//
archives

PPKn

This tag is associated with 3 posts

MANUSIA, BANGSA, DAN NEGARA

A. Manusia sebagai Makhluk Individu

Istilah manusia sebagai makhluk individu mengarah kepada karakteristik khas yang dimiliki manusia sebagai makhluk hidup sekaligus membedakan dirinya dengan makhluk hidup lain, serta dengan manusia yang lain. Namun, setiap manusia memiliki kekhasan yang berbeda.

Sebagai makhluk individu, manusia mempunyai keinginan, kebutuhan, kebiasaan, cita-cita yang berbeda antara satu dengan yang lainnya walaupun mereka bersaudara, bertempat tinggal atau bersekolah di tempat yang sama.

B. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia juga disebut sebagai makhluk sosial, artinya manusia memiliki kemampuan, kebutuhan dan kebiasaan untuk berkomunikasi, berinteraksi serta berkelompok dengan manusia lain. Kemampuan dan kebiasaan berkelompok disebut juga dengan istilan zoon politocon, yang dikemukakan pertama kali oleh Aristoteles, yang artinya manusia sebagai binatang politik.

Sifat berkelompok pada manusia didasari pada kemampuan untuk berkomunikasi, mengungkapkan rasa, dan kemampuan untuk saling bekerja sama. Aktualisasi manusia sebagai binatang politik tercermin dalam kehidupan bernegara. Negara dalam pemikiran Aristoteles merupakan suatu persekutuan hidup politik, sehingga negara dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Negara sebagai persekutuan hidup politik tidak hanya sebagai instrumen (organisasi yang teratur), melainkan suatu persekutuan hidup yang menunjukkan adanya suatu hubungan yang bersifat organik, saling berhubungan antar warga negara.
  2. Negara sebagai persekutuan hidup politik tidak menunjukkan adanya suatu hubungan yang erat, akrab, mesra, dan lestari di antara warga negara.
  3. Selaras dengan konsep negara sebagai persekutuan hidup politik, Plato menegaskan bahwa negara merupakan keluarga.
  4. Negara sebagai persekutuan hidup berbentuk polis (kota).

Negara merupakan bentuk persekutuan hidup yang paling tinggi, memiliki tujuan yang paling tinggi, paling mulai, dan paling luhur bila dibandingkan dengan tujuan ayang dimiliki oleh persekutuan hidup lainnya. Negara adalah suatu bentuk persekutuan hidup yang paling tinggi. Negara yang ideal adalah negara yang memanusiakan manusia.

C. Bangsa

Bangsa (nation atau natie) pada dasarnya adalah keseluruhan penduduk dalam suatu negara. Lebih tegas lagi, bangsa adalah keseluruhan warga pendukung dari suatu negara (nation dari bahasa Latin natio; kata kerjanya nascor yang berarti I was born).

Pada awalnya bangsa berarti sekelompok orang yang dilahirkan pada tempat yang sama. Ada juga yang mengartikan bangsa sebagai ras, suku, atau kelas. Bangsa juga pernah diartikan sebagai kelompok orang dari suatu nenek moyang. Dari tinjuan daerah, bangsa diartikan seluruh penduduk dari suatu negara, sedangkan dari tinjauan kebudayaan, bangsa adalah penduduk yang terikat menjadi satu karena mempunyai kesamaan kebudayaan, terutama bahasanya.

D. Negara

Istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yaitu staat (Belanda dan Jerman), state (Inggris), dan l’etat (Perancis). Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik. Negara adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara adalah agency (alat) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.

Negara adalah organisasi yang dapat memaksakan kekuasaannya secara sah dalam suatu wilayah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan menetapkan tujuan-tujuan dan kehidupan bersama. Pada dasarnya negara mempunyai dua tugas, yaitu sebagai berikut :

  1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial.
  2. Mengorganisasikan dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan masyarakatnya.

Roger H. Soltau memberi definisi negara sebagai alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Robert Mac Iver memberi pengertian negara sebagai asosiasi yang menyelenggarakan penertiban suatu masyarakat dalam suatu wilayah berdasarkan sistem hukum.

E. Terbentuknya Negara

Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, meliputi :

Primordial

Ikatan kekerabatan (pertalian darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa serta adat-istiadat merupakan faktor-faktor primordial yang dapat membentuk negara bangsa.

