I. PENDAHULUAN
Pembangunan adalah uasah yang terarah dan terencana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan sosial-budaya sebagai pendukung keberhasilannya. Pembangunan itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu perubahan menuju kepada apa yang hendak dicapai atau diwujudkan.
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan berdasarkan suatu perencanaan sosial (social planning).
Tujuan Pembangunan
Pembangunan memiliki tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur, materiil dan spirituil, berdasarkan Pancasila, di dalamnya terdapat wadah NKRI.
Modal Dasar Pembangunan
Modal dasar pembangunan adalah kekayaan, kemampuan bangsa, dan nilai-nilai sosial yang bersifat materiil-spirituil, real-potensial, subjektif-objektif yang secara serasi diarahkan dan didayagunakan untuk mencapai terwujudnya tujuan nasional.
Hakekat Pembangunan
Hakekat atau prinsip pembangunan bangsa ialah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya.
Dampak Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang direncanakan dan dikehendaki, setidaknya pembangunan merupakan kehendak masyarakat yang terwujud dalam keputusan-keputusan yang diambil dan disusun dalam suatu perencanaan. Namun dapat dikatakan bila pembangunan juga memiliki pengaruh terhadap masalah sosial-budaya, dampaknya yaitu :
II. PEMBAHASAN
PERAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN
Di era globalisasi sekarang ini, orang tidak lagi berpikir seperti waktu lampau. Pemikiran nasional yang sast inilah yang menjadi pedoman hidup orang-orang modern dan bukan primitif. Begitu juga peranan wanita yang posisinya begitu penting dalam pembangunan, dimana hal itu sagat berbeda dengan wanita pada jaman penjajahan. Mereka hanya terkekang sebatas sebagai ibu rumah tangga saja.
Tetapi, sekarang mereka justru memiliki kedudukan dan pengaruh yang besar di berbagai bidang kehidupan. Bahkan, ada pula dari mereka yang memiliki profesi sebagai kepala pemerintahan. Peranan mereka terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan jaman. Wanita jaman modern lebih memiliki kecenderungan untuk selangkah lebih maju daripada hari-hari sebelumnya. Itulah perbedaan kehidupan masa lampau dengan masa kini, dimana saat itu kebebasan untuk ikut serta dalam pembangunan lebih terbuka (demokrasi). Demokrasi dalam hal ini, yaitu :
Peran Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga
Secara harfiah memang wanita merupakan ibu rumah tangga bagi keluarganya dan itu adalah kodrat sebagai makhluk Tuhan. Namun, tidak dapat pula kita ingkari peran mereka tidak sebatas itu dan ini lazim bagi mereka dimanapun berada. Ia mendidik anak-anaknya dan juga mengurus rumah tangganya dengan baik.
Sehingga disini dapat kita katakan perjuangan wanita sangat besar untuk keluarganya. Dulu ibu Kartini mulai menggerakkan dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia mengutamakan emansipasi wanita. Sekarang pendapat tentang emansipasi menjadi dasar bagi kemerdekaan wanita untuk ikut serta dalam pembangunan di berbagai bidang.
Peran Perempuan dalam Berprofesi
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu perencanaan sosial (social planning). Perencanaan sosial didasarkan pada suatu pengertian yang mendalam tentang bagaimana wanita profesi menyumbangkan pemikiran-pemikiran atau ide, bagi masyarakat secara “universal”, bagaimana wanita memperbaiki dirinya dari taraf yang rendah ke taraf yang modern dan kompleks.
Selain itu, juga wanita didasarkan pada pengertian tentang hubungannya dengan keadaan di lapangan kerja. Mereka akan dihadapkan pada kenyataan yang sesungguhnya sebagai wanita profesi. Sehingga, wanita perlu meningkatkan pengetahuannya untuk tetap dapat bertahan dalam pekerjaannya tersebut.
Dan saat ini adalah jaman dimana setiap orang memiliki hak atau kebebasan dalam mengembangkan dirinya, termasuk peranan wanita dalam mengisi pembangunan yang didasarkan pada hakekat-hakekat tertantu, yaitu :
1) Adanya keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan tekad yang utuh dari wanita untuk ikut serta dalam pembangunan.
2) Memiliki kepribadian dan tanggung jawab sosial.
Bahkan mereka memiliki keberanian dan tekad yang bulat untuk bekerja sebagai TKW, karena kondisi ekonomi yang terjepit. Pada prinsipnya keadaan perekonomian, sempitnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka untuk keluar mencari pekerjaan lain, meskipun harus menjadi TKI di luar negeri sekalipun.
Sebenarnya perekonomian negara menunjang keberadaan wanita untuk secara kolektif, bebas untuk berprofesi. Namun, proses pembangunan di negara ini belum dijalankan sepenuhnya dan memerlukan waktu yang lama.
Dari penelitian ahli-ahli ilmu sosial, keadaan ekonomi negara yang semakin terpuruk akan mengakibatkan kemiskinan yang semakin meluas dan akan sulit ditentukan. Maka, hal-hal seperti itu yang akan menghambat proses pembangunan.
Faktor-faktor Penghambat Pembangunan
Sikap-sikap seseorang yang tidak selaras merupakan faktor-faktor penghambat pembangunan. Sikap-sikap itu antara lain :
1) Pasrah atau bersikap pasif
Yaitu sikap yang statis atau tidak ada reaksi apapun terhadap keadaan dan perubahan yang terjadi. Sehingga akan menimbulkan sifat-sifat pemalas yang sulit untuk berkembang.
2) Seseorang yang tidak menjaga kedisiplinan
Ini adalah sikap orang yang seenaknya atau egois dalam berbagai bidang termasuk pelanggaran terhadap peraturan atau norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.
3) Ketidakjujuran
4) Bersifat tertutup terhadap pembaharuan
5) Menggantungkan orang lain.
Banyak bidang yang sebenarnya menjadi dasar dan pedoman bagi setiap wanita yang ingin mengembangkan potensinya. Kemampuan mereka sebenarnya tidak kalah dengan kaum laki-laki pada umumnya. Di negara-negara maju, emansipasi wanita telah menjadi simbol dan keberadaannya telah dijunjung tinggi oleh semua orang bahkan pemerintah melindunginya dan tidak pula berbeda di Indonesia. Meskipun sebenarnya masih ada dari masyarakat kita yang menganggap derajat mereka lebih rendah dibanding dengan kaum laki-laki, tetapi pendapat itu tidak terlalu berpengaruh karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wanita dalam berprofesi maka ia harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya serta memiliki pengalaman yang cukup untuk mengembangkan sikap profesionalisme sesuai dengan profesinya. Jika ia bekerja di suatu instansi, maka harus disiplin dan memiliki tanggung jawab yang baik. Apabila ia seorang pedagang, seharusnya pengalaman berdagang harus dimilikinya.
Wanita harus dapat menjiwai suatu profesi tertentu, sehingga kemauan untuk terus maju tetap terjaga dan dipertahankan.
Latar belakang datangnya negara Barat atau Eropa di dunia Timur
Pada pertengahan abad ke-15 perubahan politik, ekonomi, sosial terjadi di negara-negara Eropa dan Asia Barat. Hal ini mengakibatkan bangsa-bangsa Eropa keluar dari wilayahnya untuk mencari wilayah baru yang dirasa lebih menguntungkan.
Tujuan kedatangan orang-orang Eropa ke dunia Timur
TERBENTUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI BERBAGAI DAERAH
Kolonialisme
Adalah penguasaan suatu negara atas negara lain atau wilayah lain dengan maksud memperluas wilayah negara itu.
Imperialisme
Adalah sistem politik yang bertujuan menguasai negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan mencari keuntungan yang lebih besar.
Negara-negara Eropa yang mempunyai andalan dalam pembentukan dan mengembangkan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia yaitu : Portugis, Belanda, Perancis dan Inggris.
1. Kolonilisme dan imperialisme Portugis di Indonesia
Portugis merupakan negara Eropa pertama yang datang di dunia Timur melalui jalan laut. Hal ini dapat dilihat dari :
Imperialisme Portugis adalah imperialisme kuno (ancient imperialisme) dengan semboyan 3G, yaitu Gold (emas), Gospel (agama), dan Glory (Kejayaan). Dalam proses perluasan kekuasaan, bangsa Portugis banyak mendapat perlawanan bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
Portugis menguasai Malaka, perdagangan Indonesia beralih ke Aceh. Minat Portugis menguasai melalui Aceh, tapi mendapat perlawanan oleh rakyat Aceh. Kemudian Portugis pergi ke Maluku Utara, saat itu terjadi peperangan antara Ternate + Portugis melawan Tidore + Spanyol yang dimenangkan oleh Ternate yang dibantu oleh bangsa Portugis.
Datanglah Spanyol yang dipimpin oleh Ferdinand Magelans (1519 – 1521) ke Filipina. Kemudian tahun 1521 Spanyol menduduki Maluku Utara dan bergabung dengan Tidore untuk mengimbangi Ternate dan Portugis.
Karena Spanyol dan Tidore telah kalan atas Portugis dan Ternate, maka muncullah perjanjian “Dessilas” yang intinya (1534) ekspedisi Spanyol hanya diijinkan sampai Maluku Utara, sedangkan penjelajahan Indonesia hanya boleh dilakukan Portugis. Pada tahun 1515 Portugis berhasil diusir oleh rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah.
