.

Lalu bagaimana jika peminat fasilitas pendidikan itu dari keluarga biasa-biasa sangat banyak?

Ya idealnya, lebih banyak peminat lebih baik. Sebab itu pertanda, peluang keberhasilan pembinaan SDM yang ingin dituju lebih besar. Bayangkan saja, jika ada 100 anak-anak yang memenuhi kriteria, lalu kelak mereka bisa menjadi doktor, menjadi teknolog, menjadi penemu, inspirator, ahli manajemen, ahli bisnis, pengusaha sukses, dll. Tentu semua itu merupakan sumbangan kemaslahatan besar bagi kehidupan masyarakat. Namun jika secara pendanaan tidak cukup, ya berikan fasilitas semampunya saja. Kalau baru mampu mendukung 10 atau 15 anak berbakat, silakan saja, tidak masalah.

Mohon dibuang jauh-jauh pemikiran PICIK dari otak kita. Misalnya, setiap melihat anak berbakat, langsung muncul prasangka buruk di otak kita, “Wah, anak-anak ini nanti akan menyusahkan lembaga kita. Mereka akan menghabiskan dana kita. Mereka akan menyerobot hak-hak orang miskin. Mereka akan menjadi anak bandel yang suka keluyuran di malam hari, tidak tahu terima kasih, lalu membuat onar di tengah masyarakat. Mereka akan menjadi benalu masyarakat.” Dan seterusnya. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Seharusnya, kalau melihat anak-anak berbakat, luruskan pikiran kita. “Wah, ini benar-benar mengagumkan. Anak ini sangat potensial. Dia berbakat, bermoral, dan bermental baja. Anak-anak ini secara mandiri sudah dibina oleh keluarganya. Peranan kita, tinggal memoles, menempa, dan mengarahkan mereka. Insya Allah, kelak mereka bisa menjadi manusia-manusia yang kuat.” Dimanapun juga, membangun sesuatu yang sudah “setengah jalan” jauh lebih mudah daripada membangun sesuatu “dari angka nol”.

Bisa juga disiasati. Misalnya, fasilitas pendidikan diberikan kepada siapapun yang dinilai berbakat tinggi dan potensial mencapai sukses. Namun mereka diharuskan membantu fakir-miskin dan yatim-piatu, jika nanti telah berhasil. Misalnya, mereka dikenakan kewajiban mengangkat anak asuh, menjadi donator panti asuhan, menyumbang sebagian penghasilannya untuk kaum dhuafa’ dan lain-lain.

Perlu diingat, sikap memberikan fasilitas istimewa kepada fakir-miskin dan yatim-piatu, lalu mengabaikan anak-anak dari golongan “menengah ke bawah”, sekalipun mereka sangat butuh bantuan; sikap demikian adalah WARISAN KOLONIAL. Kaum kolonial selalu mendominasi fasilitas pendidikan. Di bawah mereka ada kaum “menengah ke atas” yang memang mampu memberi biaya bagi anak-anaknya. Di bawah mereka lagi, ada kaum fakir-miskin dan yatim-piatu, yang diberi fasilitas pendidikan karena “rasa kasihan”. Adapun posisi kaum “menengah ke bawah” dihapuskan dari fasilitas pendidikan. Kaum kolonial tidak menyalahkan sikap memberi bantuan kepada fakir-miskin, yatim-piatu. Hal itu dianggap sebagai upaya karikatif yang dikenal di semua peradaban.

Orang-orang elit sangat sadar. Kalau membantu fakir-miskin dan yatim-piatu, dampak dari bantuan itu hanya akan beredar di kalangan keluarga kaum dhuafa’ itu sendiri. Adapun kalau membantu klas “menengah ke bawah” yang kerap dianggap sebagai kaum revolusioner dan idealis, bisa mengancam STRUKTUR SOSIAL. Makanya kaum elit langsung menukik ke komunitas fakir-miskin dan yatim-piatu. Mereka hampir-hampir tidak mau menengok potensi anak-anak golongan “menengah ke bawah”.