Sakral

Kesamaan agama yang dianut atau ikatan ideologi yang kuat dalam suatu masyarakat, dapat pula menjadi faktor yang dapat membentuk negara bangsa.

Tokoh

Kepemimpinan dari seorang tokoh menjadi panutan karena warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang pemimpin dan dianggapnya sebagai penyambung lidah masyarakat.

Sejarah

Persepsi yang sama tentang asal-usul (nenek moyang) atau tentang pengalaman masa lalu, seperti penderitaan yang sama akibat dari penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas (sependeritaan dan sepenanggungan), tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok suku bangsa.

Bhineka Tunggal Ika

Bersatu dalm perbedaan artinya kesediaan warga masyarakat untuk bersama dalam suatu lembaga yang disebut negara atau pemerintahan, walaupun mereka memiliki suku bangsa, adat-istiadat, ras, atau agama yang berbeda.

Perkembangan Ekonomi

Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan yang beraneka ragam sesuai dengankebutuhan masyarakat.

Kelembagaan

Proses pembentukan bangsa berupa lembaga-lembaga pemerintahan dan politik. Misalnya : birokrasi, angkatan bersenjata, dan partai politik.

F. Terbentuknya Negara

Asal Mula Negara

Menurut teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat, negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjanjian masyarakat.

Sifat Negara

  • Sifat Memaksa

Peraturan perundang-undangan ditaati agar penertiban dalam masyarakat tercapai dan mencegah timbulnya anarki.

Negara memiliki sifat memaksa, dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan secara legal.

  • Sifat Monopoli

Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.

  • Sifat Mencakup Semua

Semua peraturan perundang-undangan, misalnya keharusan membayar pajak berlaku untuk semua orang tanpa peduli.

Unsur-Unsur Negara

  • Penduduk

Penduduk suatu negara adalah semua orang yang pada suatu waktu mendiami wilayah negara. Rakyat (warga negara) adalah substratum personil dari negara. Menurut hukum internasional, tiap-tiap negara berhak untuk menetapkan sendiri siapa yang akan menjadi warga negaranya.

  • Wilayah

Jika penduduk adalah substratum personil suatu negara, maka wilayah adalah landasan materiil atau landasan fisik suatu negara.

  • Pemerintah

Pemerintah merupakan salah satu unsur konstitusi negara. Sekalipun telah ada sekelompok individu yang mendiami suatu wilayah, tetapi belum juga dapat diwijudkan suatu negara, jika tidak ada segelintir orang yang berwenang mengatur dan menyusun kehidupan bersama. Pemerintah adalah orgnisasi yang mengatur dan memimpin negara.

G. Pengakuan sebagai Suatu Negara

  • Pengakuan de Jure dan de Facto

Pada umumnya pengakuan secara de jure bersifat final. Sebaliknya, pengakuan de facto hanya bersifat sementara dan dapat ditarik kembali (pengakuan secara politik). Yang disebut pengakuan secara de facto adlah juga pengakuan de jure, karena pengakuan ini merupakan tindkan hukum.

Jika tindakan pengakuan dilakukan pada saat itu oleh suatu negara, maka tindakan pengakuan itu disebut pengakuan de facto, yaitu sewaktu-waktu dapat ditarik kembali walaupun pernyataan itu merupakan suatu tindkan hukum dan mempunyai akibat-akibat yang sama dengan pengakuan de jure.

  • Pengakuan dengan Kekuatan Berlaku Surut

Negara yang kompeten untuk menetapkan eksistensi suatu negara dapat mencantumkan secara pasti tanggal di dalam pernyataannya. Negara yang mengakui dapat menjalankan pengakuannya atau tidak mengakuinya dengan kekuatan berlaku surut.

  • Pengakuan dari Pemerintah

Tindkan hukum dari pengakuan suatu pemerintah pada prinsipnya harus dibedakan dari tindakan politiknya. Tindakan hukum adalah penegasan fakta bahwa seseorang atau sekelompok orang benar-benar sebagai pemerintah dari suatu negara, sedangkan tindakan politik adalah pernyataan kehendak untuk mengadakan hubungan timbal balik dengan pemerintah yang bersangkutan.