2. Kolonialisme dan imperialisme Belanda di Indonesia mulai dari ekspedisi untuk kapal dagang Belanda
Ekspedisi I dipimpin oleh Cornelist Van de Houfmant (1596) gagal, sebab mendapat perlawanan dari rakyat pesisir utara. Ekspedisi II pimpinan Jacob Van Heck, 2 tahu kemudian (1598) Banten berhasil sebab kedatangan Belanda dengan ramah, sopan terhadap rakyat Banten. Pada saat bersamaan Banten melawan Portugis dimanfaatkan oleh Belanda untuk menjalin kerjasama di bidang perdagangan. Setelah Belanda berhasil mendapatkan keuntungan besar, mereka pulang ke negeri asal dengan membawa hasil.
VOC merupakan perhimpunan dagang swasta Belanda. Kongsi ini mempunyai kewajiban membantu pemerintah Belanda untuk mendapatkan dana. Sebaliknya pemerintah Indonesia perlu memberikan VOC hak-hak istimewa. Hak Actrroi (hak paten) yaitu :
- Hak monopoli perdagangan
- Hak memiliki angkatan perang berperang
Tujuan didirikannya VOC adalah :
Langkah pertama VOC untuk mencapai tujuanya adalah :
Merebut Maluku dari tangan Portugis
Kekuatan VOC di Mataram
- Pada pemerintahan Sultan Agung (1613 – 1645)
Berkeinginan untuk menyatukan daerah-daerah di pulau Jawa tetapi dihalangi oleh VOC di Batavia. Tahun 1628 serangan I dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso.
- Tahun 1629 Mataram melakukan serangan II berhasil merebut benteng Holandia.
- Sultan Agung wafat diganti oleh Sultan Amangkurat I (1645 – 1677)
Lemah dan kejam terhadap rakyat, lebih condong dan bersahabat dengan VOC. Mendapat perlawanan dari bupati Madura Trunojoyo, Amangkurat I terdesak kemudian putranya Adipati Anom meminta bantuan VOC. Perlawanan tidak seimbang, Trunojoyo berhasil ditangkap dan tewas di tangan Amangkurat II (1679) di Kediri.
- Selama Mataram di bawah kekuasaan VOC, banyak perlawanan bermunculan termasuk dari Untung Suropati yang tidak tega melihat bangsanya diperlakukan sewenang-wenang.
- Tahun 1703 Amangkurat II wafat diganti putranya Sunan Mas (Amangkurat III).
Tidak diakui kekuasannya oleh VOC karena VOC lebih suka Pangeran Puger yang kemudian berhasil merebut tahta Mataram dan diberi gelar Pakubuwono I. Tahun 1708 Sultan Mas ditangkap dan dibuang ke Srilangka.
- Pada pemerintahan Pakubuwono II, campur tangan VOC semakin merugikan Mataram, muncul perlawanan dari kemenakan dan adik Pakubuwono II, yaitu Mas Said dan Pangeran Mangkubumi dengan taktik gerilya.
- VOC behasil dikalahkan di tepi sungai Bogowonto. Komandan VOC Mayor De Clark terbunuh. Saat perang berlangsung tahun 1749. Pakubuwono II wafat dan diganti Pakubuwono III.
- Perjanjian Giyanti adalah perjanjian antara Pangeran Mangkubumi dengan VOC pada tahun 1955. isi perjanjian tersebut antara lain :
1) Mataram Timur diberikan pada Pakubuwono II dengan ibukota Surakarta.
2) Mataram Barat diberikan pada pengaran Mangkubumi (Hamengku buwono I) dengan ibukota Yogyakarta.
3. Pemerintahan Hindia Belanda
Melalui konferensi London (1814) Inggris mengembalikan emua daerah kekuasaan Belanda yang pernah dikuasai Inggris. Sejak saat itu, Belanda kembali berkuasa di Indonesia. Kebijakan yang dilakukan pemerintah Hindia-Belanda dalam bidang ekonomi adalah menyelenggarakan “Sistem tanam paksa” tau Culture Stelsel (Awang Cultur) yang berlangsung selama 40 tahun (1830 – 1870).
Sistem tanam paksa ini diusulkan oleh Johanes Van den Bosh Gubernur Jendral Hindia-Belanda pada tahun 1830 – 1833. hakikat dari sistem tnam paksa atau cultur stelsel adalah bahwa penduduk sebagai ganti membayar pajak tanah sekaligus, harus menyediakan sejumlah hasil bumi yang nilainya sama dengan pajak tanah itu.
Sebab diadakan tanam paksa antara lain :
Tujuan tanam paksa adalah untuk memasukkan uang ke kas negara sebagai hutang dan dapat dibayar dan keperluan pemerintah Belanda termasuk biaya perang dapat dicukupi.
Cara yang ditempuh ialah memaksa penduduk menanami sebagian tanahnya dengan tanaman yang laku di pasaran Eropa, seperti : kopi, gula, kaps, gandum, cengkih, nila, teh, tembakau, kayu manis dan sebagainya. Biaya hasil bumi yang dipaksa untuk ditanam adalah berupa hasil bumi yang biasanya diekspor ke pasaran Eropa, dan dari ekspor tersebut pemerintah mengharapkan keuntungan yang besar.
Tanam paksa dilaksanakan terutama di Jawa karena daerahnya sudah terbuka, tenaga kerja cukup dan struktur pemerintah feodal memudahkan pelaksanaan. Di Sumatera Barat dan Sulawesi Utara juga dilakukan tanam paksa tetapi tidak seberat di Jawa.
Ciri-ciri pemerintahan feodal di Jawa antara lain :
Pelaksanaan tanam paksa menimbulkan banyak reaksi, antara lain sebagai berikut :
Anak adalah orang yang berumur 1 s.d 18 tahun. Pikiran anak mudah terpengaruh pada suatu hal yang baru, misalnya : pada saat ibu memasak dan dilihat anak, kemungkinan anak akan berusaha meniru tingkah laku ibunya. Peran keluarga terhadap anak sangat penting karena lingkungan pertama kali yang dikenal adalah keluarga, dan keluarga sangat penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Sewaktu anak-anak sebaiknya orang tua memberi kegiatan dan memberi perbuatan yang positif, agar anak terpengaruh pada perbuatan tersebut. Kebiasaan dari kecil akan melekat sampai dewasa.
Pergaulan seorang anak harus diawasi, kebanyakan anak zaman sekarang mudah terpengaruh untuk melakukan kegiatan yang negatif. Misalnya : pergaulan anak yang bergaul dengan orang-orang yang sering melakukan tindakan kriminalitas, maka secara perlahan-lahan anak akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut. Karena dari teman-teman bergaulnyapun pasti akan mempengaruhi anak supaya anak itu menjadi kelompoknya. Anak yang sering di jalan, keluar malam akan ada dampak negatifnya, biasanya mereka akan melakukan hal-hal yang negatif.
Keadaan juga dapat mempengaruhi pikiran anak untuk melakukan suatu hal, contoh : pada saat keluar malam atau begadang bagi anak yang tidak punya uang, mereka tidak dapat memenuhi keinginannya, maka anak itu akan punya pikiran yang negatif, baik itu mencuri, merampok, dan lain-lain demi mendapatkan atau memenuhi hawa nafsu atau keinginan mereka. Dengan cara apapun mereka akan berusaha untuk memenuhi keinginan mereka. Makanya bagi orang tua yang masih punya anak harus pandai mendidik dengan baik, karena anak-anak mudah terpengaruh pada suatu hal atau kegiatan yang negatif. Karena anak-anak adalah generasi penerus, apabila anak-anak di Indonesia rata-rata hancur, maka harapan negara kita untuk maju sangat sulit..
Terbentuknya sikap atau kepribadian seorang anak dapat dipengaruhi hal-hal sebagai berikut :
Akan mempengaruhi kepribadian seorang anak baik membentuk kepribadian yang positif atau yang negatif. Anak pada zaman sekarang sudah banyak terpengaruh oleh hal yang negatif, dan hal ini membuat negara kita banyak mengalami kejadian-kejadian kriminalitas. Meningkatnya tindakan kriminal di Indonesia karena kebanyakan anak-anak atau pemuda Indonesia sudah hancur, jadi anak-anak dan pemuda Indonesia banyak yang rusak daripada yang berpendidikan. Pendidikan Indonesia semakin menurun disebabkan banyaknya anak-anak yang tidak sekolah. Entah apa yang membuat mereka tidak berminat sekolah, tetapi kebanyakan karena keadaan ekonomui yang krisis, yang membuat kualitas pendidikan Indonesia turun. Masyarakat berharap pendidikan gratis supaya anak-anak mereka dapat sekolah dan dapat mencapai cita-cita yang diinginkan, tetapi pemerintah Indonesia belum memikirkan hal itu sepenuhnya. Harapan itulah yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia.