Tulisan ini disusun sebagai upaya koreksi atas kesalahan-kesalahan pemikiran kita dalam merealisasikan missi pemberdayaan SDM. Missi pemberdayaan SDM tidak bertumpu dari pemikiran dikotomi kaya-miskin. Tetapi bertumpu pada kesadaran untuk merealisasikan segala hal yang diyakini lebih mendekatkan kepada tujuan membangun manusia yang tangguh dan kuat. Dimana saja ada potensi ketangguhan itu, harus dibina sebaik-baiknya. Tidak peduli sekalipun potensi itu muncul dari sebuah keluarga kaya sekalipun.

Adapun hak-hak perlindungan, pemeliharaan, santunan, dan pertolongan kepada kaum fakir-miskin dan yatim-piatu, hal ini merupakan KEWAJIBAN bagi negara untuk merealisasikannya. Dan menjadi amal KEUTAMAAN bagi masyarakat luas untuk peduli dan ikut menolong mereka. Bahkan seharusnya, para pemimpin politik bisa diajukan ke pengadilan, jika mengabaikan hak-hak fakir-miskin dan yatim-piatu.

Banyak sekali yayasan atau pesantren Islam, memberi hak-hak istimewa kepada fakir-miskin dan yatim-piatu. Kalau tujuan utama mereka memberikan santunan sosial, itu benar. Tetapi kalau tujuan utamanya, mendidik manusia yang kuat, sikap mengabaikan anak-anak dari golongan “menengah ke bawah” yang sebenarnya juga membutuhkan fasilitas pendidikan, adalah salah. Pendidikan itu untuk siapapun dari kalangan kaum Muslimin. Siapa saja yang lebih berpotensi mencapai sukses, layak dibantu, bukan diabaikan.

Seperti sebuah ilustrasi. Misalnya ada anak sekolah berangkat ke sekolah naik sepeda. Di tengah jalan, sepedanya ditabrak sebuah mobil, sehingga anak itu jatuh dan terluka. Saat kita ingin membantu anak itu, jangan tanyakan lagi, “Nak, nilai rapotmu berapa? Kamu dari sekolah negeri apa swasta? Kamu menjadi juara kelas atau bukan?” Kalau dia berprestasi di sekolah, dia dibantu. Kalau tidak berprestasi, dia dibiarkan, bahkan disalah-salahkan. [Misalnya ada yang mencela, “Makanya kalau naik sepeda, matanya dipakai! Jangan bengong melulu! Mikirin apa sih kamu, sehingga ketabrak mobil? Mikir hutang ya?”].

Dunia sosial berbeda dengan dunia pendidikan. Keduanya berada dalam domain berbeda, meskipun pada suatu titik ada kaitannya. Kalau mau membantu secara sosial, bantulah; tetapi kalau mau mendidik manusia, didiklah dengan benar. Dua hal tersebut jangan dicampur-adukkan.

Dulu pengikut Nabi Saw banyak dari kalangan fakir-miskin. Mereka setia mendukung perjuangan dan dakwah Nabi. Tetapi para dinamisator, para penggerak, pemegang kunci-kunci peranan sosial, umumnya dari para Shahabat yang mapan. Sampai ada ungkapan yang cukup populer, “Sembilan dari sepuluh Shahabat yang dijamin masuk syurga, dari kalangan mapan.” Maksud yang dikehendaki disini, perhatian kita kepada kepentingan kaum dhuafa’, jangan melupakan missi semula, untuk membentuk karakter manusia yang kuat dan tangguh.

Semoga bermanfaat. Dan mohon dimaafkan bila ada kesalahan, kekurangan. Semua ini ditulis demi menyelamatkan potensi besar golongan “menengah ke bawah” yang kerap diabaikan, karena mereka dianggap “telah mampu”. Andai Ummat Islam mau merombak pemikirannya dalam membangun pendidikan ini, insya Allah kelak akan lahir kualitas SDM yang handal seperti diharapkan. Wallahu A’lam bisshawaab.

Sumber : http://abisyakir.wordpress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.