MEKANISME DEMOKRASI PANCASILA

A. Demokrasi Pancasila dan Pelaksanaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Demokrasi Pancasila adalah suatu paham demokrasi yang diintegrasikan (diliputi dan dijiwai) oleh sila-sila dalam Pancasila. Identitas demokrasi Pancasila adalah sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dalam demokrasi Pancasila terkandung 2 9dua) asas pokok, yakni asas kerakyatan dan asas musyawarah mufakat.

Musyawarah mufakat adalah asas atau dasar yang membedakan demokrasi Pancasila dengan demokrasi lainnya, seperti :

  1. Demokrasi liberal yang menganut sistem voting dan dominasi mayoritas.
  2. Demokrasi rakyat yang menganut pemusatan kekuasaan.

Sumber hukum demokrasi misalnya :

  1. Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4
  2. UUD 1945 pasal 1 ayat 2

Pedoman operasional demokrasi Pancasila adalah ketetapan-ketetapan MPRS/MPR. Unsur-unsur yang terkandung dalam demokrasi Pancasila :

  1. Kesadaran bereligius (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan menolak atheisme.
  2. Berpangkal kebenaran dan kecintaan kepada tanah air dan bangsa.
  3. Berlandaskan budi pekerti yang luhur dan berkepribadian Indonesia.
  4. Keseimbangan antara individu dan masyarakat, manusia dan lingkungannya serta manusia dengan Tuhannya.
  5. Berlandaskan tinjauan lahir dan batin.

Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi oleh semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan sehingga dapat dihindari adanya dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Sebagai contoh, dalam mengambil keputusan dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat sehingga semua pendapat dapat ditampung, dihargai, dan dibahas untuk kemudian diambil kata sepakat. Oleh karena itu, tidak ada pihak yang kalah atau menang, semua pihak akan merasa puas.

Musyawarah mufakat hendaknya dilakukan dengan :

  1. Semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengambil keputusan dengan seadil-adilnya.
  3. Tetap menjaga keselarasan, keserasian, dan kesimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghargai dan menghormati pendapat, pikiran atau gagasan orang lain.
  5. Semangat tolong-menolong dan kerjasama untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
  6. Berusaha bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam musyawarah mufakat adalah :

  1. Setipa peserta harus diberi kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk mengemukakan pendapat.
  2. Pendapat yang dikemukakan mempunyai kesediaan mendengar dan mempertimbangkan pendapat orang lain.
  3. Tiap peserta harus mempunyai kesediaan mendengar dan mempertimbangkan pendapat orang lain.
  4. Tujuan keputusan yang akan diambil haruslah untuk kepentingan bersama dengan memperhatikan kepentingan tiap-tiap anggota sehingga harus dicari keselarasan antara kepentingan bersama dan kepentingan individu.

B. Kehidupan yang Berasaskan Musyawarah Mufakat

Secara ideal konstitusional wajah demokrasi Pancasila bersumberkan pada tatanan nilai sosial dan budaya bangsa. Adapun identitas demokrasi Pancasila adalah pada sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, yang dijiwai oleh sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sila persatuan Indonesia dan menjiwai serta meliputi sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adapun di dalam sila keempat Pancasila itu terkandung makna bahwa untuk menyelesaikan persoalan atau masalah hendaknya ditempuh dengan jalan pembahasan bersama atau ditempuh dengan musyawarah mufakat. Untuk itu, rakyat Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalah ini. Hal ini dapat dilihat dalam praktik kehidupan sejak jaman nenek moyang kita dulu bahwa manusia selalu hidup bersama, hidup dengan manusia lain, hidup dengan lingkungan alam, adat istiadat yang dapat mempengaruhi cara hidup manusia. Paham demokrasi bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, karena paham ini sesungguhnya telah mendarah daging pada rakyat Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan musyawarah adalah pengambilan keputusan secara bersama atas dasar saling menghormati, menghormati setiap pendapat yang dikemukakan. Singkatnya musyawarah adalah cara merumuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat. Hal tersebut sudah dipraktikkan sejak dahulu di kalangan adat bahkan sampai sekarang, dan merupakan anjuran untuk dilaksanakan dalam lembaga-lembaga pemerintahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan musyawarah sesuai dengan sifat dan sikap bangsa Indonesia.