Banyaknya anak atau pemuda yang tidak sekolah membuat kendala Negara Indonesia untuk maju. Padahal pemerintah sudah berusaha untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan Indonesia dengan berbagai cara. Cara-cara pemerintah untuk meningkatkan pendidikan, antara lain :
Inilah cara-cara pemerintah untuk meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia, supaya Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. Tapi apa yang terjadi malahan meningkatnya anak-anak untuk tidak sekolah, karena mereka takut tidak lulus, dan mereka berpikir, ada anak yang sekolah saja jadi pengangguran mendingan tidak usah sekolah daripada sekolah buang-buang uang saja. Tetapi ada pula orang yang semangat untuk sekolah dan menuntut ilmu. Inilah pikiran anak-anak atau pemuda yang harus ditiru oleh semua anak-abak di Indonesia. Tetapi banyak anak yang pandai dan menyalahgunakan ilmu mereka, inilah tantangan Indonesia untuk maju. Contoh : ada anak Indonesia yang disekolahkan emerintah ke luar negeri, tetapi mereka malah menyalahgunakan ilmu mereka, misal mereka membuat bom dan malah menjadi teroris, ada yang membuka warung internet khusus porno. Ada pula orang yang berbudi baik terhadap pemerintah mereka menggunakan ilmu yang bermanfaat. Misalnya : ada anak yang kuliah tentang kedokteran, mereka menggunakan ilmunya dengan tepat. Mereka menjadi dokter dan siap melayani pasien dalam keadaan dan kondisi apapun. Pengaruh akan dari lingkungan anak nakal, anak yang tidak sekolah akan menyebabkan banyaknya dampak negatif terhadap anak yang ada di lingkungannya akan terpengaruh, karena mereka tidak dapat mengendalikan diri terhadap hal tersebut.
Anak yang iman dan mendapat pengawasan dari orang tua tentu sulit terpengaruh hal-hal yang negatif yang dapat membuat rusak diri. Mereka dapat bergaul terhadap lingkungan yang ada, tetapi tipe anak yang seperti ini sudah jarang di Indonesia, padahal Indonesia sangat membutuhkan anak atau pemuda yang seperti ini dan berharap agar anak atau pemuda di Indonesia lebih banyak yang beriman, bertaqwa dan duka untuk mencari ilmu untuk majunya bangsa kita Indonesia tercinta.
Dengan iman, taqwa dan pengawasan orang tua yang ketat terhadap anak, mungkin Indonesia 80% bisa maju dan bersaing dengan negara lain. Inilah yang ditunggu-tunggu bangsa Indonesia untuk mendapatkan anak atau pemuda seperti itu, tetapi rakyat Indonesia kurang pergaulannya seperti penduduk luar, karena rakyat Indonesia hanya mementingkan diri sendiri daripada kepentingan orang lain. Padahal banyak rakyat di Indonesia yang miskin, gelandangan dan kurang pendidikan, tetapi orang-orang yang mempunyai harta yang berlebihan tetapi malah mereka tidak memikirkan untuk rakyat yang di bawahnya, tetapi mereka memikirkan diri mereka sendiri, maka diharapkan oleh rakyat yang sudah kaya atau yang hartanya sudah sisa untuk memperhatikan orang yang miskin. Daripada harta mereka terbuang dengan sia-sia lebih baik dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang kekurangan, demi terciptanya anak Indonesia yang pandai, terampil dan berpendidikan. Toh akan menciptakan suasana yang baik untuk orang kaya dan orang miskin, dan tidak berpendidikan.
Dampak positif orang kaya membantu orang miskin, dan tidak berpendidikan antara lain :
- Terciptanya rasa peduli sesama
- Tumbuhnya rasa silaturrahmi kepada sesama
- Tidak ada rasa iri kedua belah pihak
- Berkurangnya anak Indonesia yang tidak sekolah
- Akan majunya pendidikan Indonesia
- Perekonomian stabil
Dengan hal tersebut Indonesia akan mempunyai penerus bangsa yang dibutuhkan Negara kita untuk masa depan, dan dapat mengubah Negara Indonesia. Tidak seperti sekarang, banyak orang yang tidak berpendidikan, miskin, dan gelandangan di mana-mana, karena ulan orang-orang yang mempunyai jabatan tinggi tidak memperhatikan rakyat seperti itu. Kami mohon segera kepada pemerintah untuk peduli kepada masalah-masalah tentang pendidikan diatas tersebut, supaya negara kita bisa terbebas yang namanya miskin, gelandangan, dan tidak sekolah.
Lingkunganlah yang pertama kali mempengaruhi kepribadian atau membentuk anak berpendidikan, agamis, disiplin dan sebagainya terutama dari faktor lingkungan sekitar atau di mana tempat anak-anak bergaul. Sepertinya sekarang Indonesia membutuhkan lingkungan SERASI, yaitu :
SE = Sehat
R = Rapi
A = Aman
S = Sejahtera
I = Indah
Apabila Indonesia tercipta seasana seperti di atas, kemungkinan anak-anak di Indonesia lebih banyak yang berbuat positif, karena dari lingkungan mereka saja tidak pernah namanya ada suasana ricuh, perkelahian dan tindakan kriminalitas yang lain. Jadi anak sudah terbiasa hidup dengan suasana nyaman, tentram, dan lain-lain. Dengan kebiasaan yang positif maka anak akan menjadi seorang yang baik. Kata baik ini sudah mengartikan segalanya, baik dalam berpendidikan, baik dalam tingkah laku, dan baik dalam segalanya. Tetapi yang menjadi kendala sekarang adalah sudah banyak anak-anak tidak sekolah, paling-paling lulus, atau tamatan SMP/SD/MI, jadi mereka malu untuk melanjutkan sekolah dan usia mereka sudah agak dewasa. Jadi agak kedewasaan jika mau untuk melanjutkan sekolah tingkat SMA/MAN/SMK.
Hal ini yang harus segera diatasi oleh pemerintah Indonesia agar semua anak di Indonesia cerdas, terampil dan kreatif. Seperti tertulis dalam UUD 1945, “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kapan Indonesia kita yang tercinta ini bisa maju, sedangkan anak-anak banyak yang tidak sekolah daripada yang sekolah. Apa dengan menaikkan nilai standar kelulusan bangsa kita bisa cerdas? Apa dengan pandai berbahasa Inggri negara kita dikatakan bangsa yang cerdas? Pokoknya di Indonesia semua lingkungan harus dijaga dengan baik, jangan sampai ada pengaruh dari orang-orang yang jahat atau suka bertindak kriminalitas. Supaya anak-anak Indonesia tidak terpengaruh kepada orang tersebut. Dan kami mohon kepada kepolisian atau lembaga keamanan untuk bertindak tegas tentang kriminalitas yang ada di sekitar kanto kerja, demi terciptanya suasana aman, tentram, dan tidak ada tindakan kriminalitas yang lain.
Insya’ Allah dengan hal tersebut semua lingkungan di Indonesia akan tercipta lingkungan yang baik, dan anak-anak tidak terpengaruh pada lingkungan yang jelek dan akan membantu bangsa kita ini untuk bersaing, dan menghadapi masalah apapun. Karena lingkungan di sekotar merekalah yang berperan penting dan cepat untuk mempengaruhi anak-anak di sekitarnya. Kami mohon dengan sangat supaya hal tersebut benar-benar terjadi di Indonesia, demi negara kita, demi anak-anak atau pemuda Indonesia yang menjadi harapan bangsa Indonesia. Tanpa anak-anak yang cerdas, terampil, kreatif dan sebagainya, Indonesia akan hancur. Maka dari itu mari kita berdo’a bersama-sama untuk hal tersebut.
I. PENDAHULUAN
Jika kita mau melihat sejarah perekonomian Indonesia, kita harus melihat seperti apa dan bagaimana ekonomi Indonesia pada masa lampau. Industri belum menjadi sesuatu yang penting, karena berbagai keterbatasan dan kekurangan. Perekonomian hanya terfokus pada pertanian, baru sejak pemerintah Orde Baru bergulir, industri mulai digolongkan menski mendatangkan tenaga ahli dari luar.
Kota-kota di Indonesia waktu itu mulai berkembang dang kegiatan-kegiatan perdagangan mulai pesat. Ketika permintaan bahan-bahan pokok di psaran melonjak pada dekade 70-an, mau tidak mau hal itu mendorong bangsa Indonesia untuk terjun dalam bidang industri. Pemerintah merasa dengan perindustrian, distribusi barang semakin cepat. Selain itu, produksi barang meningkat.
Berbeda dengan industrialisasi di Eropa, mereka tidak maju dan berkembang jauh lebih lama dari kita. Sejak revolusi industri di Inggris, mereka berkembang pesat. Banyak perubahan di Eropa, baik dari segi politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami banyak kemajuan. Bahkan negara-negara di Eropa pun telah mengembangkan industri, dengan kata lain jangkauan mereka lebih luas.
Untuk saat ini, pengembangan industri di Indonesia cukup baik. Telah ada kerja sama yang terorganisir dengan baik dengan pihak luar. Mereka (pihak asing) banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi asing itu membantu kelanjutan ekonomi dan perdagangan serta industrinya. Baik indutri di bidang manufaktur ataupun industri-industri lain, seperti industri pariwisata, industri pertambangan/penggalian, dan lain-lain.
Dalam pemahaman disini, akan kita bahas bagaimana dan seperti apa industri di Indonesia. Karena, setiap negara berbeda-beda dalam menangani industri dalam perekonomiannya. Dengan demikian, nantinya kita akan mengetahui perkembangan industri dalam negeri.
II. PEMBAHASAN
Setelah Indonesia merdeka, beberapa usaha dilakukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Beberapa pusat penelitian yang telah adapun, sejak pemerintahan kolonial masih ada dan terus dikembangkan, antara lain : Sekolah Tinggi Teknik (THS) di Bandung, Sekolah pertanian (LHS) di Bogor, Sekolah Tinggi Hukum (RHS) di Jakarta, dan lain-lain.
Sekolah-sekolah tersebut dibentuk guna tujuan merumuskan, mengganti, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan riset dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal itu guna menunjang industri di Indonesia.
Pengertian Industri di Indonesia
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.
Sebagai negara agraris, peranan industri dalam perekonomian Indonesia dengan sejarah perkembangannya tidaklah begitu amat berarti. Di zaman dahulu, kalaupun beberapa penduduk menggunakan industri kerajinan sebagai salah satu mata pencaharian. Peranannya hanya sekedar untuk tambahan penghasilan atau pekerjaan sambilan. Biasanya malah lebih berupa kerajinan yang bertendensi artistik daripada kewiraswastaan; atau lebih berupa aspek kerja budaya daripada komersial.
Jadi, hal itu sangat berbeda dari saat ini atau masa sekarang. Pertanian justru tidak mendapat respek yang mendalam, namun maufakturinglah yang diunggulkan. Padahal, kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat. Maka seharusnyalah kita tidak mengesampingkan peran pertanian di Indonesia. Apalagi lahan di Indonesiapun terpampang luas di seluruh Nusantara.
Pembagian Industri di Indonesia
Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional.
Perindustrian dapat dibagi menurut jumlah tenaga kerja, tingkat produksi dan jenis kegiatannya.
Penggolongan industri menurut jumlah tenaga kerja
(a) Industri kecil
Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10 orang, misalnya industri rumah tangga.
(b) Industri menengah
Yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja antara 10 – 50 orang. Modal usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.
(c) Industri besar
Yaitu industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara pemimpin perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh lebih besar dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.
Penggolongan industri menurut tingkat produksi
(a) Industri berat
Yaitu penggunaan mesin untuk produksi alat-alat berat.
(b) Industri ringan
Penggunaan mesin untuk memproduksi barang jadi.
(c) Industri dasar
Industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan baku atau bahan pendukung bagi indutri lainnya.
(d) Industri rumah tangga
Industri yang menghasilkan kerajinan tangan.
Penggolongan industri menurut jenis kegiatannya.
(a) Aneka industri
Industri yang menghasilkan macam-macam barang keperluan masyarakat.
(b) Industri logam dasar
Mengolah logam dan produksi dasar.
(c) Industri kimia dasar
Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
(d) Industri kecil
Industri dengan jumlah tenaga kerja dan modal sedikit dengan teknologi sederhana.
Perkembangan dan Penerapan Industri di Indonesia
Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan
Aneka Industri
Bidang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya : industri besi, baja, pemintalan, dan lain-lain. Sedangkan industri hilir adalah industri yang memakai bahan dasar dari hasil industri hulu untuk memproduksi baran yang siap dipakai konsumen.
Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berghasil memproduksi barang ekspor.
Industri Logam Dasar
Perkembangan industri ini berkembang pesat. Kenyataan ini menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup besar dalam proses industrialisasi.
Industri Non Manufakturing
Industri-industri yang bergerak di bidang ini ialah industri pariwisata, industri pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan lain-lain. Dalam hal ini, berarti industri-industri seperti itu juga akan mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara. Karena hasilnya pun dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh karenanya, industri ini menjadi sangat penting, bahkan memiliki peranan yang sangat berarti bagi perekonomian negara. Namun, banyak negara juga tidak memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan dan pertanian menjadi sub terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani (negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri di Indonesia semakin beragam.
Industrialisasi dan Perekonomian di Indonesia
Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor industrialisasi.
Globalisasi dirasa lebih menguntungkan negara-negara maju. Karena di negara-negara majulah berbaai bidang termasuk industri mengalami kemajuan, berbeda dengan di negara berkembang. Mungkin dari segi kualitas dan kuantitas hasil produksinya saja jauh lebih baik dari negara maju. Menurut Robert Hutton, ia mengatakan industri adalah bagian terpenting bagi perekonomian di Eropa. Jepang misalnya, produksi otomotif dan elektroniknya mampu menembus pasaran dunia, begitu juga Korea dan Cina. Mereka berkembang menjadi negara industri.
Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara berkembang mulai mengikutsertakan diri dalam aspek tersebut. Tidak hanya ekonomi yang dibangun dari sektor non industri, tapi mereka telah jauh melangkah mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel. Dalam arti mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Sehingga negara berkembang pun tidak dengan mudah mengikuti arus global saja. Namun, mereka mampu berkompetisi dengan baik.
Lalu bagaimana bangsa kita dalam merespon hal tersebut. Apakah bangsa Indonesia juga telah mempersiapkan dengan matang segala sesuatu yang berkenaan dengan perekonomian bangsa? Bila kita melihat di masa Orde Baru terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, bahkan rentetannya sampai pada krisis multidimesional. Sehingga krisis ini mampu menjadikan ekonomi bangsa tidak stabil. Sebenarnya itu adalah masalah yang perlu dibahas dan dicari solusinya.
Saat ini adalah masa-masa sulit bagi bangsa kita untuk melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin membuka kebebasan negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di Indonesia, sehingga bila bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka justru akan memperparah situasi ekonomi dan industri dalam negeri.
Sejauh ini pengembangan sektor industri makin marak, itu sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di Indonesia, kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu. Namun, ada banyak industri pula di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah ahasil investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan industri yang secara mutlak berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka (investor), hanya akan menuai keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga, disini dijelaskan bahwa yang menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani pihak pribumi, mengapa bisa demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap keuangan negara atau swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan biaya pengembangan untuk industri (defisit).
Sebagai contoh saja, industri otomotif sepertai Astra, Indomobil, New Armada. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan itu hanya merakit dan kemudian menjualnya ke masyarakat. Berarti hal itu dapat dikatakan bukan hasil karya anak negeri, melainkan modal asing yang ada di Indonesia.
Untuk itulah, seharusnya bangsa ini lebih dalam untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM termasuk menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Hendro Pupito, DC, Pengertian Industri, Penerbit Yayasan Kanisius, BPK Gunung Mulia, Yogyakarta, 1984.
Soedjono Prawiro, Pengembangan Industri di Indonesia, Penerbit CV. Yasaguna, Jakarta, 1976.
Suhendra HS, Industri di Indonesia dalam Dinamika Ekonomi 1971 – 1980, Penerbit Dua Dimensi, Yogyakarta, 1985.
Soekandar Triatmadja, Industrialisasi dan Perekonomian Indonesia, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta, 1987.
A. PEMANASAN GLOBAL, NUKLIR DAN BAHAN BERBAHAYA (B3)
Ribuan mobil baru yang tiap tahun diluncurkan bisa jadi cuma memberi kenyamanan semu bagi orang berduit. Di dalam kabin nan sejuk, mereka memang bisa tiduran nyaman sambil menikmati musik di tengah kemacetan lalu lintas. Tapi, apakah mereka peduli kalau asap dari knalpot mobilnya menebar racun ke udara, menyusup ke paru-paru seluruh warga kota, dan menabung efek buruk jangka panjang yang mengerikan?
Karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) yang dihasilkan mesin kendaraan diketahui sebagai gas beracun yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, bahkan dapat membunuh seketika. Gas-gas itu juga jadi masalah global karena meningkatkan efek rumah kaca dengan dampak meningkatnya suhu bumi. Unsur lain dari buangan asap kendaraan yang tak kalah berbahaya adalah timbal, alias timah hitam, alias plumbum (Pb).
Timbal kini dianggap sebagai ancaman serius karena diketahui telah menyusup ke dalam darah warga kota, termasuk anak-anak. Logam pencemar dari kendaraan dengan bahan bakar bensin bertimbal itu bisa terakumulasi dalam tubuh, menyerang organ-organ penting, bahkan merusak kualitas keturunan. Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa timbal bisa menurunkan tingkat inteligensia.
Berbagai seminar digelar untuk mengingatkan ihwal bahaya timbal seraya mencari solusinya. Terakhir, seminar bertema “Jejak Langkah Menuju Bensin Tanpa Timbal 2005″ yang digelar Komite Penghapusan Bensin Bertimbal dan ASEAN Clean Fuel Association, di Jakarta, Desember lalu.
Para peneliti timbal dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Puji Lestari, Budi Haryanto, Asrom Hamonangan, dan Darmadi Goenarso, mendesak pemerintah agar menghapus bensin bertimbal. Tentu saja, sistem transportasi kota harus pula dibenahi, untuk mengatasi kemacetan yang kian parah.
Budi Haryanto mengatakan, anak-anak terutama yang berusia kurang dari enam tahun adalah kelompok paling rentan tercemar timbal. “Anak-anak lebih mudah menyerap timbal karena sistem penolakan tubuhnya terhadap bahan asing belum sempurna,” kata Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), itu.
Doktor Puji Lestari dari Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) memaparkan hasil penelitiannya yang mencemaskan. “Unsur timbal sudah masuk darah anak-anak sekolah di Bandung,” ujar doktor bidang polusi udara lulusan Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat, itu.
Puji melakukan penelitian yang disponsori SIDA (Swedish International Development and Cooperation Agency) di Bandung sepanjang 1994-2004. Ia memeriksa kondisi udara dan mengambil sampel darah anak-anak, polisi lalu lintas, tukang parkir, pedagang kaki lima, dan sopir angkutan umum.