C. Meningkatkan Pengalaman Demokrasi Pancasila dalam Berbagai Kegiatan

Demokrasi Pancasila tidak hanya diterapkan dalam kehidupan politik yang mengatur tentang masalah politik negara, tetapi juga mengatur masalah-masalah yang menyangkut kehidupan ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Hal itu berarti demokrasi Pancasila dapat dikembangkan dan diamalkan dalam berbagai kegiatan hidup, baik kegiatan di bidang kehidupan beragama, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan dan keamanan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Daliman, dkk. 1986. Tata Negara kelas 2, 3. Solo : Tiga serangkai.

MAKNA DAN PENTINGNYA PRESTASI DIRI BAGI KEUNGGULAN BANGSA

A. Pengertian Prestasi Diri

Prestasi diri adalah hasil usaha yang dicapai dari segala usaha yang telah dikerjakan dan merupakan puncak dari pengembangan potensi diri baik karena hasil belajar, bekerja/berlatih keterampilan dalam bidang tertentu. Berprestasi dapat dilakukan di berbagai aspek kehidupan, antara lain

Aspek politik

Misalnya seseorang mampu mengelola sebuah partai kecil menjadi partai besar pemenang pemilu.

Aspek ekonomi

Misalnya seseorang mampu menjalankan usahanya. Keberhasilan itu dapat diperoleh berkat pengerahan daya dan kekuatan dalam usahanya.

Aspek sosial budaya

Misalnya sebuah grup musik menjadi sangat terkenal tidak hanya di tingkat nasional, namun sampai tingkat internasional berkat ketekunannya.

Aspek pendidikan

Misalnya seorang siswa lulus dengan nilai yang memuaskan berkat ketekunan dan belajar yang keras.

B. Pentingnya Prestasi Diri Bagi Keunggulan Bangsa

Kita harus mampu mempertahankan hidup dalam kehidupan. Kita harus menjadikan hidup lebih bermakna. Untuk itu, setiap manusia pasti memiliki berbagai macam kebutuhan. Menurut Maslow, seorang ahli ilmu jiwa, manusia memiliki 5 kebutuhan diantaranya :

  1. Kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik yang menyangkut pemenuhan keperluan jasmani, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya.
  2. Kebutuhan rasa aman.
  3. Kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian.
  4. Kebutuhan akan harga diri.
  5. Kebutuhan akan aktualisasi diri.

Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus mengusahakan dengan daya kekuatan yang dinilikinya. Setiap manusia harus berprestasi agar tercapai hal berikut:

  1. Dapat memenuhi kebutuhanya sehingga dapat mampu mempertahankan hidup dan kehidupanya.
  2. Sebagai bentuk aktualisasi diri, setiap manusia perlu pengakuan atas keberadaanya (eksistensinya). Pengakuan tersebut diberikan oleh masyarakat, lembaga ataupun negara. Semakin tinggi prestasi seseorang, pengakuan masyarakat semakin tinggi pula.
  3. Memberi makna atau manfaat pada orang lain, bangsa dan negara. Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupanya, selalu bersama orang lain dan saling membutuhkan.
  4. Memberi kepuasan batin kepada diri sendiri dan motivasi untuk lebih berprestasi. Manusia melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu hasil yang memuaskan.

Prestasi diri memiliki peran yang sangat penting bagi keunggulan bangsa. Peran prestasi diri sebagai berikut:

  1. Meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.
  2. Memperkokoh stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan.
  3. Mengharumkan nama baik bangsa dan negara dimata internasional.
  4. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

C. Pengertian potensi

Kamu dapat menjadi sukses ketika mampu mengubah potensi dalam dirimu menjadi kompetensi yang diharapkan. Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan, kekuatan baik yang belum terwujud maupun yang sudah terwujud yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya. Terlihat atau dipergunakan scara maksimal.

Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa potensi merupakan suatu kekuatan (daya) yang dimiliki oleh manusia. Tetapi belum dipergunakan dengan optimal sehingga kewajibanya adalah bagaimana mendayagunakan potensi yang ada dalam dirimu menjadi kompetensi untuk meraih prestasi seperti yang kamu inginkan.

Menyadari ketergantungan pengembangan potensi inilah, manusia dituntut untuk kreatif dan berprestasi menciptakan sarana dan prasarana guna mendukung keoptimalan pengembangan potensi masyarakat dan warga negaranya.

D. Jenis-jenis potensi

Menurut sifatnya, potensi dikelompokkan menjadi potensi jasmaniah dan rohaniah.

  1. Potensi jasmaniah, berupa daya atau kekuatan fisik seseorang yang dapat dikembangkan guna meraih prestasi hidup.
  2. Potensi rohaniah, merupakan potensi manusia yang bersifat kejiwaan, seperti potensi intelektual, estetika, dan etika.

Atas dasar sumbernya, merupakan potensi manusia dibedakan menjadi tiga macam, sebagai berikut:

  1. Potensi yang bersumber daya cipta . potensi yang bersumber dari cipta yaitu potensi intelektual atau intelektual quotient (IQ)
  2. Potensi yang bersumber dari rasa. Potensi yang bersumber dari rasa ada dua macam yaitu potensi emosional dan potensi spiritual.
  1. Potensi emosional atau emotional quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan yang bersumber pada perasaan manusia.
  2. Potensi spiritual atau spiritual quotient (SQ). SQ merupakan kemampuan seseorang menghayati nilai-nilai kaidah dan pranata.
  3. Potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ). AQ yaitu potensi manusia untuk menghadapi berbagai hambatan  dan tantangan hidup. Misalnya: sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreativitas.
  4. Potensi vokasional
  1. Potensi yang bersumber pada karsa. Potensi yang bersumber pada karsa ada dua macam  yaitu potensi ketahan malangan dan potensi dan potensi vokasional.

Potensi vokasional yaitu potensi manusia yang cenderung pada bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya tekhnik, bidang olah raga, kesenian dan tekhnik.

E. Mengenal Potensi Diri untuk Berprestasi Sesuai Kemampuan

Ada berbagai upaya yang dapat saya lakukan dalam meraih prestasi menjadi penjahit, yaitu sebagai berikut :

  1. Tekun, terbiasa dengan tindakan yang bermanfaat, menghindari perbuatan sia-sia, baik dalam belajar, rajin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.
  2. Berdisiplin, selalu mengahargai waktu, selalu melakukan latihan menjahit, biasa bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa memenuhi tata tertib, dan selalu menghindari sikap malas-malasan latihan menjahit, dan tidak suka menunda tugas atau pekerjaan.
  3. Bekerja keras, berdisiplin dan bertanggung jawab bekerja secara terencana dan tuntas, selalu belajar dan menngait pengetahuan untuk masa depan, selalu menghindari sikap mengabaikan peraturan.
  4. Rajin, selalu bertindak secara terus-menerus atas dorongan diri sendiri, berusaha untuk mencapai tujuan, dan selalu menghindari sikap malas belajar menjahit.
  5. Percaya diri, berperilaku atas dasar keselarasan dengan keseimbangan antar kemampuan menjahit dan dengan latihan menjahit yang akan menumbuhkan keyakinan pada diri sendiri, tidak mudah terpengaruh oleh ucapan ataupun perbuatan orang lain. Tidak rendah diri dan tidak tergantung pada orang lain.
  6. Tanggung jawab dan ulet, selalu bersikap dan bertindak lurus, selalu menghindari sikap dan tindakan plin-plan, selalu berupaya mencari alternatif yang terbaik dalam belajar atau bekerja. Menyelesaikan tugas, mengembang kan potensi menjahit maupun aktivitas lain, selalu menghindari sikap dan tindakan menggampangkan segala urusan.
  7. Mandiri, selalu bersikap dan berperilaku yang lebih mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada diri sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.
  8. Kreatif, selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan menjahit, dapat menciptakan kreasi baru dan menularkannya kepada orang lain, dan tidak membiasakan diri untuk ber[perilaku konsumtif dalam segaa hal.

F. Cara Menggali Potensi Diri

Bagaiamana cara kamu mengenali potensi diri? Saya mengenali potensi diri dengan cara mempraktekkan apa yang saya pelajari. Mengetahui potensi diri atau bakat tidak semudah saya mengenali nama teman-teman sepermainan saya. Akan tetapi, diperlukan adanya usaha dalam menemukan atau menggali potensi diri.