Hasilnya menunjukkan, dari sampel darah 62 anak, 21 di antaranya mengandung timbal di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ambang batas WHO untuk timbal pada darah anak-anak adalah 10 mikrogram/desiliter (ug/dl), dan pada darah orang dewasa 25 ug/dl.
Pencemaran udara di daerah padat lalu lintas di Bandung, seperti di Alun-alun, Jalan Braga, Merdeka, Asia Afrika, dan Pasteur, pun sudah melampaui ambang batas. Di Alun-alun, konsentrasi timbal di udaranya 0,6 – 2,4 ug/m3. Sedangkan di Jalan Merdeka dan Jalan Ganesha 1.57 ug/m3 dan 0.97 ug/m3. Ambang batas timbal di udara yang ditetapkan WHO adalah 0,5 ug/m3. “Udara Bandung terjebak dan sudah teracuni,” kata Puji.
Hasil yang lebih mengkhawatirkan diperoleh Survei Ekologi Kesehatan di Bandung pada 2001 yang dilakukan Profesor Dr. Otto Soemarwoto, guru besar ilmu lingkungan Universitas Padjadjaran. Pada sampel darah rata-rata anggota polisi lalu lintas ditemukan timbal 30,66 ug/dl, dan pada sampel darah sopir angkutan kota 25,23 ug/dl. Sedangkan pada darah warga biasa 12,28 ug/dl.
Otto menyimpulkan, semua warga Bandung sudah tercemari timbal. “Darah gubernur, wali kota, dan ketua DPRD pun pasti mengandung timbal di atas ambang batas,” katanya. Otto sendiri mengatakan bahwa darahnya mengandung timbal dengan kadar 34 ug/dl. “Bandung terletak dalam cekungan, sehingga pencemaran udara dengan tingkat yang sama dengan kota-kota besar lainnya berdampak lebih buruk,” kata Otto Soemarwoto.
Bagaimana dengan Jakarta? Sama, mencemaskan. Lihat saja hasil penelitian Center for Desease Control and Prevention, bekerja sama dengan UI, pada 2001. Dari sampel darah 397 anak usia 6-12 tahun, 62% mengandung timbal di atas ambang batas WHO. Rinciannya: 35% sampel mengandung timbal berkadar 11 ug/dl, 25% sampel berkadar timbal 14 ug/dl, dan 2,4% lainnya mengandung timbal lebih dari 20 ug/dl.
Hasil penelitian Kantor Pengendalian dan Pemantauan Lingkungan Hidup serta Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pada 1997 menunjukkan, kualitas udara Jakarta memang payah. Kawasan perempatan Cawang, misalnya, memiliki kadar rata-rata timbal dalam debu udara lebih dari 30 ug/m3. Udara Tomang dicemari timbal dengan kadar 25/m3, Lebak Bulus sekitar 23 ug/m3, Kampung Rambutan 21 ug/m3, Senen 3 ug/m3, dan Pulogadung 1 ug/m3.
Bersyukur, pada 2001 pemerintah mencanangkan program bebas timbal di Jakarta. Bensin yang dijual di seluruh pompa bensin di Ibu Kota sudah tidak mengandung timbal. Hasilnya mulai terlihat pada penelitian yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI sejak awal Januari lalu.
Budi Haryanto, koordinator penelitian itu, mengatakan bahwa timnya sudah mengambil 160 dari target 200 sampel darah anak sekolah dasar di beberapa kawasan di Jakarta dan sekitarnya. Hasil sementara menunjukkan, kadar timbal pada darah anak-anak sudah menurun dibandingkan dengan hasil penelitian pada 2001.
Dari semua sampel darah yang sudah diperiksa, hanya 25% yang mengandung timbal di atas ambang batas WHO. Rata-rata kadar timbal pada tiap sampel darah “cuma” 4,6 ug/dl. Bandingkan dengan rata-rata kadar timbal hasil penelitian 2001 yang mencapai 8,6 ug/dl.
“Program bebas timbal di Jakarta hasilnya signifikan,” kata Budi Haryanto, yang menyempatkan datang ke Gedung Gatra, Selasa lalu, untuk menjelaskan hasil sementara penelitiannya. Kandidat doktor bidang epidemilogi itu mendesak pemerintah agar menghapuskan bensin bertimbal di seluruh wilayah Indonesia.
Kampanye itulah yang sekarang terus digeber Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB). “Kita sudah ketinggalan oleh negara-negara lain, bahkan oleh para tetangga,” kata Ahmad Safrudin, Koordinator KPBB. Safrudin memaparkan bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sudah menghapuskan timbal pada bensin sejak awal 1980-an. Singapura dan Malaysia sudah menghilangkan timbal pada 1990, serta Thailand dan Filipina menyusul setahun kemudian.
Menurut Safrudin, penghapusan bensin bertimbal di Jakarta tak berpengaruh banyak dalam mengurangi pencemaran. “Siapa yang menjamin semua mobil yang beredar di Jakarta membeli bensinnya di Jakarta?” katanya. Padahal, pompa-pompa bensin di luar Jakarta masih menjual bensin bertimbal. Dan, sebagian besar mobil yang berseliweran di Jakarta berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Muhamad Rudi Wahyono dari Pusat Informasi Timbal Indonesia (Indonesia Lead Information Center) mengatakan, 70% polutan timbal di Jakarta diperkirakan berasal dari asap kendaraan. Saat ini, jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota mencapai 4.150.000 unit. Tingkat pertumbuhannya rata-rata di atas 5% per tahun.
“Kondisi itu diperparah dengan upaya perawatan kendaraan yang tidak memadai,” ujar Rudi. Pemeriksaan emisi kendaraan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi membuktikan, sekitar 60% kendaraan yang diperiksa tidak memenuhi ambang batas emisi gas buang.
Menteri Lingkungan Hidup telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 141 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Emisi Kendaraan Tipe Baru. Dalam keputusan itu dinyatakan, mulai Januari 2005 setiap kendaraan dengan tipe baru wajib mematuhi standar emisi EURO 2. Sedangkan tipe lama yang sudah terjual diberi kesempatan melakukan penyesuaian hingga 2007. Dengan demikian, mulai 2007 setiap kendaraan yang dijual di Indonesia harus memenuhi standar EURO 2.
Standar baru itu menetapkan ambang batas emisi gas buang yang disemprotkan kendaraan bermotor. Untuk emisi karbon monoksida (CO), misalnya, ditetapkan maksimal 2,2 gram per kilometer, diukur selama kendaraan beroperasi di jalan. Patokan ini lebih rendah dibandingkan dengan standar Euro 1 yang 2,72 gram per kilometer untuk gas yang sama.
Regulasi ramah lingkungan untuk menekan bahan pencemar udara itu disepakati negara-negara Eropa sejak 1991, dengan kesepakatan EURO 1. Selanjutnya, pada 1996, mereka melangkah ke kesepakatan EURO 2 dengan menekan emisi gas buang kendaraan bermotor hingga 30%.
Ahmad Safrudin mengingatkan, Indonesia akan semakin tertinggal jika tidak segera melaksanakan ketetapan EURO 2. Sebab negara lain sudah melangkah ke ketetapan EURO 3 yang dibuat tahun 2000, dengan pengurangan emisi partikel debu sampai di bawah 20%. Berikutnya, mereka akan menyongsong ketetapan EURO 4, dengan target emisi partikel menjadi di bawah 10%.
Ketetapan EURO dilaksanakan dengan melakukan perbaikan mutu bahan bakar dan teknologi mesin kendaraan. Di negara-negara yang sudah menghapus bensin bertimbal, mesin kendaraan dilengkapi peranti bernama catalitic coverter. Alat ini berfungsi menyaring gas-gas pencemar hasil pembakaran, sehingga asap yang keluar dari knalpot sudah ramah lingkungan.
Tapi alat itu akan rusak jika digunakan pada kendaraan yang masih menggunakan bensin bertimbal. Keruan saja, asap yang disemburkan mesin-mesin kendaraan di kota-kota besar Indonesia akan kian mengganas seiring kondisi lalu lintas yang makin macet.
Pemecahan masalah pencemaran udara terutama oleh timbal sudah saatnya dipikirkan bersama. Timbal kini diketahui sebagai bahan pencemar yang dapat menyebabkan tragedi sosial akibat penurunan kecerdasan anak-anak. Kemampuan akademis mereka bisa menurun, dan secara nasional bisa menjatuhkan kualitas bangsa di masa datang. Itu berarti sebuah kehilangan generasi penerus.
Pencemaran udara memberi akibat kerugian berantai. Laporan studi Mitra Emisi Bersih yang dilansir Oktober 2004 menyebutkan, masyarakat Jakarta harus menanggung sekitar US$ 180 juta tiap tahun akibat polusi udara. Diprediksi, biaya itu akan naik dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan.
Biaya itu sebagian besar dibayarkan untuk berobat, akibat berjangkitnya berbagai penyakit. Bahan polutan yang mencemari udara memang secara langsung menggerogoti daya tahan tubuh dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Kerugian lainnya adalah hilangannya pendapatan karena warga kota tidak dapat bekerja gara-gara sakit. Menurut studi Mitra Emisi Bersih, gangguan polusi udara menyebabkan rata-rata warga kota kehilangan 24 hari kerja pada 2004. Kasus kematian akibat polusi tercatat mencapai 6.400 di kota-kota besar seluruh Indonesia.
Paul Butarbutar, Senior Program Officer Clean Air Project Swisscontact Jakarta, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk serius menangani persoalan lingkungan. Menurut dia, ada empat hal yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah. Pertama, penerapan standar emisi kendaraan yang lebih ketat. Kedua, meningkatkan kualitas bahan bakar yang ramah lingkungan. Ketiga, peningkatan upaya perawatan kendaraan, dan keempat penataan transportasi.
Upaya mengatasi ancaman polusi udara jangan sampai menunggu dampaknya yang lebih gawat. Kata orang bijak, lebih baik mencegah daripada mengobati.
B. DAUR ULANG
1. Pengelolaan Persampahan: Menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste)
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat.
Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil.
2. Jenis Sampah
Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sapah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami.
Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam meminimasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuag di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.
3. Alternatif Pengelolaan Sampah
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.
Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.
Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.
Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.
Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.
4. Tanggung Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah
Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility – EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah.
Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator. Banyak komunitas yang telah mampu mengurangi 50% penggunaan landfill atau insinerator dan bahkan lebih, dan malah beberapa sudah mulai mengubah pandangan mereka untuk menerapkan “Zero Waste” atau “Bebas Sampah”.
5. Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)
Sampah atau limbah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan merupakan suatu faktor penting dari sejumlah sampah yang dihasilkan, beberapa diantaranya mahal biaya penanganannya. Namun demikian tidak semua sampah medis berpotensi menular dan berbahaya. Sejumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas medis hampir serupa dengan sampah domestik atau sampah kota pada umumnya. Pemilahan sampah di sumber merupakan hal yang paling tepat dilakukan agar potensi penularan penyakit dan berbahaya dari sampah yang umum.
Sampah yang secara potensial menularkan penyakit memerlukan penanganan dan pembuangan, dan beberapa teknologi non-insinerator mampu mendisinfeksi sampah medis ini. Teknologi-teknologi ini biasanya lebih murah, secara teknis tidak rumit dan rendah pencemarannya bila dibandingkan dengan insinerator.
Banyak jenis sampah yang secara kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan. Sampah-sampah tersebut tidak sesuai diinsinerasi. Beberapa, seperti merkuri, harus dihilangkan dengan cara merubah pembelian bahan-bahan; bahan lainnya dapat didaur-ulang; selebihnya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya. Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai tempat, seperti di sebuah klinik bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika.
Sampah hasil proses industri biasanya tidak terlalu banyak variasinya seperti sampah domestik atau medis, tetapi kebanyakan merupakan sampah yang berbahaya secara kimia.
6. Produksi Bersih dan Prinsip 4R
Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah:
Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:
Pada awalnya pertumbuhan pendidikan sebagai disiplin dipertanyakan sewaktu pendidikan diartikan sebagai proses sosialisasi yang berupa proses transfer nilai dan pengetahuan, maka pendidikan sebagai disiplin merupakan bahan studi para sosiolog. Dan dalam perkembangannya, pendidikan dimaknai sebagai proses persekolahan, maka titik fokus studi pendidikan adalah kegiatan proses belajar mengajar yang diarahkan untuk kepentingan anak didik. Pendidikan sebagai disiplin sama dengan paedagagi, yaitu disiplin ilmu yang mempelajari tentang cara mengarahkan atau mendidik anak.
Ruang lingkup dan bidang kajian manajemen sekolah merupakan ruang lingkup dan bidang kajian bidang pendidikan. Manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan. Proses manajemen yang baik manakala di dalamnya terdapat kegiatan manajerial dan operatif. Dengan demikian tujuan akhir dari manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah tercapai secara efektif dan efisien.
Manajemen sekolah memberikan kewenangan penuh kepada Kepala Sekolah untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan suatu sekolah, yang meliputi input siswa, kurikulum, tenaga pendidikan, sarana prasarana, dana, manajemen, lingkungan, dan kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini penulis melakukan observasi pada peserta didik di SMA 1 Suruh Kabupaten Semarang tahun 2008. Secara kronologis operasional, rentangan kegiatannya mulai dari penerimaan peserta didik baru sampai mereka meninggalkan sekolahnya, karena telah tamat dan lulus sekolah.
Desa Suruh, mungkin anda belum mengenalnya. Desa ini terletak di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Di bawah ini akan saya paparkan sejarah Desa Suruh. Dahulu kala ada sebuah desa, desa itu bernama desa Dadapayam. Di desa tersebut ada sebuah pohon besar dan tinggi. Pohon tersebut dikenal warga termasuk pohon keramat. Konon pohon itu peninggalan nenek moyang yang sudah tumbuh lama dan juga termasuk pohon yang langka. Maka dari itu pohon itu selalu dijaga dengan baik oleh warga sekitar, bahkan ada beberapa warga yang menyembah pohon itu dengan sesaji.
Pohon tersebut oleh warga diberi nama pohon Pasuruan. Konon pohon tersebut sangat besar bahkan bila dibandingkan dengan pohon kelapa 10 kalinya, sehingga warga sekitar menganggap pohon tersebut pohon yang langka dan harus dilindungi.
Pada suatu hari, pohon itu tiba-tiba akar-akarnya menjalar, dan warga juga tidak tahu apa penyebabnya akar dari pohon Pasuruan itu menjalar. Akar pohon itu terus menjalar, panjangnya kira-kira 10 km. Hingga akar-akar itu berhenti pada suatu daerah yang penduduknya belum begitu banyak. Akar itu tumbuh menjadi akar yang besar dan tumbuh tinggi. Letak akar itu dekat sebuah batu besar, konon katanya dulu itu terbuat dari kotoran jago Cindelaras yang memadat dan lama kelamaan menjadi batu besar.
Kemudian akar-akar dari pohon Pasuruan tersebut tumbuh menjadi akar yang besar di dekat batu tersebut. Para warga yang tidanggal di desa Dadapayam tidak percaya kalau pohon yang selama ini mereka sembah telah menjalar sampai beberapa kilometer.
Awalnya para warga tidak melakukan apa-apa dengan kejadian tersebut. Kemudian karena daerah yang ditumbuhi akar dari pohon Pasuruan itu belum ada namanya dan juga penduduknya masih sedikit. Oleh karena itu warga memberi nama daerah tersebut dengan nama “SURUH”.
Setelah beberapa tahun daerah tersebut banyak dihuni oleh warga, kebanyakan penduduk berdatangan dari desa Dadapayam dan sampai sekarang SURUH masih padat penduduknya.
Kini Desa Suruh sudah padat penduduknya. Mempunyai fasilitas yang sudah cukup lumayan untuk dijadikan sebagai sebuah daerah yang maju.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini memberikan sebuah pelajaran bahwa globalisasi adalah proses sosial yang memaksa kesatuan pada sebuah kehidupan sosial dan globalisasi tersebut bisa mendorong kita menjadi lebih sadar bahwa kita tidak dapat mundur pada kenyataan atau keadaan tersebut.
Globalisasi dapat juga dihubungkan dengan mendunia yang berjarak jauh dan luas tidak menjadi penghalang dalam perhubungan antara satu tempat ke tempat yang lain, karena globalisasi mempunyai arti yang sangat luaas yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan Iptek yang mana globalisasi akan kita bahas di bab selanjutnya.
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tentang globalisasi ini diambil dari internet, koran. Dari internet diterbitkan dari www.plasaglobal.com dan globalisasi ini sangat bagus untuk kita pelajari.
A. Landasan Teori
Kata “globalisasi” diambil dari kata global yang maknanya adalah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definiton), sehingga tergantung dari sisi mana yang melihatnya.
Pengertian-pengertian globalisasi ada beberapa pendapat :
Menurut pendapat Krisna sebagaimana dikutip oleh Tri Darmiyati dalam http://www.wikimu.com (2008), sebagai proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan, seperti : bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pengetahuan, keamanan dan lain-lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
B. Hipotesis
Globalisasi ini bisa mendorong kita untuk selalu bertambah wawasan tentang negara kita, tetapi dengan banyaknya globalisasi kita bisa terjerumus dalam hal-hal yang berbau negatif, dan itu akan berakibat pada kita sendiri jadi jauhilah globalisasi yang negatif.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam mengumpulakan dta-data guna melengkapi laporan ini penulis menggunakan metode yang lazim dipakai untuk menyusun laporan. Adapun metode yang digunakan adalah metode dokumenter.
Metode dokumenter adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mendapatan informasi dari perpustakaan mengenai hal-hal yang ada relevansinya dengan judul laporan informasi dan dicatat untuk digunakan sebagai sumber penelitian.
BAB IV
PEMBAHASAN
Manfaat globalisasi adalah untuk memberikan motivasi pada bangsa Indonesia untuk selalu maju dan menambah wawasan. Yang dinamakan globalisasi itu adalah keterkaitan hubungan antar bangsa yang saling mempengaruhi dan bekerja sama di berbagai bidang kehidupan dunia.
Keberadaan globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindarkan atau kita halangi, begitu pula terhadap pengaruh dari globalisasi itu sendiri. Globalisasi mempunyai dampak terhadap keberlangsungan bangsa Indonesia, baik itu dampak positif maupun dampak negatif, maka dampak tersebut bagi bangsa Indonesia harus disikapi dengan bijaksana.