Saya dapat mengelompokkan berbagai cara dalam mengenali potensi diri saya, baik secara intern maupun ekstern.

  1. Faktor intern atau faktor yang berasal dari diri kita sendiri.

Cara mengenali potensi diri dilihat dari faktor intern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :

  • Memiliki informasi yang lengkap tentang diri kita sendiri.
  • Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,

Selanjutnya setelah mengetahui utuh siapa diri kita dan mempercayai apa yang diberikan Tuhan berupa bakat pada diri kita, kewajiban kita adalah mengasah potensi yang kita miliki. Potensi diri tersebut dapat menjadi kompetensi yang dapat kita banggakan.

  1. Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri kita sendiri

Cara mengenali potensi diri dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :

  • Kita perlu menguji coba kemampuan diri kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
  • Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

G. Bersikap Positif terhadap Setiap Peluang untuk Berprestasi

  1. Memiliki motivasi dalam mencapai tujuan hidup

Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi, motivasi merupakan keadaan dalam diri seseorang yang mendorong perilaku kearah tujuan. Dengan demikian, motivasi mempunyai 3 aspek yaitu sebagai berikut :

  • Keadaan terdorong dalam diri seseorang, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan-kebutuhan, keadaan lingkungan dan keadaan mental.
  • Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
  • Tujuan yang ingin didapat (dituju) oleh pelaku

Orang yang memiliki motivasi diri yang baik adalah orang yang memiliki cita-cita dinamis, serta tekun mencurahkan diri dan kemampuannya untuk menjadi cita-cita tersebut.

  • Memiliki kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik. Orisinil, berbeda sama sekali baru, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

  • Memiliki optimisme yang realistis

Optimisme yang baik adalah optimisme yang relaistis, yaitu optimisme yang masih dalam jangkauan dan dimungkinkan untuk dapat dicapai.

  • Memiliki kualitas mental dan etos kerja

Seseorang yang memiliki kualitas mental dan etos kerja yang baik, tidak akan tergantung dan terpengaruh orang lain sehingga prestasinya akan membawa kedaiaman dalam hidupnya.

  • Memiliki rasa percaya diri

Untuk membangun rasa percaya diri, kita harus menghilangkan rasa cemas, takut, dan sikap ragu-ragu pada diri kita.

H. Menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi secara sehat

Beberapa sikap yang menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi dengan orang lain secara sehat, yaitu sebagai berikut :

  • Fisik dan mental yang sehat dan kuat

Orang yang secara fisik sehat dan kuat adalah seseorang yang selalu menghargai kesehatan.

  • Memiliki cita-cita yang dinamis

Artinya adalah seseorang yang berpikir jauh ke depan. Cita-cita dan tujuan yang dinamis merupakan dua hal yang berbeda. Memiliki kecerdasan

  • Percaya diri dan berdikari

Percaya diri merupakan sikap yang penuh keyakinan pada dirinya, mantap dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tidak mudah terpengaruh ucapan, tindakan atau perbuatan orang lain.

  • Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko

Bertanggung jawab dalam arti mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan tepat pada waktunya, menghindarkan diri dari sikap ingkar janji dan dapat melaksanakan tugas sampai selesai.

  • Ulet dan tekun

Ulet dalam arti tidak mudah menyerah (putus asa) walaupun dalam keadaan yang paling sulit.

I. Cara-cara untuk Mencapai Keberhasilan

Menurut Paul J. Meyer dari California, ada enam cara untuk mencapai keberhasilan :

  1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas.
  2. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan dan menentukan tenggang waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
  3. Motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
  4. Mengembangkan keyakinan pada diri atas apa yang diperbuat.
  5. Mengembangkan kemampuan untuk selalu setia pada rencana meskipun terdapat tantangan atau hambatan.
  6. Berpegang teguh pada prinsip “tidak pernah ada kesempatan yang datang dengan sendirinya kepada orang yang diam menanti di tempat”.

Jangan cepat puas atas hasil yang kalian peroleh sekarang karena masih banyak yang belum terungkap sesuai dengan potensimu. Tunjukkan prestasi yang menggambarkan kemampuan potensimu yang sebenarnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.