Peran seorang pelajar dalam menghadapi pengaruh globalisasi adalah :
Beberapa aspek negatif globalisasi adalah :
Makna yang terkandung dalam globalisasi adalah proses sosial yang memaksa kesatuan sebuah kehidupan sosial dan budaya dimana masyarakat menjadi sadar bahwa mereka tidak bisa mundur dalam menghadapi kenyataan atau keadaan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahwa keberadaan globalisasi itu tidak bisa dihindari atau dihalangi dan juga mempunyai dampak terhadap keberlangsungan bangsa Indonesia, baik dampak positif maupun negatif dan juga kita harus menyikapi dengan bijaksana.
B. Saran
Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus melaksanakan globalisasi yang positif dan menjauhi globalisasi yang negatif. Dengan adanya meninggalkan dampak negatif tersebut kita bisa menjadi seorang warga negara Indonesia yang bermoral dan berakal dan kita bersatu padu untuk melaksanakan globalisasi yang positif.
Setiap negara pasti membutuhkan bantuan dan kerja sama dengan bangsa lain, begitu pula dengan negara Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan negara lain. Dalam berinteraksi dengan negara-negara lain di dunia tidak dapat dihindari pasti ada pengaruh-pengaruh asing yang masuk baik secara langsung maupun tidak langsung. Masuknya pengaruh globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah konsekuensi yang harus kita sikapi secara bijaksana. Dampak globalisasi tersebut mempengaruhi berbagai bidang kehidupan bangsa Indonesia, seperti :
1. Ideologi
Perbedaan ideologi di negara lain akan dapat disaksikan dengan mudah oleh masyarakat melalui media cetak maupun elektronik, hal ini akan sangat berpengaruh bagi masyarakat yang nasionalismenya lemah dapat terpengaruh dan ingin ikut ke ideologi bangsa asing. Oleh karena itu, kita dituntut untuk memperkuat ketahanan ideologi Pancasila dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam diri kita harus ditanamkan kecintaan kepada Pancasila, dengan begitu kita tidak akan terpengaruh pada ideologi yang lain.
2. Politik
Akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, rakyat menuntut adanya perbaikan di berbagai bidang kehidupan khususnya politik. Kekuasaan yang sebelumnya tertutup dan otoriter supaya diubah menjadi terbuka dan demokratis serta kebebasan-kebebasan yang lain. Kehidupan politik demokratis didambakan oleh seluruh negara demi kemajuan negara dan rakyatnya.
3. Ekonomi
Kemajuan dan kemakmuran negara-negara maju (Eropa) terutam membuat negara dunia ketiga (berkembang) tertarik untuk menerima tawarannya. Indonesia juga tidak lepas dari rangkaian tersebut. Kita harus bersikap selektif terhadap pengaruh globalisasi Iptek dan busaya asing.
Dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang maju dan modern, pemerintah Indonesia mendasarkan GBHN 2004 yang memiliki visi “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum, dan lingkungan, menguasai ilmu pengatahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta disiplin.”
4. Sosial Budaya
Adanya globalisasi mempermudah masuknya unsur-unsur budaya asing ke Indonesia. Budaya yang masuk tidak semuanya baik bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia. Budaya asing yang positif misalnya : ilmu pengetahuan, cara berpikir kritis, sistematis, analistis, logis, rasional, dan menghargai waktu.
Di samping itu di bidang seni budaya, tumbuh pesat cabang-cabang seni modern menggeser cabang-cabang seni tradisional, seperti band, film, dan lain-lain. Tempat hiburan, seperti sanggar seni modern, kafe, diskotik, galery, fashion show, kontes ratu kecantikan, dan lain-lain.
Di bidang Iptek lahir penemuan baru yang menggeser alat tradisional dengan produk-produk modern, seperti alat rumah tangga yang terbuat dari bambu diganti dengan plastik, dari tanah liat diganti dengan alumunium, alat transportasi tradisional diganti dengan kendaraan bermesin, alat komunikasi dengan handphone, telephone, faximile, dan sebagainya.
Kita harus selalu waspada dan cermat dalam menyikapi budaya asing dengan menggunakan Pancasila sebagai filter arus globalisasi yang masuk ke Indonesia, mengambil segi positifnya dan mengantisipasi segi negatifnya. Oleh karena itu sebagai bangsa Indonesia harus memiliki jati diri yang kuat, yaitu dengan cara memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menanamkan rasa cinta pada tanah air dan bangsa ini lebih mendalam.
Selain berpengaruh terhadap sendi-sendi kehidupan, globalisasi juga melahirkan dampak positif dan negatif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dampak positif dalam aspek ini adalah kita dapat belajar dari tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju untuk kemajuan dan kesejahteraan kita.
Globalisasi yang terjadi dalam segala bidang mempermudah akses manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dampak positif dari globalisasi terhadap berbagai aspek kehidupan adalah sebagai berikut :
1. Aspek Politik
Dampak positif dalam aspek politik adalah :
2. Aspek Ekonomi
Dampak positif dalam aspek ekonomi adalah :
3. Aspek Sosial Budaya
Dampak positif dalam aspek sosial budaya adalah :
Globalisasi juga melahirkan dampak negatif di berbagai aspek, seperti :
1. Politik dan Hankam
Banyaknya informasi yang masuk dari luar dan dianggap baik membuat masyarakat kita terinspirasi untuk menerapkan. Bila dipenuhi konsekuensinya di satu pihak hal itu belum tentu cocok diterapkan di Indonesia, dan itu berarti merubah yang sudah ada. Sementara itu bila tidak dipenuhi bisa dianggap tidak aspiratif sehingga memicu tindakan anarkis yang dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Ekonomi
Dampak negatif dalam aspek ini antara lain :
3. Sosial Budaya
Dalam aspek ini, dampak negatif globalisasi menimbulkan :
Selain hal-hal tersebut di atas aspek negatif globalisasi meliputi :
Dengan mengetahui akibat yang ditimbulkan globalisasi, maka kita harus mengantisipasinya dan mendukung keberhasilan memasuki era perdagangan bebas dan menekan sekecil mungkin dampak negatifnya melalui cara :
Untuk mengantisipasi dampak yang merugikan juga dapat ditempuh dengan cara :
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan utama penyusunan makalah adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Geografi tahun 2006/2007 di SMK Muhammadiyah Suruh bertujuan seperti apa yang tadi ditulis.
Harapan penulis nantinya akan dijadikan sebagai tambahan pengetahuan dan menambah wawasan kami apabila memasuki dunia pengetahuan yang nyata, penulis sudah mendapat pengalaman, berdasar pada makalah ini siswa juga dapat memberikan informasi yang telah didapatkan selama melakukan mencari tugas yang diberikan sehingga itu kami dapat mengikuti tes akhir semester genap karena sudah melakukan tugas-tugas yang diberikan guru IPA.
B. Permasalahan
Permasalahan yang akan dibahas dalam penyusunan Makalah ini adalah sebagai berikut :
C. Tujuan
Tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah :
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gempa
Gempa adalah sentakan asli pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara total. Yang dapat dirasakan pada waktu gempa itu terjadi ialah getaran bumi tempat kita berada pada saat itu. Bumi digoyang ke samping dan ke atas. Itulah gelombang gempa yang sampai ke tempat kita berada. Pada waktu mengalami gempa, kita tidak tahu darimana gempa itu datang, sehingga kita tidak tahun harus lari kemana untuk menjauhi gempa tersebut.
B. Macam-macam Gelombang Gempa
Gelombang longitudinal
Yaitu gelombang gempa yang merambat dari sumber gempa ke segala arah dengan kecepatan 7 – 14 km per detik. Gelombang ini pertama dicatat dengan seismograf dan yang pertama dirasakan orang di daerah gempa, sehingga dinamakan gelombang primer.
Gelombang transversal
Yaitu gelombang yang sejalan dengan gelombang primer dan dengan kecepatan 4 – 7 km per detik, dinamakan juga gelombang sekunder karena gelombang ini mengikuti gelombang primer.
Gelombang panjang atau gelombang permukaan
Yaitu gelombang gempa yang merambat di permukaan bumi dengan kecepatan kira-kira 3,5 – 3,9 km per detik. Gelombang inilah yang paling banyak merusak.
C. Istilah Dalam Ilmu Gempa
Hiposentrum
Adalah sumber tempat peristiwa yang menyebabkan gempa. Letaknya di bagian dalam lapisan bumi. Jika penyebabnya adalah patahan kerak bumi, maka hiposentrumnya berbentuk garis, akan tetapi jika gunung api atau bongkahan tanah yang roboh, hiposentrumnya berbentuk titik. Dari hiposentrum, gelombang primer dan sekunder dirambatkan ke segala arah, yakni ke atas, samping ataupun ke bawah. Penyebaran hiposentrum gempa di bumi seletak dengan pertemuan dua lempeng kerak bumi, terutama di tempat penujaman dan pemekaran dasar samudra.
Episentrum
Adalah titik atau garis pada permukaan bumi yang tegak lurus di atas hiposentrum. Pada episentrum getaran gempa pertama kali muncul ke permukaan bumi. Dan episentrum getaran permukaan mulai dirambatkan secara horizontal ke segala arah.
Makro seisma
Adalah daerah sekitar episentrum yang mendapat getaran dan menimbulkan kerusakan yang paling hebat.
Pleistoseista
Adalah garis pada peta yang membatasi makro seisma.
Isoseista
Adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang menderita kerusakan yang sama akibat sebuah gempa. Garis tersebut biasanya berbentuk lingkaran atau ellips sekitar episentrum, terkadang dapat juga isoseista berbentuk garis patah, karena perbedaan kepadatan struktur batuan pada kerak bumi yang dilalui gelombang gempa.
Homoseista
Adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan bumi yang mencatat gelombang primer dalam waktu yang sama.
D. Klasifikasi Gempa
1. Gempa tektonik
Yaitu gempa yang terjadi karena pergeseran kerak bumi. Telah kita ketahui daerah pertemuan lempeng merupakan zona sumber gempa tektonik.
2. Gempa vulkanik
Yaitu gempa yang terasa di sekitar gunung berapi menjelang letusan, saat letusan, dan juga setelah letusan gunung berapi.
3. Gempa tanah runtuh
Yaitu gempa yang mengiringi bagian gua atau tanah yang roboh dari gempa-gempa tersebut yang tercatat 90% gempa tektonik, 7% gempa vulkanik dan 3% gempa tanah runtuh.
4. Gempa linear
Yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk garis.
5. Gempa sentral
Yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk titik.
6. Gempa dangkal
Yaitu gempa yang hiposentrumnya berada pada kedalaman kurang dari 100 km.
7. Gempa intermidier
Yaitu gempa yang hiposentrumnya berada pada kedalaman antara 100 – 500 km.
8. Gempa dalam
Yaitu gempa yang hiposentrumnya berada pad kedalaman lebih dari 300 km
9. Gempa lokal
Yaitu gempa yang jarak luncur gelombang (guncangan) kurang dari 10.000 km.
10. Gempa jauh
Yaitu gempa yang jarak luncur gelombang (guncangan) 10.000 km.
11. Gempa sangat jauh
Yaitu gempa yang jarak luncur gelombang (guncangan) lebih dari 10.000 km.
E. Alat Pencatat Gempa
1. Seismograf horizontal
Seismograf horizontal terdiri atas massa stasioner yang digantung pada tiang yang dilengkapi engsel di tempat massa itu digantungkan serta jarum di bagian bawah massa itu. Jika ada gempa, massa itu tetap diam (stasioner), sekalipun tiang dan silinder di bawahnya ikut bergetar dengan bumi. Akibatnya terdapat goresan pada silinder terlapis jelaga (arang0 goresan pada silinder itu berbentuk garis patah yang disebut seismogram.
2. Seismograf vertikal
Pada seismograf vertikal, massa stasioner digantung pada pegas, gunanya untuk menormalkan gravitasi bumi. Pada waktu getaran vertikal berlangsung, tempat massa itu digantung serta silinder alat pencatat ikut bergetar, namun massa tetap stasioner, sehingga didapat seismogram.
Untuk mencatat gempa yang lemah, diperlukan seismograf yang sangat peka. Namun gempa yang terlalu kuat membuat seismograf tidak mampu membuat catatan, karena tangkai alat tersebut akan terbelanting keluar dari silinder pencatat.
F. Skala Gempa
Ada beberapa macam skala gempa yang digunakan untuk mengetahui berapa besar intensitas gempa itu.
Tabel Skala Omori
| Derajat | Uraian |
| I | Getaran-getaran lunak dirasakan oleh banyak orang, tetapi tidak semua orang. |
| II | Getaran sedang, semua orang bangun karena bunyi jendela, pintu dan barang-barang yang pecah. |
| III | Getaran agak kuat, jam dinding berhenti, pintu dan jendela terbuka. |
| IV | Getaran kuat, gambar di dinding berjatuhan, dinding tembok retak-retak. |
| V | Getaran sangat kuat, dinding dan atap rumah roboh. |
| VI | Rumah yang kuat roboh. |
| VII | Kerusaan menyeluruh |
Tabel Skala Mercalli
| Derajat | Uraian |
| I | Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. |
| II | Getaran dirasakan oleh beberapa orang yang diam, lebih-lebih di rumah tingkat atas. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang. |
| III | Getaran dirasakan nyata dalam rumah, kendaraan yang sedang berhenti semua bergerak, seakan ada truk yang sedang lewat, lamanya dapat diamati. |
| IV | Beberapa orang bangun karena barang bolo pecah mulai pecah-pecah, pintu berderak, kendaraan yang diparkir bergerak. |
| V | Getaran dirasakan oleh hampir semua orang, yang tidur terbangun, barang-barang pecah, tiang, pohon dan sebangsanya tampak bergoyang kuat, jarum jam berhenti. |
| VI | Orang-orang panik lari keluar, karena semua orang merasakan getaran yang kuat. Cerobong asap pabrik rusak ringan, plester dinding lepas. |
| VII | Semua orang keluar rumah, kerusakan sedang pada bangunan kuat, cerobong asap pecah, terasa oleh orang yang naik kendaraan. |
| VIII | Kerusakan dengan lubang-lubang dan retakan pada bangunan kuat, dinding dapat lepas dari rangka rumah, monumen dan cerobong asap rubuh, meja kursi terlempar, air menjadi keruh. |
| Derajat | Uraian |
| IX | Rangka rumah yang kuat bengkok, rumah bergeser dari fondasi, pipa dalam tanah putus. |
| X | Kerangka rumah lepas dari pondasi, tanah retak, rel melengkung, tebing dan tepian sungai longsor, air banjir. |
| XI | Bangunan yang berdiri hanya sedikit, jembatan rusak, tanah retak dan merosot, rel bengkok, pipa dalam tanah rusak total. |
| XII | Bangunan tak ada yang bisa bertahan, permukaan bumi tampak bergelombang, pemandangan kabur, benda terlempar ke udara. |
Akhir-akhir ini yang digunakan adalah skala Richter, tingkat kerusakan yang ditimbulkan hampir sama dengan skala Mercalli.
G. Penyebaran Gejala Gempa Seismik
Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Montessus De Balore menunjukkan bahwa ada daerah yang kaya gempa dan ada yang kurang gempa atau tidak ada gempa. Daerah yang kaya gempa antara lain : Eropa (berada di daerah pegunungan Apenina dan Pinarida), Asia (berada di Indonesia, Jepang dan sekitar danau Baikal), Afrika (berada di daerah patahan Afrika Timur, Australia (beraa di Hebrides, Solomon, Tongga dan Kermadock, Selandia Baru), Amerika (berada di pegunungan tepi pantai Pasifik, Guatemala dan pegunungan Andes).
Indonesia termasuk daerah kaya gempa karena dilalui 2 lempeng yang saling bertumpukan, yaitu di sebelah selatan yaitu lempeng Indo Australia dengan lempeng Asia, di sebelah timur laut, yaitu lempeng pasifik dengan lempeng Asia. Daerah seismik di Indonesia adalah lautan Kalimantan Timur dan sebelah selatan pulau Jawa, selat Sunda, laut di sekeliling Sulawesi, lereng antara pegunungan Irian Barat, sekeliling laut Banda, patahan Semangko di Bukit Barisan, Sumatera.
Data Gempa Besar di Indonesia
| Tahun | Lokasi Gempa | Keterangan |
| 1913 | Sangihe | Besar |
| 1916 | Maos | Setempat |
| 1917 | Bali | Besar |
| 1923 | Kalimantan Timur | Besar |
| Selat Sagewin | Besar | |
| 1924 | Wonosobo | Setempat |
| 1926 | Datarang Tinggi Padang | Besar |
| Tahun | Lokasi Gempa | Keterangan |
| 1931 & 1943 | Bumi Ayu | Setempat |
| 1932 | Minahasa | Besar |
| 1933 & 1997 | Liwa | Besar |
| 1961 | Endeh | Setempat |
| 1996 | Pulau Biak | Besar |
H. Pengaruh (Akibat) Gempa
Peristiwa gempa yang terjadi di darat menyebabkan kerusakan yang sangat signifikan, apalagi jika gempa terjadi di pusat pemukiman dan kegiatan penduduk (pertanian, industri, tambang dan lain-lain) akibatnya sangat merugikan penduduk, misal : bangunan menjadi porak poranda, lahan pertanian rusak, industri hancur lebur, dan memakan korban manusia yang tidak sedikit.
Tetapi gempa yang ada di dasar laut hiposentrumnya buan tidak mungkin menciptakan kerusakan yang dahsyat dan signifikan, karena bila hiposentrum gempa terletak di kedalaman kurang dari 50 km dan melebihi 6 skala Richter, maka gempa tersebut bisa menimbulkan gelombang Tsunami. Kecepatan gelombang ini melebihi 5 m per detik, seperti yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam dan di Yogyakarta tahun lalu.
Sebenarnya telah dilakukan pemantauan tanda-tanda gempa, akan tetapi pemantauan tersebut memakan banyak dana, dan apabila pemantauan tidak dilakukan secara global, mungkin daerah yang dipantau tidak terjadi gempa dan daerah yang tidak dipantau justru terjadi gempa, maka dana yang dikeluarkan untuk pemantauan gempa tersebut sangat besar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian yang telah kamis ampaikan di depan adalah :
B. Saran
Dari uraian yang telah kami sampaikan di depan, kami dapat memberikan saran, antara lain :